Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 65


__ADS_3

"Kayaknya semalam aku tidur di...ruang tv." ujar Lily pelan seraya berfikir. "Kok bisa ada disini?" masih bingung dia!


"Kamu gak ingat kalau kamu tidur sambil jalan?" ucap Bima kesal seraya bangkit dari lantai masih sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing. Lily tidak sengaja menatap sesuatu yang mencuat dari balik bokser milik Bima. Lalu memalingkan wajahnya ke arah lain untuk menetralkan detak jantungnya.


"Awas!" usir Bima dengan menarik selimut dari tubuh Lily. Dia kembali merebahkan dirinya menelungkup di atas kasur.


"Eh?" Lily bingung.


Bima mendongakan wajahnya, menatap Lily yang masih duduk mematung di sampingnya. "Kamu mau nemenin aku tidur lagi?" ucap Bima dengan senyum smirk-nya.


Lily segera beranjak dari tempat tidur Bima dengan segera. Lily sangat takut jika akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Eh, padahal Lily pengen ding!😅


Lily segera beranjak untuk turun, tapi sebelah kakinya terbelit selimut hingga menyebabkan Lily terjatuh di bawah kasur.


"Awww!!" teriak Lily membuat Bima terkejut dan dengan cepat bangun dari pembaringannya.


"Hahaha!"

__ADS_1


Lily kesal karena Bima bukannya menolong malah menertawakan dirinya.


Eh. Bima tertawa?


Baru kali ini Lily melihat lelaki ini tertawa dengan sangat lepas. Menambah kadar ketampanannya beribu-ribu kali lipat!


"Haha. Itu balasannya karena udah nendang aku tadi. Haha!" Bima masih tertawa sambil memegangi perutnya dengan kedua tangannya. Wajah Lily yang memberengut terasa lucu dengan rambut yang acak-acakan setengah menutupi wajahnya, membuat Bima tidak bisa berhenti tertawa hingga ia merasa sakit di perutnya.


Plakkk!!


'Apa Lily baru saja melempar aku dengan sandal?!'


Bima murka dan segera bangun dari tidurnya, sedangkan Lily yang melihat Bima bangun segera membebaskan kakinya dari selimut dan melarikan diri. Tapi terlambat sebelum Lily berhasil mencapai pintu Bima sudah menariknya dan memeluknya dari belakang lalu mengangkat tubuh Lily dengan mudahnya.


Lily berontak dan berteriak, kakinya menendang-nendang ke udara, kedua tangannya bergerak memukul tangan Bima yang masih setia memeluk perutnya. Tapi Bima tidak mudah melepaskannya.


Bima melemparkan Lily ke atas ranjang dan segera mengunci pergerakan Lily dengan menindih tubuhnya, mencengkeram kedua tangan Lily di atas kepala.

__ADS_1


"Mas. Lepasin! mau apa kamu?" takut Lily saat melihat sorot mata Bima yang berbeda dari biasanya. Apa Bima marah? Ya ampun bagaimana tidak marah kalau di lempar sandal?


Bima hanya tersenyum. Senyum devil yang membuat Lily menyesal karena sudah membangunkan macan yang sedang tidur.


"Beraninya kamu lempar aku pakai sandal, huhh?!" ucap Bima dengan nada yang menyeramkan.


"Aku akan buat perhitungan sama kamu!" suara Bima menggelegar di dalam ruangan membuat Lily semakin ketakutan.


"Maaf mas, maafin aku. Aku gak sengaja." ucap Lily masih berusaha berontak, nafasnya terengah, tapi tenaga Bima terlalu kuat untuknya yang hanya seorang gadis dengan tubuh kecil.


Bima masih menyeringai, tersenyum dengan satu sudut bibir nya yang terangkat, membuat Lily kemudian terpesona.


Matanya, hidungnya, senyumnya. Ya Tuhan. Nikmat mana lagi yang kau dustakan, Ly? Bisa sedekat ini dengan orang yang kamu suka? Dan sorot matanya, kenapa begitu hangat? Jauh di dalam sana rasanya seperti Lily sudah mengenal Bima jauh sebelum ini, sebelum Lily bekerja di perusahaan Bima. Atau apakah mungkin karena pertemuan mereka yang terbilang setiap hari di kantor dan dua minggu dalam satu bulan?


Entahlah!


Lily memejamkan matanya saat Bima semakin mendekat kan wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2