Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *232*


__ADS_3

Elisabeth dan Melinda pun benar-benar menikmati semua proses pemotretan dan juga iklan.


Melinda merasa bahagia di saat Elisabeth juga merasa bahagia, Elisabeth yang berpikir jika dirinya akan menjadi terkenal seperti seorang artis.


"Terimakasih banyak Mommy, aku senang sekali bisa menjadi menjadi anak Mommy."


Melinda memeluk erat Elisabeth.


"Jadi anak yang baik yaa Nak, jangan membuat Mommy emosional. Mommy sayang Elisabeth selamanya."


Setelah selesai pemotretan dan juga melakukan iklan di televisi, Melinda dan Elisabeth pun langsung di datangi oleh para wartawan.


*Ibu Melinda bagaimana rasanya bisa melakukan iklan bersama dengan Elisabeth*


Aku merasa sangat senang sekali yaa, bisa melakukan ini semua bersama dengan Putri kesayangan saya.


*Bu Melinda Elisabeth itu bukan anak kandung ibu kan, apakah sedikit pun ibu tidak merasa sedih jika seandainya ibu Melinda melakukan ini semua bersama dengan Putri Belinda "


Pertanyaan wartawan membuat Melinda pun langsung terdiam dan mata nya berkaca-kaca tapi Elisabeth memegang tangan Melinda begitu sangat erat sekali seperti nya dia memberikan kekuatan kepada Melinda.

__ADS_1


Sekarang saya fokus pada Elisabeth, saya tidak mau membahas yang sudah tidak ada karena walaupun saya sampai berandai-andai Putri Belinda tetap tidak bisa hidup lagi di dunia ini.


Putri Belinda seketika dia langsung menangis mendengar perkataan Mama nya di televisi.


"Mama jahat sekali, Mama benar-benar sudah tidak sayang aku. Mama lebih memilih Elisabeth dari pada aku."


Tangisan Putri Belinda semakin kencang dan Rizal pun akhirnya mematikan televisi nya.


"Sayang, kenapa jangan menagis seperti ini sayang yaa. Sudah yaa Putri Belinda jangan lagi mengingat Mama yaa, Mama sekarang sudah bersama dengan Elisabeth."


Ronny pun yang mendengar suara tangisan Putri Belinda dia langsung menghampiri Putri nya tersebut.


"Papa, Mama jahat. Mama lebih sayang Elisabeth dari pada aku Pap, Mama sudah tidak mau lagi mengingat tentang aku."


"Sayang, ada Papa di sini yaa. Papa yang tidak akan pernah meninggalkan kamu Mama yang akan selalu sayang kamu."


Rizal merasa sangat sedih sekali dia tidak menyangka jika Melinda sampai bisa berbicara seperti itu di depan wartawan.


Ronny terus saja mencoba untuk menenangkan perasaan Putri Belinda.

__ADS_1


"Tenang yaa sayang tenang yaa, sekarang lebih baik Belinda jangan lagi ingin tahu tentang Mama yaa. Sekarang di hati Belinda hanya ada Papa yaa sayang, bukan Mama."


Putri Belinda pun menganggukkan kepalanya dia pun memilih untuk naik ke tempat tidur.


"Papa, aku ingin tidur siang saja. Agar bisa melupakan semua perkataan Mama tadi di televisi."


Ronny pun menghampiri Putri Belinda dia duduk di samping Putri Belinda, mencoba untuk membuat Putri Belinda agar bisa tidur nyenyak.


"Tidur nyenyak yaa sayang, semoga setelah kamu bangun nanti semua nya akan berubah menjadi lebih baik lagi."


Putri Belinda mencoba untuk memejamkan mata nya, dan Ronny pun mengusap-usap kepala Putri Belinda.


Sampai akhirnya Putri Belinda pun tidur nyenyak tapi Ronny yang masih melihat air mata yang masih membasahi pipinya.


Ronny mengusap dengan kedua tangan nya, dan dia pun mencium pipi tembem Putri Belinda.


"Tidur nyenyak anak ku sayang, Papa janji Papa yang akan mencintai mu menyayangi mu selamanya."


Ronny pergi meninggalkan Putri Belinda tertidur lelap di kasur nya.

__ADS_1


Ketika melihat Putri Belinda yang sendirian, Merry pun datang dia menagis ketika melihat Putri Belinda menangis.


Merry pun memegang tangan Putri Belinda dan dia pun juga berjanji akan selalu melindungi Putri Belinda di mana pun Putri Belinda berada.


__ADS_2