
Ketika Melinda yang sedang berada di rumah orang tua nya, Ronny tiba-tiba saja datang ke rumah nya.
Dia tidak melihat Suster Diana atau pun Melinda.
"Pergi ke mana yaa mereka, kenapa tidak ada di rumah."
Ronny pun langsung mencari tahu keberadaan Istri tersebut dia bertanya kepada satpam penjaga rumah nya.
"Apakah kamu melihat Bu Melinda,? dia tidak ada di dalam rumah bersama dengan Suster Diana."
Satpam tersebut pun lebih memilih untuk berkata bohong kepada Ronny.
"Mereka berdua pergi ke makam Nona Belinda, lebih baik bapak pergi saja ke sana, kasihan Nona Belinda yang pasti merindukan Bapak di sana."
Satpam tersebut sengaja berbicara seperti itu karena dia tahu jika Ronny yang sudah tidak peduli terhadap Putri Belinda atau pun Melinda.
"Baiklah saya akan pergi ke sana."
Akhirnya satpam tersebut pun bisa membuat Ronny mengikuti apa yang di katakan, Ronny dengan sangat cepat dia masuk ke dalam mobil nya.
"Sungguh sangat tega sekali yaa, anak nya meninggal tapi dia tidak peduli terhadap anak nya."
Satpam pun langsung menutup kembali gerbang rumah dia pun melanjutkan tugas nya yang lain.
Di perjalanan menuju ke makam Putri Belinda, Ronny dihantui dengan rasa bersalah, karena dia yang menyebabkan Putri Belinda meniggal.
Ronny berharap pengeluaran nya berkurang ketika dia membuat Putri Belinda tiada tapi ternyata karma nyata menghampiri nya, pengeluaran nya melebihi semuanya bahwa dia pun sebentar lagi akan kehilangan dua toko nya.
__ADS_1
"Semoga saja setelah aku datang ke makam Putri Belinda dan meminta maaf kepada nya, semua penderita ku berakhir. Bisnis ku menjadi lancar dan sukses."
Ronny pun sampai dan dia membeli bunga dan juga air mawar, Ronny berjalan menuju ke makam Putri Belinda tapi dia melihat seseorang di sana.
"Siapa wanita itu, kenapa dia berada di makam Putri Belinda. Dia bukan Melinda atau pun Suster Diana."
Ronny dengan cepat menghampiri nya, dia pun melihat wanita tersebut menangis sambil memanggil nama Melly.
Ronny pun langsung menepuk pundak wanita tersebut.
"Maaf yaa ibu ini siapa,? kenapa ada di makam anak saya dan menyebut Melly. Ini makam anak saya yang bernama Putri Belinda, kenapa ibu bisa ada di makam anak saya."
Wajah wanita itu pun terlihat sangat ketakutan sekali.
"Maafkan saya Pak, saya salah saya pikir ini adalah malam anak saya Melly."
"Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan,? jika sampai kamu menyembunyikan sesuatu maka kamu akan habis di tangan ku."
Ronny pun langsung melepaskan pelukan erat nya dan wanita tersebut pun berlari merasa sangat ketakutan sekali dengan ucapan Ronny.
Ronny pun mulai fokus pada Putri Belinda, dia melihat bunga warna-warni yang sudah duluan di taburkan. Ronny mengetahui jika bunga tersebut Melinda yang membawa nya.
Ronny menaburkan bunga mawar putih dan dia juga menyirami air mawar di makam Putri Belinda.
"Putri Belinda, maafkan Papa. Papa tahu kata maaf ini yang tidak bisa membuat kamu kembali hidup di dunia ini. Tapi Papa sungguh menyesal sekali dengan apa yang sudah Papa lakukan kepada kamu, Papa menyesal sekali harus kehilangan kamu."
Ronny memegang batu nisan Putri Belinda.
__ADS_1
"Nak, apakah kamu yang selalu menganggu Papa di gedung itu?, apakah kamu yang membuat banyak orang celaka di gedung itu. Papa mohon kepada mu sayaang hentikan lah yaa, sekarang Papa ingin sekali bisnis Papa kembali maju dan sukses."
Setelah mengungkapkan semua perasaan nya, Ronny pergi dari makam tersebut dan tiba-tiba angin yang sangat kencang sekali membuat nya langsung berlari.
Hujan petir pun tiba-tiba saja datang seperti pertanda begitu sangat murka nya Putri Belinda terhadap Papa nya.
Ronny pun langsung segera masuk ke dalam mobil nya, dan dia pun langsung berpikir jika Melinda yang pergi ke mana lagi setelah dia selesai dari makam Putri Belinda.
Ronny mencoba untuk menghubungi nomer handphone Melinda tapi tidak di jawab.
"Nomber yang nya aktif tapi kenapa dia tidak menjawab nya yaa."
Ronny pun mencoba untuk menghubungi nomer handphone Suster Diana, Suster Diana yang sedang bersama dengan orang tua Melinda dia merasa binggung ketika Ronny menelephone nya.
Suster Diana mengabaikan panggilan telephone tersebut dan meneruskan obrolannya tapi handphone tersebut membuat bising hingga akhirnya Suster Diana pun dengan sangat terpaksa menjawab panggilan telephone dari Ronny.
*Hallo Pak Ronny, ada apa yaa*
*Kamu sedang di mana dengan Melinda, saya pulang kalian berdua tidak ada di rumah*
*Untuk apa Pak Ronny menayakan Bu Melinda,? bukan kah Pak Ronny selama ini sudah tidak peduli terhadap Bu Melinda. Pak Ronny yang sibuk dengan bisnis nya dan sekarang di saat mendapatkan banyak masalah Pak Ronny datang untuk mencari Bu Melinda.*
*Saya bukan tidak peduli tapi memang sibuk sekali di kantor*
*Sudah yaa Pak Ronny, ibu Melinda sudah mengetahui semuanya. Karena orang yang membeli toko parfume yang di jual oleh Pak Ronny datang menemui Bu Melinda, sekarang saya mohon biarkan Ibu Melinda untuk beristirahat sejenak karena dia hanya selalu saja despresi di saat tinggal di rumah itu*
Dengan penuh emosi, Suster Diana mengakhiri panggilan telephone nya.
__ADS_1