
"Jadi?" tanya Adit setelah Lily duduk di hadapannya. Lily menenggak minumnya dengan cepat. "Kenapa kalian bisa menikah?"
Lily menunduk, bingung harus ia mulai dari mana. Adit tetap menunggu. Tangannya ia ketuk-ketukan di atas meja.
Flashback on Lily
Pada hari itu...
Stop deh Thor, biar Lily aja yang cerita!😠(Lily)
(Lah abisnya kelamaan diem bae😅!) thor.
Kalau thor cerita suka lama, dan dramatis tau gak?! 😤😤(Lily)
(Iya deh, iya. Monggo. Lanjut. Tarrriik sis... semongko ceritane 😄😄)thor
😒😒😒.
(Apa lagi?)
Itu flashback ya di off dong! ðŸ˜
(Inggih mbak yu. Wes ojo nesu-nesu!)
Flashback kemon kita pulang!
Off.
"Sebenarnya kami... anu..Umm..."
"Kenapa kalian merahasikan ini dari umum. Bahkan mas Adit dan yang lainnya gak tahu!"
__ADS_1
"Itu permintaan mas Bima." ucap Lily.
"Terus kamu, kenapa mau nikah sama Bima kan udah jelas dia udah punya istri kamu juga tahu kan?"
"Lily terpaksa mas. Lagian setelah kontrak selesai Lily juga bebas kok!" Lily menutup mulutnya dengan kedua tangan, terkejut karena dengan mudahnya ia membuka rahasia yang seharusnya ia jaga.
"Kontrak?" Adit mendekatkan dirinya ke arah meja, matanya menyipit meminta penjelasan lebih.
"Kontrak apa?"
"Hehe bukan. Lily salah ngomong!" ucap Lily salah tingkah.
"Kamu punya hutang yang gak bisa kamu bayar, Ly. Terus mau nikah kontrak buat bayar hutang itu? Berapa hutang kamu biar mas Adit yang bayar kan. Seratus. Dua ratus.Lima ratus juta? Mas Adit akan bayar. Biar kamu terbebas dari Bima sialan itu." ucap Adit penuh emosi. "Gak nyangka gue, ternyata yang selama ini gue kira setia sama pasangannya bisa main perempuan juga!" senyum Adit penuh ejekan.
"Eh, bukan! Ih mas Adit kebanyakan baca novel nikah kontrak nih. Apa! Lily gak punya hutang sebanyak itu kok! Lily cuma punya hutang satu juta sama Yeni itu juga udah di bayar kok pas kemarin Lily dapet bonus lemburan!" protes Lily.
Kening Adit mengkerut bingung. "Terus kenapa?"
"Tapi gak bisa gitu dong. Tetap disini kamu yang di rugikan, Ly." Lily menunduk.
"Enggak kok mas. Lily gak ngerasa rugi, selama mas Bima juga gak nyentuh Lily. Lily ngerasa hutang budi sama mbak Dena. Dia udah nyelamatin Lily saat hanyut di sungai."
"Lalu soal Dena ingin kamu punya anak?" tanya Adit lagi.
"Soal itu, mas Bima yang akan urus. Lagian kemarin Lily udah ngajuin buat batalin semua perjanjian ini. Dan mas Bima akan cari cara supaya mbak Dena mau lepasin Lily."
"Jadi Dena gak tahu soal perjanjian kalian?" Lily menggelengkan kepalanya. Adit terkekeh pelan. Pandangannya ia alihkan ke arah lain. Ia merasa lucu karena tidak menyangka cerita Lily seperti sebuah novel saja.
"Hahh. Pantes aja si Bima kayak gak suka kalau aku deketin kamu. Ternyata ini alasannya." ucap Adit saat teringat sikap Bima selama ini.
Mereka lalu terdiam cukup lama.
__ADS_1
"Mas Adit sekarang pasti benci sama Lily kan?" Lirih Lily. "Maaf, karena sudah bohong sama kalian."
"Ya sudahlah. Lagian ini juga sudah terjadi." Adit pasrah, mencoba menerima, tapi dalam hatinya yang paling dalam dia merasa senang karena ternyata masih terbuka jalan baginya untuk mendapatkan cinta Lily.
Perut Adit berbunyi nyaring. Lily mengangkat kepalanya dan tersenyum melihat Adit yang sudah meringis karena lapar.
"Mas Adit lapar?" Adit mengangguk, karena belum makan malam.
"Makan kue aja ya. Stok bahan makanan Lily habis. Belum belanja." ucap Lily lalu bangkit mendekat ke arah kulkas.
"Cihh. Suami macam apa tuh si Bima. Sampe stok makanan habis gitu?" lagi, Adit mengejek Bima yang nyatanya orang yang di ejeknya sedang damai dalam tidurnya.
"Mas Bima kasih uang belanja kok. Tapi emang Lily belum ada waktu buat ke super market." Bela Lily, yang memang benar pada kenyataannya seperti itu.
Adit memandang kue ulangtahun yang baru sampai di hadapannya, bertuliskan nama UNA dengan angka dua dan empat. Kue itu baru terpotong hampir setengah. Untuk sarapan Lily dan untuk pak Dani tadi pagi.
"Kamu ulangtahun?" Lily mengangguk.
"Kok Una?" tanya Adit heran, 'Ah nama Una gak cuma satu kan?!' monolog Adit.
"Itu nama panggilan Lily waktu kecil. Aruna. Ibu sama bapak panggil Una jadinya." senyum Lily. Adit memotong kue dengan tangannya sendiri dan sengaja mengambil yang ada tulisan nama Una untuknya.
"Aku ambil nama kamu biar nyasar ke hati aku! Disimpan disini selamanya!" ucap Adit sambil memegang dadanya, senyum menggoda ia tampilkan di wajah manisnya.
"Ih mas Adit gombal!"
Mereka pun menikmati kue tersebut dan menyisakan sepotong karena sudah kenyang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hwaaaaa😆😆😆 gak nyangka nih udah bab seratus aja. thor ngerasa terharu dan ingin nangis 😢😖😖ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜. Akhirnya thor bisa juga bikin cerita sampe sejauh ini. Dan terimakasih buat yang udah setia ikutin cerita Bily ini. Doain semoga thor bisa lanjutin cerita ini sampe tamat ya. Mudah-mudahan thor gak bingung nentuin cerita akhir Bily ini.
__ADS_1
Makasih buat para Readers yang setia. Love U all 😘😘😘