
Melinda merasa sangat sibuk sekali di kantor nya dan dia pun tiba-tiba saja harus pergi ke luar kota selama tiga hari bersama dengan Febrian.
"Astaga aku tidak bisa menolak nya, tapi bagaimana dengan Elisabeth jika aku tidak bersama dengan nya selama tiga hari ini sekarang dia yang pasti merasa sangat tidak tenang karena kehadiran anak perempuan tersebut."
Febrian pun masuk ke dalam ruangan Melinda dia yang sudah menyetujui untuk pergi ke luar kota.
"Kita berdua akan bersama selama tiga hari, dan itu akan menjadi honeymoon kita berdua sebelum menikah."
Febrian mencoba untuk menggoda Melinda.
"Stop Febrian jangan bercanda seperti ini ingat aku yang sudah mempunyai anak. Elisabeth tidak mungkin mengijinkan aku untuk bisa pergi ke luar kota di saat kondisi nya seperti ini."
Febrian mencoba untuk menenangkan Melinda.
"Kamu harus tenang jangan sampai kamu menjadi despresi kembali ketika menghadapi seperti ini."
Melinda pun langsung memeluk Febrian tapi Febrian menarik Melinda agar tidak kelihatan dari luar ruangan.
"Aku tidak bisa tenang Febrian, kamu tahu apa yang di katakan oleh Elisabeth. Jika Mommy sampai melihat anak perempuan yang di adopsi oleh Omah Regina maka aku akan meninggalkan Mommy, Elisabeth akan kembali ke panti asuhan dan aku tiba menerima nya."
Febrian benar-benar merasa jika Elisabeth yang masih kecil sudah bersikap jahat sekali itu, tapi beruntung nya Elisabeth bukan anak kandung Melinda dan Putri Belinda yang manis dan cantik anak dari Melinda.
"Dan kamu akan mengikuti apa yang di katakan oleh Elisabeth."
__ADS_1
Melinda melepaskan pelukan erat nya dan dia pun menganggukkan kepalanya.
"Iya aku akan mengikuti apapun yang di katakan oleh Elisabeth, karena Elisabeth seperti berlian untuk ku. Elisabeth adalah masa depan ku karena dia yang akan meneruskan usaha ku ini."
Febrian hanya bisa menghela nafas panjang dan handphone Melinda yang tiba-tiba saja berdering.
"Elisabeth, untuk apa dia sampai menelephone ku yaa."
Wajah Melinda terlihat sangat panik sekali dan Febrian pun langsung memegang tangan Melinda yang bergetar.
*Hallo sayang, ada apa sayang kenapa kamu menangis seperti ini*
*Mommy anak perempuan itu jahat sekali, teman-teman semuanya jadi memusuhi ku mereka semua membela nya*
*Anak perempuan itu membuat kamu menagis seperti, astaga Mommy harus memberikan perhitungan kepada dia*
Seketika Melinda pun langsung terdiam ketika mendengar keinginan Elisabeth.
*Jika untuk pindah sekolah Mommy usahakan sayang, tapi untuk keluar dari rumah Omah Regina. Seperti nya Mommy tidak bisa sayang karena Mommy yang tidak bisa meninggalkan orang tua Mommy*
.
Febrian benar-benar merasa sangat kesal sekali mendengar keinginan Elisabeth dia pun memilih untuk pergi dari ruangan Melinda.
__ADS_1
Melihat sikap Febrian, Melinda merasa jika Febrian yang tidak suka dengan sikap Elisabeth.
*Sayaaaaang, Mommy ada kerjaan untuk pergi ke luar kota untuk tiga hari. Nanti Mommy akan memikirkan semua nya yaa, sekarang lebih baik kamu tenang saja dulu yaa*
*Mommy pergi aku bersama dengan Suster Diana di rumah, semoga saja Omah Regina menginap di rumah anak perempuan itu*
*Yasudah yaa sayaaaaang, sekarang Mommy harus kembali berkerja yaa. Kamu jangan menangis lagi yaa sayang, Mommy sebentar lagi pulang*
*Baiklah Mommy*
Melinda merasa sangat pusing sekali ketika dia memiliki Elisabeth hubungan dengan orang tua menjadi renggang.
"Ya Tuhan, aku harus tetep menjadi seorang ibu yang sayang pada anak nya dan juga harus berbakti kepada orang tua ku juga."
Melinda terkadang dia selalu mengingat Putri Belinda di saat dia harus menghadapi sikap Elisabeth yang membuat nya sangat pusing sekali.
"Mama kangen kamu Nak, kenapa kamu harus meninggalkan Mama lebih dulu sayaaaaang. Mama sebenarnya tidak mampu untuk bisa menerima kenyataan ini."
Melinda kembali menangis ketika dia mengingat Putri Belinda dan Febrian pun kembali masuk ke ruangan karena dia mendengar suara Melinda yang sedang menangis.
"Dia pasti sedang mengingat Putri Belinda, ingin rasanya aku memberitahu semuanya tapi pasti akan membuat Melinda merasa lebih sakit karena yang tidak bisa memiliki Putri Belinda seutuhnya.".
Febrian pun mencoba untuk menenangkan perasaan Melinda dan Melinda merasa sangat tenang ketika dia berada di samping Febrian.
__ADS_1
"Kamu harus selalu tenang yaa, aku tidak mau kamu despresi karena selalu menangis dan tiba-tiba panik yang berlebih-lebihan dalam permasalahan."
Febrian menghapus air mata Melinda dan pun mencoba untuk tetap tenang kembali dia mencoba untuk tersenyum walaupun memaksa.