Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
Extra part. Baby Rama


__ADS_3

Suara tangis bayi menggema di dalam ruangan sebuah kamar rumah sakit. Bayi laki-laki yang baru berusia tiga hari itu menggeliat pelan. Beratnya 3,2 kg, dengan panjang lima puluh senti meter saat di lahirkan.


Mulutnya terbuka lebar, wajahnya semakin merah. Tangisnya semakin keras. Lily duduk di atas ranjang rumah sakit dan menimang-nimang bayi itu agar diam.


"Sayang, cup, cup. Kamu lapar ya?"


Tapi bayi itu tetap saja menangis dan tidak mau diam sebelum mendapatkan apa yang dia mau.


Bima datang mendekat ke arah sang istri. Dia mengelus kepala bayi itu dengan sayang dan mengecupnya.


"Gak mau diem ya?"


"Iya nih, mas." ucap Lily lalu kembali menimang bayi itu dengan sayang.


Santi baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dia baru saja selesai mandi dengan cepat saat mendengar suara tangis bayi yang di gendong Lily. Santi merasa khawatir dan segera mendekat.


"Nangis ya mbak?" tanya Santi.


"Iya, kayaknya dia haus! Ini." Lily menyerahkan bayi itu pada sang ibu. Bima menyingkir dan memilih duduk di sofa. Lily beranjak dari atas brankar dan membiarkan Santi naik ke atas ranjangnya untuk menyusui buah hatinya.

__ADS_1


Segera setelah Santi membuka kancing bajunya dan mengeluarkan buah dadanya, bayi itu menyedot isi di dalamnya dengan sangat rakus hingga Santi sedikit meringis merasakan perih di ujung dadanya tersebut.


Beruntung Santi memiliki ASI yang berlimpah hingga dia tidak sadar dada sebelah kiri yang tidak di sedot mengeluarkan tetesan air yang cukup deras hingga bajunya basah.


Lily senang melihat putra dari mantan asistennya ini, setelah tiga tahun menikah akhirnya Santi mendapatkan juga apa ia inginkan. Dari pernikahannya dengan Wahyu, Santi pernah mengandung tapi keguguran karena terpeleset saat hendak mengantarkan makan siang ke ladang, tanah becek meninggalkan bekas yang kentara saat itu, membuat tanah menjadi licin.


"Aduhh dia kuat banget mim*knya." Lily merasa gemas. Jika melihat bayi rasanya dia juga ingin punya lagi, dan lagi, bayi itu sangat lucu dan menggemaskan. Tapi saat sudah beranjak besar, uuhhh! Lelah sekali!


Selesai di beri ASI baby Rama di tidurkan di dalam boks bayi. Santi kembali ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.


Lily mendekat ke arah sang suami duduk. Bima sedang mengecek pekerjaan dari hpnya. Lily duduk di dekat Bima, Bima melingkarkan tangannya di pundak Lily. Mata Lily tidak ia alihkan dari boks bayi dimana baby Rama sedang tidur.


Bima yang sadar sang istri hanya diam, mendekatkan wajahnya ke pipi sang istri.


Lily terkejut.


"Ih, mas. Apaan sih?!" seru Lily mengelap kasar pipinya.


"Habisnya kamu serius banget lihatin baby Rama!" Bima tersenyum melihat wajah kesal Lily. Lalu...

__ADS_1


"Lucu." ucap Lily manja dengan wajah imutnya.


Ah ya ampun padahal umur mereka sudah tidak muda lagi! 😒


"Ya habisnya gimana, udah rajin bikin, udah kayak minum obat aja tiga kali sehari masih belum 'ting' juga!" ucap Bima lalu segera memasang mode khasnya. "Tambah dosis gitu, jadi satu kali lima? Atau satu kali enam?" ucapnya sambil menaik turunkan alisnya dengan cepat.


Lily menjauhkan dirinya.


"Kamu mau bikin aku gak bisa bangun, mas? Eling, mas, Eling! umur kamu itu udah gak muda lagi? Kamu itu udah tua!" ucap Lily gemas sambil mencubit kedua pipi Bima.


"Aku masih muda! Lihat saja, orang bilang umur aku baru tiga lima malahan!" ucap Bima bangga.


"Iya, kamu kelihatan muda terus karena push up di atas aku. Lah aku? Aku kelihatan tua karena kamu genjot terus tiap malam!" ucap Lily kesal.


"Kalau begitu mulai nanti malam kamu yang olah raga ya. Aku mau jadi pohon pisang tumbang aja!" ucap Bima dengan senyuman jahatnya. Lily memutar bola mata malas.


.


.

__ADS_1


...


Ya ampun mas Bimbim 🤦!


__ADS_2