Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 182


__ADS_3

Azka terkesima melihat wanita yang baru saja duduk di sampingnya. Lily semakin terlihat cantik, wajahnya terlihat berseri dengan pipi yang merona, tapi bukan karena blush on. Itu murni warna pipi Lily yang merona malu.


Lily menyambut tangan Azka untuk di salimi, dan Lily menunduk malu saat Azka mencium keningnya. Suara riuh terdengar dari tamu yang hadir.


Setelah akad, mereka langsung mengadakan resepsi di tempat yang sama. Ballroom hotel di sulap menjadi tempat yang indah dengan nuansa putih dan pink. Warna kesukaan Azka dan Lily.


Lily terkesima dengan apa yang dia lihat, dan tidak menyangka bahwa ia akan menjadi ratu sehari. Sebelumnya dengan Bima ia hanya melakukan akad nikah sederhana saja. Tidak ada perayaan mewah seperti ini.


"Kenapa, istriku?" tanya Azka membuat pipi Lily semakin merona, panggilan istriku membuat perasaan Lily tidak karuan.


"Gak ada, mas. Lily cuma bahagia. Trimakasih!" ucap Lily. Azka menghapus lelehan air dari mata istrinya.


"Kalau begitu panggil aku dengan sebutan suamiku? atau sayangku?" goda Azka membuat Lily semakin merona malu.


"Cieee, pengantin baru mah, kalau mau goda-goda nanti malam, kasihan kalau sekarang! Gak bisa langsung ..hihi..." Dasar Nila! datang di waktu yang tidak tepat, membuat sepasang pengantin itu merah mukanya.


Nila tersenyum meringis sambil mengangkat dua jarinya. "Sorry bos." ucap Nila pada Azka.


"Selamat ya pak bos semoga bahagia sampe kakek nenek." ucap Nila sambil mengulurkan tangannya pada Azka.


Azka menyambut uluran tangan Nila. "Trimakasih. Kenapa kamu sendirian? Gak bawa pasangan?" Nila mendengus kesal, nada suara bosnya ini terdengar seperti mengejek apalagi bibirnya tersenyum miring. Fix memang benar mengejek!


"Pasangan Nila mah masih di tengah laut pak." ucapnya sambil menarik tangannya kembali.


"Loh, calon kamu seorang pelaut?" tanya Azka.


"Bukan sih, tapi kalau dia mau deketin Nila, harus berjuang ngalahin ombak biar sampai di daratan kan? haha." Nila tertawa garing di sambut oleh tawa renyah Lily dan Azka.


"Selamat sayang," kini gantian Nila memeluk Lily dengan erat."..akhirnya.." Lily mengangguk dengan senyuman lebar.


"Padahal Lily kira mbak Nila akan datang sama seseorang!"


"Siapa?"


"Ya siapa aja. Bisa..." perkataan mereka terpotong saat seorang wanita dengan gaun seksi mendekat ke arah Azka.


"Selamat ya Ka, kamu udah berhasil patahin hati aku sekarang!" Sasha menarik tangan Azka dan mencium pipi Azka kanan dan kiri.


"Itu siapa, Ly?" bisik Nila pada Lily.

__ADS_1


"Mantan tunangan mas Azka." lirih Lily. Hatinya terasa tercubit sedikit tidak rela suaminya di peluk mesra oleh wanita lain. Azka hanya bergeming di tempatnya. Sasha kemudian beralih padanya.


"Selamat, Lily. Kamu sudah berhasil menikah dengan Azka, tapi itu tidak akan lama." senyum smirk nya tercetak jelas di wajah Sasha.


"Maksud kamu?" tanya Lily.


"Ya, kita lihat saja nanti!" ucap Sasha lalu pergi dari sana meninggalkan tanda tanya yang besar pada diri Lily dan juga Nila.


"Jangan dengarkan dia sayang, dia hanya gak suka kita sama-sama." Lily mengangguk meski dalam hatinya merasa takut. Sasha terlihat seperti wanita yang terobsesi. Lily merasa lemas, dia lalu duduk di atas pelaminan. Nila memberikan minuman pada Lily.


Lalu datang Adit dengan menggendong Yumna.


"Siapa dia?"


"Hanya masa lalu mas Azka, mas."


"Aku gak ngundang dia Dit! Tapi kenapa dia bisa datang?" pertanyaan pada dirinya sendiri. Azka mengusap jemari tangan Lily, tapi pandangannya ke arah pintu keluar meski Sasha sudah tidak terlihat lagi disana. Pandangan marah Azka pada Sasha!


*


Acara sudah selesai pada malam hari. Para tamu undangan sudah pulang, menyisakan kedua mempelai dan keluarganya yang akan bermalam di hotel tempat perayaan.


"Ciee, jangan lupa ya, buatkan mas Adit keponakan yang bisa mas ajak buat main bola!" ucap Adit lalu setengah berlari ketika Lily akan menimpuknya dengan heels yang ia pakai tadi, dan segera masuk ke kamar setelah sebelumnya menjulurkan lidah pada Lily dan juga Azka yang hanya tersenyum menahan malu.


