Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 63.


__ADS_3

Suster Diana mencoba untuk menghubungi Dokter Robby karena dia merasa jika sikap Melinda yang semakin menyeramkan sekali.


*Hallo Dokter Robby, saya Suster Diana. Saya sangat menghawatirkan kondisi Bu Melinda, dia seperti tertawa-tawa sendiri lalu menangis dan berteriak-teriak*


*Apakah Melinda pernah melukai Fisik nya*


*Ya, Bu Melinda mengiris tangan nya dengan pisau. Dia juga menusuk-nusuk foto wajah Pak Robby dengan pisau sampai sobek*


*Baiklah, besok saya akan ke sana yaa. Tolong hindari Melinda dengan benda tajam yaa*


*Baik Dokter Robby*


Suster Diana merasa sangat tenang sekali ketika dia sudah memberi tahu Dokter Robby.


Suster Diana lagi-lagi merasa ada suara hentakan kaki di kamar Putri Belinda, seperti suara anak kecil yang sedang berlari-lari.


Suster Diana yang merasa penasaran dia pun langsung membuka pintu kamar tersebut dan ternyata barang-barang milik Putri Belinda yang berantakan.


"Astaga kenapa sampai berantakan seperti ini yaa, padahal tidak ada yang masuk ke dalam kamar ini."

__ADS_1


Suster Diana pun membereskan barang-barang tersebut dia membuat nya rapih kembali.


Tempat tidur pun ikut berantakan seperti ada yang sudah tidur di kamar ini.


"Semuanya sudah beres lebih baik aku tidur di kamar tamu saja, agar kamar ini terlihat rapih."


Suster Diana berjalan menuju ke pintu tidak ada angin tiba-tiba saja pintu itu tertutup rapat.


.


Suster Diana pun sangat terkejut sekali dan dia pun langsung membalikkan badannya dia melihat ada tulisan di tembok seperti cairan darah yang segar.


Suster Diana pun merasa tidak percaya dengan apa yang sudah dia lihat dia pun memejamkan mata nya dan kembali membukanya tapi tulisan itu pun tiba-tiba saja langsung menghilang.


"Astaga, apakah aku yang sedang bermimpi. Aku melihat dengan jelas tulisan tersebut tapi kenapa tulisan itu yang tiba-tiba saja menghilang."


Suster Diana mencoba untuk membuka pintu kamar tersebut tapi pintu itu yang tiba-tiba tidak bisa di buka.


"Apakah aku sedang sakit, aku merasa sehat. Dan apakah aku yang sedang berhalusinasi? tapi aku melihat semua itu sangat nyata sekali."

__ADS_1


Suster Diana pun melangkah kaki nya ke duduk di atas tempat tidur, dan dia mencoba untuk membaringkan tubuh nya.


Suster Diana memilih memiringkan tubuhnya dan mematikan lampu kamar tersebut.


.


"Aku tidak yakin apakah aku bisa tidur nyenyak malam ini, karena sekarang aku merasakan ketakutan yang amat sangat luar biasa sekali."


Suster Diana mencoba untuk memejamkan mata nya, dia memikirkan hal yang positif tapi tiba-tiba dia merasa ada seseorang di belakang tubuh nya.


Terasa sangat dingin sekali seakan seperti angin kecil yang sedang meniup nya.


Suster Diana mencoba untuk tetap diam saja, dia tidak menggerakkan tubuhnya sama sekali.


Terasa sangat nyata tangan mungil yang sedang memeluk nya dari belakang, Suster Diana pun bertanya-tanya apakah ini adalah arwah Putri Belinda yang sedang merasakan apakah ini adalah arwah dari Putri Belinda.


Suster Diana menahan rasa ketakutan nya dia diam ketika pelukan itu semakin erat, Suster Diana merasa jika dirinya yang sedang bermimpi yang menjadi kenyataan.


Ingin rasanya dia membalikkan badannya dan melihat tangan mungil siapa yang sudah memeluk nya dari belakang ini sungguh sangat terasa nyata.

__ADS_1


__ADS_2