
Ronny dan Rizal pun keluar dari mobil mereka suasana berbeda ketika mereka berada di belakang gedung tersebut.
Rizal pun sampai memegang tangan Ronny, dia merasa sangat ketakutan sekali.
"Di mana mayat wanita itu, kenapa tidak ada di sini."
Seketika mereka berdua seperti mendengar suara anak kecil yang sedang tertawa terbahak-bahak, dan Rizal pun sampai memejamkan mata nya.
"Astaga Ronny, lebih baik kita pergi saja dari tempat ini. Aku merasa tempat ini adalah di mana para arwah-arwah itu mengumpulkan di sini."
Jika Ronny pergi dari tempat ini maka mayat pegawai wanita yang akan membusuk dan membuat para pegawai yang lain mengetahui nya.
Mereka berdua terus saja berjalan sampai menemukan mayat yang di bungkus oleh lain berwarna merah, Semakin mereka berjalan jauh semakin mereka merasa sesuatu yang tidak layak untuk di lihat.
__ADS_1
Ronny dan Rizal dengan jelas melihat anak-anak kecil yang sedang berkumpul seperti sedang bermain dengan wajah yang sangat pucat sekali.
"Lebih baik kita pergi dari sini Ronny, jangan sampai hidup kita berakhir di sini. Apa yang kita lihat bukan lah manusia tapi melainkan arwah-arwah anak kecil yang mungkin dulu mereka sudah terjadi sesuatu sebelumnya di tempat ini."
Ketika Ronny dan Rizal memperhatikan anak-anak kecil, tiba-tiba saja datang sosok anak kecil berpakaian merah menyala dengan rambut panjang tapi wajahnya tertutup oleh poinnya, dia memegang boneka Barbie yang sudah sangat kusam sekali. Ronny seperti pernah melihat boneka Barbie tersebut.
"Boneka Barbie yang kusam yang pernah di pegang oleh Melinda, kenapa ada di tangan gadis kecil itu. Apakah gadis tersebut adalah arwah dari Putri Belinda anak ku yang sudah terbunuh."
Wajah yang sangat pucat itu seketika berubah menjadi hancur dan banyak darah, Ronny dan Rizal sangat terkejut sekali ketika mereka yang ingin pergi tapi kaki mereka yang tidak bisa di gerakkan.
Gadis kecil tersebut tertawa melihat Ronny dan Rizal ketakutan dia terus saja melayang menghampiri mereka berdua dan sampai akhirnya ada tangan yang menepuk pundak mereka berdua.
Ronny dan Rizal seketika berteriak kencang sekali sambil memejamkan mata nya.
__ADS_1
"Pak Ronny dan Pak Rizal ada apa kalian berdua berada di belakang gudang ini, ini sangat kotor sekali Pak banyak nyamuk juga."
Ronny dan Rizal membuka mata nya dan melihat apa yang sebelumnya mereka lihat ternyata hanya banyak nya pohon-pohonnya saja.
Ronny dan Rizal pun memilih untuk kembali ke dalam toko nya, Ronny dan Rizal hanya bisa terdiam saja dan wajah mereka berdua yang penuh dengan keringat.
Mereka berdua masuk kembali ke dalam toko tapi ternyata tidak seperti yang mereka lihat sebelumnya toko yang ramai menjadi sedikit sepi.
Dan pandangan mata mereka berdua tertuju pada wanita yang sedang tersenyum manis di pojok sambil melambaikan tangan nya.
"Bukan kah itu adalah wanita yang sudah tidak bernyawa yang tergeletak penuh darah di lantai dua, mayat nya aku buang melalui jendela. Tapi kenapa dia bisa masih hidup dan tersenyum kepada kita berdua."
Ronny pun memilih untuk pergi kembali ke lantai dua dia ingin mengecek cctv yang ada di sana.
__ADS_1