Lily masuk ke dalam kamar hotel dan terkesima dengan dekor yang sudah mereka siapkan. Ranjang dengan banyak kelopak bunga mawar berbentuk hati. Dan di lantai juga berserakan bunga mawar di seluruh lantai. Tak lupa balon-balon berwarna pink dan putih. Dan ada satu balon besar bertuliskan I LOVE YOU disana.


Lily menutup mulutnya yang menganga.


"Mas, cantik sekali!" seru Lily. Azka hanya tersenyum, lalu menarik tangan Lily untuk masuk ke dalam kamar.


Azka juga membawa Lily ke tepi jendela, lalu menunjuk ke arah bawah.


"Mas." mata Lily berkaca-kaca ketika melihat di sana dengan sengaja di susun lampu dengan sedemikian rupa bertuliskan 'I LOVE YOU, LILY' dengan hiasan yang tak kalah cantiknya. Azka sengaja memilih kamar di lantai sepuluh setelah berkonfirmasi dengan pihak hotel dengan yang mereka rencanakan.


Azka berdiri menghadap Lily, dan memutar tubuh Lily hingga mereka saling berhadapan. Mengambil tangan Lily dan mencium keduanya bergantian dengan penuh cinta.


"Lily. Mas tahu selama ini kamu masih belum bisa terima mas Azka sepenuhnya, tapi mas janji, mas akan buat kamu jatuh cinta lagi. Mas akan berusaha bahagiakan kamu dan Yumna." Lagi, Azka mencium tangan Lily lalu berlanjut ke kening Lily.


Lily menutup matanya, mencoba untuk menanam benih cinta yang mungkin akan sulit baginya.

__ADS_1


Meskipun ragu, Lily melingkarkan tangannya ke pinggang Azka. Azka menatap mata Lily dalam-dalam.


"Aku akan coba buat cinta sama kamu, mas. Lily akan berusaha. Trimakasih, mas udah gak putus asa berjuang untuk tetap mencintai Lily." Azka mengangguk. Tangannya bergetar merengkuh wajah Lily dalam kedua genggamannya.


Lily kembali menutup matanya, dia faham jika Azka menginginkan dirinya.


Suara ketukan di pintu terdengar saat mereka hampir saja berciuman, malah semakin lama semakin terdengar seperti di pukul bertubi-tubi dari luar. Lily dan Azka menoleh bersamaan.


Terdengar lagi dan semakin kencang.


"Ada apa ya mas?" Azka menggeleng.


"Gak tahu!" lalu keduanya setengah berlari ke arah pintu.


"Mamaaaa..." Yumna menghambur ke kaki Lily setelah Lily membuka pintu, terlihat mama Puspa yang merasa tidak enak raut mukanya. Yumna menangis sesegukan hingga terbatuk-batuk.


"Yumna kenapa sayang?" Lily berjongkok menyetarakan tinggi Yumna, Yumna langsung memeluk leher Lily dengan erat. Lily mengangkat Yumna dalam gendongannya.


"Ada apa, ma?" tanya Azka yang juga khawatir, Lily mengusap punggung Yumna dengan lembut, mencoba menenangkan putrinya.


"Yumna kayaknya mimpi barusan, trus nangis, gak bisa di bujuk pake apapun." mama Puspa merasa tidak enak pada pasangan pengantin baru ini.


"Yuma...Yuma...hiks..." suara Yumna tercekat, gadis cilik itu masih belum lancar menyebutkan namanya sendiri.


"Yuma mau bobo sama mama sama papa, hwaaa....hikss....hu..." akhirnya suara gadis cilik itu keluar juga. Menangis tersedu sambil mengucek matanya.


"Ssttt, udah ya sayang jangan nangis lagi. Iya. Yumna bobo sama mama dan papa. Diem ya nak!" bujuk Lily pada Yumna, Azka tersenyum lalu mencium pucuk kepala Yumna dengan sayang.


"Yumna mau bobo sama papa?" tanya Azka, lalu mengambil alih Yumna pada gendongannya, Yumna tidak menolak, dia lalu melingkarkan lengan kecilnya di leher Azka.


"Lebih baik Yumna sama mama aja, sama nenek yuk sayang!" ajak Mama Puspa. Yumna semakin mengeratkan pelukannya


"Gak pa-pa, ma. Mama istirahat aja. Mama pasti capek dari tadi jagain Yumna." ucap Lily.


"Iya, mama istirahat aja..." sambung Azka. "...biar Yumna naik pesawat sampai ke kasur. Ayoooo!!" Azka mengangkat tubuh Yumna tinggi-tinggi membuat gadis kecil itu mengganti tangisnya dengan tawa, lalu menidurkannya di kasur dan menggelitiknya hingga terdengar tawa yang membahana dari keduanya.


Lily tersenyum bahagia. Mama Puspa tetap merasa tidak enak.


"Mama istirahat aja. Mas Azka juga kayaknya gak keberatan Yumna tidur disini." akhirnya setelah paksaan dari Lily, mama Puspa kembali ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2