Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (124)


__ADS_3

Melinda mulai merasa jika dirinya yang membaik dia ingin sekali besok datang ke toko nya untuk bisa segera memimpin toko tersebut.


"Aku harus bisa harus bisa aku tidak boleh menambah pekerjaan ibu, ibu juga memiliki bisnis yang harus dia kerjakan."


Melinda melihat Suster Diana yang keluar dari kamar nya, dia melihat wajah Suster Diana yang seperti tidak seperti biasanya.


"Suster Diana ada apa,? kenapa wajah mu seperti itu yaa."


Suster Diana pun menghampiri Melinda dia ingin menceritakan semuanya kepada Suster Diana.


"Saya tidak mengerti apakah ini adalah sebuah petunjuk untuk saya, tapi setiap buku itu terbuka itu seperti sebuah isyarat untuk saya."


Melinda tidak mengerti dengan perkataan Suster Diana, dia pun mencoba untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Suster Diana.


"Aku tidak mengerti apa maksud dari pembicaraan kamu itu, apakah maksud kamu buku merah kesayangan Putri Belinda?."


Suster Diana menganggukkan kepalanya.


"Iya benar sekali Bu, sekarang dia seperti meminta untuk mencari tubuh nya ? memang nya tubuh siapa yang di maksud."

__ADS_1


Melinda pun mulai berpikir dan mengingat kejadian yang terjadi di masa-masa lalu nya.


"Ketika aku berada di sini, aku tidak pernah melihat sosok wanita kecil itu selain di kamar Putri Belinda dan gedung merah yang di jadikan toko oleh Ronny dan apakah ini ada hubungan nya dengan gadis kecil itu karena aku sangat yakin sekali jika gadis kecil itu bukan arwah Putri Belinda."


Suster Diana menjadi semakin mengerti dan dia pun merasakan hal yang sama, dia yang selalu berhalusinasi jika berada di kamar Putri Belinda.


"Saya tidak mengerti apakah buku cerita tersebut menceritakan seorang anak perempuan yang bernama Merry dia yang begitu sangat kesepian sekali tapi penulis buku merah itu sudah meninggal dunia."


Melinda pun mulai memikirkan nya.


"Apakah yang di ceritakan di buku merah itu Merry yang sudah meninggal dunia juga,? dan buku merah tersebut menceritakan tentang kehidupan Merry yang kelam."


"Saya akan mencoba untuk membaca buku merah itu, saya ingin mengetahui apa sebenarnya isi dari buku merah tersebut."


Suster Diana memilih untuk kembali ke kamar nya sedangkan Melinda menuggu kedatangan Ibu nya.


"Ibu kenapa belum pulang juga yaa, apakah di toko yang terlalu ramai sehingga sangat sibuk sekali.


Melinda merasa sangat bersalah sekali dia ingin segera bisa menjadi pemimpin toko tersebut dan bersaing dengan suaminya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Regina pun pulang dengan membawa tujuh varian parfume terbaru untuk anak-anak.


"Bu, kenapa baru pulang jam segini? aku sangat menghawatirkan sekali ibu."


Melinda menghampiri Ibunya dan bersalaman.


"Ibu dan Febrian yang baru saja menyelesaikan varian terbaru Parfume Putri Belinda untuk anak-anak dan ibu membawa nya tujuh varian aroma Parfume tersebut."


Melinda pun menghirup satu persatu aroma Parfume tersebut dia merasa sangat segar sekali dan begitu sangat bangga dengan Ibu nya.


"Terimakasih banyak yaa Buu, sudah membantu usaha ku ini. Semoga saja aku bisa sukses setelah di khianati oleh suami ku sendiri."


Regina pun langsung memeluk erat tubuh Melinda.


"Kamu yang sabar yaa dan selalu semangat yaa, ibu yakin sekali bahwa kamu akan suka dengan hasil perjuangan kamu sendiri."


Melinda pun mengangguk kan kepala berkali-kali dan melepaskan pelukan erat nya.


"Besok aku akan mulai ke toko, ibu sudah tidak usah lagi pergi ke toko. Ibu bisa fokus pada bisnis ibu yang tertunda karena aku."

__ADS_1


Regina melihat keyakinan luar biasa pada Melinda dan dia pun percaya jika Melinda bisa menjadi pemimpin yang baik.


__ADS_2