Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 86.


__ADS_3

Melinda mempersiapkan uang nya dia langsung mentransfer kan kepada sahabat nya tersebut, Melinda begitu sangat percaya kepada sahabatnya nya dia membiarkan sahabat nya yang mengelola bisnis tersebut.


Suster Diana pun baru mengetahui jika uang Melinda yang begitu sangat banyak sekali, dia pun merasa jika Melinda yang mulai pulih.


"Suster Diana, ayo kita mempersiapkan semuanya. Kita tinggal menunggu barang-barang yang kita pesan online segera datang tapi aku ingin bertemu dengan Ronny, aku ingin memberitahu Ronny jika aku sudah tidak mau lagi tinggal di rumah itu."


Suster Diana hanya bisa mengikuti apa yang di katakan oleh Melinda, dia pun menuju ke mobil nya.


"Aku yang akan pergi ke gedung tersebut dan kamu yang akan pergi ke rumah, bawa apa menurutmu penting."


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan Suster Diana mempersiapkan diri untuk datang ke rumah tersebut.


Tapi Melinda merasa sangat kasihan pada pegawai nya yang masih berada di rumah itu dia pun berniat untuk memberikan uang kepada pegawai nya.

__ADS_1


"Suster Diana, aku menurunkan kamu di rumah itu dan melanjutkan untuk ke gedung setelah itu aku akan menjemput mu yaa."


Suster Diana menganggukkan kepalanya dia pun sebenarnya merasa sangat sedih sekali karena harus meninggalkan rumah tersebut, begitu banyak sekali kenangan indah bersama dengan Putri Belinda di sana.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah yang dulu, Suster Diana dia langsung turun.


"Kamu hati-hati yaa Suster Diana, kamu jangan sampai merasakan sesuatu hal yang membuat tidak nyaman, jika merasakan nya langsung teriak saja atau kamu meminta satpam untuk menemani mu yaa."


Suster Diana merasa dia bisa sendiri, karena dia yang merasa sudah terbiasa dengan yang seperti itu.


"Kenapa kamu sendirian,? di mana Bu Melinda? ibu Melinda yang tidak bersama dengan kamu."


Suster Diana begitu sangat berat sekali ketika harus memberitahu semua nya kepada para pegawai yang ada di sana.

__ADS_1


"Ibu Melinda yang sudah tidak mau tinggal di rumah ini, dia yang selalu saja mengingat Putri Belinda. Ibu Melinda memutuskan untuk tinggal bersama dengan orang tua nya begitu juga dengan aku karena Bu Melinda yang masih harus mendapatkan perawatan dan meminum obat."


Suster Diana pun berjalan masuk menuju ke rumah itu, pada pegawai merasa sangat sedih sekali ketika melihat kondisi Melinda yang sampai harus despresi karena kehilangan Putri Belinda.


"Kasihan sekali Bu Melinda, dia harus sampai seperti ini. Pak Ronny yang tidak memperdulikan Bu Melinda ketika begitu sakit nya kehilangan Putri Belinda, tapi Ronny yang tidak ada di samping Bu Melinda dia dengan jahat nya mengambil semua bisnis yang mereka perjuangkan dari O."


Tangan Suster Diana yang tiba-tiba saja bergetar dia yang seperti mendengar suara tangisan anak kecil di dalam kamar.


"Astaga, sudah aku rasakan kembali kehadiran nya. Dia sedang menangis di dalam kamar."


Suster Diana pun memilih untuk tidak membuka pintu tersebut, dia menyenderkan tubuhnya di pintu kamar tersebut sambil membayangkan saat-saat indah bersama dengan Putri Belinda.


"Suster Diana sangat merindukan kamu sayang, kenapa masih saja belum siap untuk kehilangan kamu untuk selamanya."

__ADS_1


Suster Diana memejamkan mata nya sambil meneteskan air mata nya.


__ADS_2