
Suster Diana menuggu Melinda, dia tidak mau Melinda yang berteriak-teriak histeris lagi memangil Putri Belinda.
Suster Diana membuka lemari baju Putri Belinda.
"Seperti nya lebih baik baju-baju ini di berikan saja kepada orang-orang yang membutuhkan, karena Putri Belinda yang tidak akan hadir kembali. Kita harus bisa melupakan Putri Belinda."
Melinda terbangun dari tidurnya dia melihat Suster Diana yang sedang membuka lemari pakaian milik Putri Belinda.
"Kenapa kamu membuka lemari pakaian Putri Belinda,? apa yang akan kamu lakukan dengan pakaian itu."
Melinda pun menghampiri Suster Diana.
"Bagaimana kalau kita berikan baju-baju ini kepada anak-anak yatim di pantai asuhan, karena sayang sekali kan baju-baju ini yang masih bisa di pakai di sini kita yang hanya menyimpan nya saja."
Melinda pun hanya terdiam saja ketika Suster Diana yang mengeluarkan semua pakaian milik Putri Belinda.
"Bagaimana jika Putri Belinda kembali,? dia nanti pakai baju apa."
Melinda mengambil salah satu baju kesukaan Putri Belinda dia mencium baju tersebut.
__ADS_1
"Jika Putri Belinda kembali, kita bisa membelikan baju yang baru. Putri Belinda pasti jauh lebih senang."
Suster Diana memasukkan baju-baju tersebut ke dalam kardus, dan membiarkan baju yang di pegang oleh Melinda.
"Kalau Putri Belinda pulang, kita beli baju yang baru yaa."
Suster Diana menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Melinda.
"Sebenarnya yaa Buu saya mau memanggil satpam, untuk membantu membawakan baju-baju ini ke dalam mobil. Kita akan pergi ke panti asuhan sekarang yaa."
Suster Diana meninggalkan Melinda sendiri di kamar, dan Melinda pun melihat ke arah kaca jendela dia melihat anak kecil perempuan yang sedang melambaikan tangan kepada dirinya.
Melinda pun langsung mendekati kaca tersebut dan ternyata anak kecil perempuan menghilang begitu saja.
"Dia Putri Belinda, dia melambaikan tangan nya. Dia masih hidup, Putri Belinda masih hidup."
Suster Diana dan satpam pun mereka membawa baju yang sudah di masukkan dus oleh Suster Diana.
"Ayo Bu, kita pergi ke mobil yaa. Kita sekarang akan pergi ke pantai asuhan yaa, di sana banyak sekali anak-anak yang menunggu kedatangan kita."
__ADS_1
Melinda pun berjalan keluar kamar sambil masih memegang baju kesukaan Putri Belinda.
Melinda masuk ke dalam mobil dan pandangan tertuju kembali kepada kaca jendela kamar Putri Belinda.
Anak kecil perempuan tersebut pun melambaikan kembali tangannya pada Melinda.
Melinda pun melambaikan kembali tangannya.
Suster Diana melihat Melinda yang seperti melambaikan tangan nya ke arah jendela kamar Putri Belinda.
"Apakah anak kecil itu yang melambaikan tangan nya kepada Bu Melinda, apa yang aku lihat ternyata di lihat juga oleh Bu Melinda."
Mobil mereka melewati toko ke 7 milik suaminya Melinda, dan Melinda pun memandangi gedung yang di jadikan toko tersebut.
"Aku akan membuat nya bangkrut, dan aku akan membuat nya menyesal dengan apa yang sudah di lakukan nya kepada ku."
Melinda terlihat sangat emosional sekali dengan Ronny, dia yang begitu sangat ingin membuat usaha Ronny itu menjadi hancur.
"Bu Melinda, cepat sehat kembali yaa. Bu Melinda harus bisa membuktikan bahwa Bu Melinda lebih hebat dari Pak Ronny agar semua kembali kepada Bu Melinda."
__ADS_1
Suster Diana terus saja memandangi wajah Melinda yang sangat kusam tidak bercahaya seperti dulu.