Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (144)


__ADS_3

Melinda sampai di toko nya, dia pun melihat stok Parfume Belinda mulai menipis.


"Febrian seperti nya kita harus membuat stok yang lebih banyak dari sebelumnya, mereka yang ternyata lebih menyukai Belinda Parfume anak-anak."


Febrian pun mengikuti apa yang di katakan oleh Melinda.


Tidak terasa Melinda melihat jam di handphone nya yang sudah menunjukkan pukul 19:30.


"Tiga puluh menit lagi aku harus sampai di rumah menyiapkan makan malam."


Melinda pergi ke ruangan nya dia bersiap-siap untuk pulang.


"Febrian, aku pulang duluan yaa. Kamu hati-hati yaa di toko. Jika sudah selesai langsung pulang tapi jika di atas jam sembilan malam masih belum selesai lebih baik kamu tunda pekerjaan itu besok lanjutan kembali."


Melinda keluar dari ruangan dan Febrian pun memperhatikan Melinda.


"Hati-hati Ibu Melinda."


Melinda tersenyum ketika mendengar perkataan dari Febrian.


"Febrian yang begitu sangat perhatian sekali kepada ku, tapi sayaaaaang nya umur nya yang lebih muda dari ku."

__ADS_1


Melinda masuk ke dalam mobil dan dia seperti melihat ada mobil yang sedang mempersiapkan nya di belakang.


"Siapa yaa kenapa aku merasa sangat hawatir sekali, semoga saja ini hanya perasaan ku saja."


Melinda mulai menyalakan mesin mobil nya dan ternyata mobil yang ada di belakang nya pun melakukan hal yang sama.


Melinda mengeluarkan handphone, dia mencoba untuk menghubungi Febrian.


*Hallo Febrian bisakah kamu keluar sebentar saja, aku merasa ada mobil yang sedang mengikuti ku*


*Sekarang Ibu Melinda sedang berada di mana*


*Baiklah Bu saya akan segera ke sana sekarang juga*


Melinda mengakhiri panggilan telephone dan mobil tersebut pun tidak bergerak sama sekali.


"Ada apa dengan Melinda, kenapa dia tidak menjalankan mobilnya. Apakah dia sedang menunggu kedatangan seseorang."


Febrian pun akhirnya datang dan Melinda membuka pintu mobil nya, mereka berdua sengaja keluar dari mobil dan memperhatikan mobil yang berada di belakang nya.


Rizal merasa jika dirinya gagal untuk bisa mengikuti Melinda, demi ingin tahu siapa anak kecil yang bersama dengan Melinda sampai harus duduk di kursi roda.

__ADS_1


Rizal pun memilih untuk memundurkan mobilnya dia memilih keluar dari parkiran belakang.


"Begitu sangat aneh sekali bukan dengan mobil itu, untung saja aku yang menyadari nya sehingga aku bisa langsung menghubungi mu Febrian terimakasih banyak."


Melinda memandangi wajah Febrian dengan penuh perasaan dan Febrian pun merasakan nya


"Ibu Melinda harus hati-hati yaa, saya tidak mau terjadi sesuatu dengan Ibu Melinda. Karena sekarang kondisi Ibu Melinda yang sudah semakin membaik."


Febrian pun merasa salah tingkah ketika dia yang harus berlama-lama memandangi wajah Melinda.


"Kalau begitu saya kembali bekerja yaa Bu Melinda, saya pergi dulu."


Febrian meninggalkan Melinda kembali masuk ke toko nya, sedang Melinda yang masih tersenyum-senyum sendiri.


"Astaga Melinda, Febrian itu adalah asisten pribadi mu dan setatus mu juga masih punya suami. Jangan sampai berpikiran yang aneh-aneh."


Melinda masuk ke dalam mobil nya, dia merasa sudah nyaman dan langsung menyalakan mesin mobil nya.


Melinda melewati gedung parfume milik suaminya, dia pun berhenti sebentar dan membuka kaca mobil nya.


Melinda merasa akan selalu datang korban sampai suaminya mau meninggalkan gedung tersebut.

__ADS_1


__ADS_2