
Bima tak bisa berhenti tersenyum, Lily pun sama dia hanya tertunduk malu melihat jari-jari tangannya sendiri di atas pangkuannya.
"Aku senang banget. Akhirnya hari ini tiba." Ucap Bima meletakan hiasan terakhir dari rambut Lily ke atas meja. Melepaskan sanggul di rambut istrinya hingga rambut Lily kembali terggerai indah.
Bima mencondongkan tubuhnya dan memeluk Lily dari belakang, menyimpan dagunya di bahu kanan Lily, satu tangan menopang tubuhnya dan satu tangan lagi melingkari leher Lily.
"Sayang. Panggil aku sayang mulai dari sekarang! Setiap hari. Setiap waktu. Dimanapun. Kapanpun!" Lily tersenyum malu. Pipi meronanya semakin merona.
"Kenapa diem, huhh?" tanya Bima.
"Enggak! cuma gak pantes aja kalau panggil sayang nanti Yumna ikut-ikutan lagi."
"Ah ya ampun! Aku lupa anak kita!"
"Kamu lupain anak sendiri?" Lily meradang.
"Serasa pengantin baru! hehe." Bima terkekeh malu. "Emang kita pengantin baru!" ucapnya lagi membenarkan.
"Mas. Aku bahagia." ucap Lily sambil mengusap pipi Bima.
"Kamu panggil aku 'mas'? Enggak sayang. Panggil aku 'saaaa-yang'."
"Ih enggak! Geli mau ngucapnya juga!"
"Kok geli?" kening Bima mengkerut. "Kalo geli tuh gini!" Bima menggelitik istrinya di pinggang dan ketiak, membuat Lily tertawa dan menjerit meminta di lepaskan.
"Mas...udah...stop...geli ih... Gak kuat.. Masss!!!"
Bima tidak mendengarkan malah ia mengangkat Lily dan melemparnya ke atas kasur. Dengan seringaian nakalnya Bima melakukan aksinya lagi. Menggelitik Lily hingga Lily menangis karena banyak tertawa.
"Ahhaa ha... Mas ..stop! Aku ...ahaa ..aku gak..kuat.. akhaaa haa"
Bima berhenti dan sengaja menjatuhkan dirinya tepat di atas tubuh Lily. Menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Lily.
__ADS_1
Nafas Lily terengah, lelah karena perlakuan suaminya tadi. Dadanya naik turun.
Bima tersenyum menatap keindahan yang berada di bawahnya.
Cup.
Satu kecupan mendarat di dahi Lily. Lily menutup matanya merasakan hangat bibir Bima di atas sana.
"Mas!" Bima mengangkat wajahnya menatap wajah Lily lamat-lamat.
"Hemm?"
"Aku bahagia." Lily mengalungkan kedua tangannya di leher Bima.
"Aku juga."
"Trimakasih."
"Aku yang harus berterima kasih, karena kamu udah mau nerima aku lagi."
"Cuma karena aku papanya Yumna?"
Lily menggelengkan kepalanya.
"Karena aku juga sayang kamu!"
"Gak cinta?" tanya Bima.
Lagi Lily menggelengkan kepalanya.
"Kita bukan ABG. Cinta itu cuma sesaat!"
Bima tersenyum bahagia lalu mengangguk membenarkan.
__ADS_1
"Aku juga, cinta dan saaa-yaaaang sama kamu"
Cup.
Cup.
Cup.
Bima mencium seluruh wajah istrinya yang sudah bersih dari sisa make up. Lily mengeratkan pelukannya pada Bima, tidak ada jarak lagi di antara mereka. Bima mencium pundak Lily, aroma mawar yang selama ini sangat ia rindukan.
Bima melanjutkan aktifitasnya. Aroma mawar membuatnya mabuk kepayang. Bima menciumi pundak lalu menuju leher Lily.
Tubuh Lily meremang, tubuhnya terasa panas serasa darahnya bergejolak. Lily melengkungkan tubuhnya ke atas saat tangan Bima sudah menelusup ke dalam baju nya.
Entah sejak kapan kancing kebaya nya sudah terlepas sebagian hingga dalaman berwarna putih berenda milik Lily terlihat dengan jelas. Tangan Bima dengan lincah bermain di atas sana. Menggoda gundukan kenyal milik Lily yang masih tertutup penghalang, hingga si empunya tak bisa menahan lenguhannya yang malah terdengar seksi di telinga Bima.
Bima menyeringai saat melihat reaksi istrinya, ciumannya mulai turun ke tulang selangka milik sang istri, siap untuk turun lebih jauh lagi menuju gundukan kenyal yang sangat menggoda.
"Ohh! Sialan kalian!!"
Bima dan Lily terlonjak kaget saat mendengar suara seseorang yang tiba-tiba masuk. Mereka refleks duduk. Sofia berkacak pinggang di depan pintu yang masih terbuka.
"Aku tahu kalian pengantin baru dan tidak ingin menunda aksi panas kalian! Tapi bisakah kalian turun ke bawah? Aku lapar dan hampir mati kelaparan menunggu kalian turun!"
"Sof! Pelankan suaramu. Kamu bisa membuat semua orang di rumah ini dengar teriakan kamu!" Ucap Bima kesal.
"Gue gak dengeeer!!!!" suara lain terdengar berteriak sambil terbahak dari luar kamar. Adit!
Bima terlihat sangat kesal, dan Lily terlihat sangat malu.
GAGAL!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Maaf kalau bahasa Sofia di buat kasar dan kurang sopan. Harap maklum saja Sofia setengah bule 😅😅🙏🏻🙏🏻