Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 62.


__ADS_3

Toko baru Ronny mendapatkan banyak kejadian kecelakaan sehingga di berita kan di sosial media dan juga televisi.


Melinda yang melihat acara televisi itu pun dia tersenyum manis dan merasa sangat puas sekali melihat nya.


"Bagaimana ekspresi wajah Ronny ketika dia mendapatkan hadiah dari ku, hadiah yang sangat istimewa dengan tetesan darah segar di wajah foto nya."


Melinda yang sudah melihat pemberitaan tentang toko ke 7 Ronny dia pun masuk kembali ke dalam kamar nya.


Suster Diana yang hendak memberikan obat penenang kepada Melinda dia pun begitu sangat terkejut sekali ketika melihat pemberitaan tersebut.


Suster Diana mendengar suara Melinda yang sedang tertawa terbahak-bahak dia pun langsung masuk ke dalam kamar nya dan melihat Melinda yang sedang tertawa sambil melihat foto pernikahan nya bersama dengan Ronny.


"Kamu yang telah membunuh Putri Belinda, maka kamu juga harus ku musnahkan."


Suster Diana tidak berani mendekati Melinda karena dia melihat Melinda yang melirikan mata nya pada pisau di tempat buah-buah.


Melinda dengan cepat mengambil pisau tajam tersebut dan menusukkan nya pada foto suaminya.

__ADS_1


Begitu sangat bahagia nya Melinda yang melihat foto Ronny sobek dan langsung melemparkan nya.


"Aku tidak akan membiarkan nya di sukses, aku akan membuat nya bisnis nya sampai bangkrut mereka semua harus mengetahui jika Ronny itu sangat kejam dia yang sudah membunuh Putri Belinda."


Ketika melihat Melinda yang sudah melemparkan pisau nya, Suster Diana pun baru bisa memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Melinda.


Dia pun mencoba untuk mendekati Melinda walaupun sebenarnya perasaan nya sangat takut sekali.


"Bu, kita minum obat dulu yaa. Agar ibu bisa cepat sehat yaa Buu."


"Untuk aku sehat,? aku tetap tidak bisa melihat Putri Belinda. Putri Belinda tetap tidak kembali bersama ku, lebih baik aku pergi bersama dengan Putri Belinda jika aku sudah membalaskan dendam ku."


Melinda mendorong tubuh Suster Diana sampai Suster Diana terjatuh, dan dia pun menyuruh Suster Diana untuk pergi.


"Pergi dari kamar ku, aku tidak mau meminum obat lagi."


Suster Diana memilih keluar dari kamar Melinda karena dia merasa jika Melinda yang sudah di luar batas normal.

__ADS_1


Suster Diana pun mengambil pisau yang di buang oleh Melinda dia hawatir Melinda yang melukai kembali fisik nya.


Setelah membuat robek Foto suaminya, ingatan Melinda kembali pada Putri Belinda.


"Di mana Putri Belinda, aku sangat merindukan nya. Aku ingin selalu bersama dengan nya, aku tidak mau jauh dari Putri Belinda."


Melinda pun mengambil foto Putri Belinda, dia memandangi nya dengan penuh rasa sedih.


"Kembalikan Nak, ibu sangat merindukan mu. Pulang Nak pulang. Ibu ingin memeluk erat tubuh mungil mu sayaaaaang."


Melinda memeluk erat foto Putri Belinda, dia yang masih berharap jika Putri Belinda itu masih hidup.


Melinda menyimpan foto Putri Belinda di bantal nya, dia pun menyelimuti dengan selimut tebal dia berpikir agar Putri Belinda tidak kedinginan.


"Tidur yang nyenyak yaa sayaaaaang, semoga besok kamu bisa berubah menjadi manusia."


Melinda pun membaringkan tubuh di sebelah foto Putri Belinda, dia memeluk foto tersebut dan berharap keajaiban pun datang kepada nya.

__ADS_1


__ADS_2