
Setelah merasa puas dengan semua barang keinginan nya akhirnya Elisa pun minta pulang, dia begitu sangat bersemangat sekali karena dia sudah menghabiskan uang pemberian dari Mommy nya.
"Pintar sekali anak itu, uang dia habiskan semuanya sampai tidak tersisa."
Elisa berlari menuju ke mobil dia begitu sangat bahagia ketika melihat barang-barangnya di masukkan ke dalam mobil.
"Ayo Suster Diana, cepat jalan nya aku yang sudah tidak sabar ingin segera sampai rumah."
Suster Diana pun berlari karena dia sangat malu ketika Elisa yang sampai harus berteriak-teriak.
Suster Diana masuk dan dia ingin sekali mengetahui asal usul Merry, Suster Diana merasa jika Elisa yang mengetahui semuanya.
"Hmmmm, Elisa apakah Merry itu sudah lama tinggal di panti asuhan?."
Elisa merasa aneh dengan Suster Diana yang selalu saja ingin mengetahui tentang Merry.
"Merry itu baru masuk ke pantai asuhan, dia begitu sangat menyedihkan sekali loh. Pada saat Merry masuk ke pantai asuhan banyak luka memar di wajah nya, dia itu adalah korban kecelakaan orang tua tidak di ketahui."
__ADS_1
Suster Diana merasa sangat kasihan sekali mendengar cerita Merry.
"Apakah itu alesan nya Merry yang tidak pernah mau menunjukkan wajah aslinya."
Elisa hanya menganggukkan kepalanya dia mulai fokus pada handphone yang ada di tangan nya.
Suster Diana semakin ingin dekat dengan Merry, walaupun dia belum kenal tapi Suster Diana merasa sangat sayang sekali dengan Merry.
"Suster Diana, apakah jadi membelikan baju dress merah itu untuk Merry?."
Suster Diana menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Elisabeth melihat Suster Diana yang seperti sangat perhatian sekali dengan Merry.
"Merry pasti menyukai nya, karena tidak akan ada yang mau memberikan hadiah untuk nya."
Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan pintu gerbang dan Elisa pun membuka pintu mobil nya.
__ADS_1
"Yeeeeee mainan ku datang yeeeeee."
Elisa sampai berteriak-teriak ketika semua yang dia beli di masukkan ke dalam rumah. Mendengar suara teriakan Elisa membuat Regina keluar dari kamar nya dan melihat begitu banyak sekali mainan yang di beli.
"Elisabeth, dia membeli mainan lagi. Astaga dia mau buat rumah ini penuh dengan mainan nya saja."
Regina pun langsung turun tangga dia mencari Elisabeth dan Suster Diana, melihat Regina yang seperti akan menghampiri nya. Elisabeth memilih berlari menuju ke kamar karena dia tidak mau di marahin oleh Regina.
Karena melihat Elisabeth yang berlari akhirnya Regina pun memilih untuk bicara dengan Suster Diana.
"Suster Diana, apalagi ini semuanya. Kenapa Elisabeth membeli lagi mainan bukan kah mainan dia sudah sangat banyak sekali."
Suster Diana pun sampai tidak berani menatap wajah Regina yang kelihatan sangat serius sekali.
"Elisabeth yang meminta langsung kepada Bu Melinda dan Bu Melinda memberikan uang sebesar 10 juta, uang tersebut habis di belikan mainan dan peralatan sekolah."
Regina merasa sangat kecewa sekali dengan Melinda yang terlalu berlebih-lebihan kepada Elisabeth.
__ADS_1
"Seharusnya Melinda tidak melakukan ini semua, dia seharusnya mendidik Elisa dengan kesederhanaan agar di selalu ingat dengan masa-masa nya pada saat berada di pantai asuhan. Sekarang jika seperti ini Elisa pasti akan menjadi anak yang sombong."
Suster Diana pun memilih untuk pergi ketika sudah mendengar perkataan dari Regina.