
Lily berjalan keluar dari kamar dia sudah siap dengan memakai baju batik. Rambutnya di ikat di belakang. Sepatu flat berwarna hitam, sama dengan tas tangannya.
Tak lama Bima keluar dari dalam kamar dengan batik yang sama.
"Mas susul Yumna gih!" titah Lily. Bima melangkah baru beberapa langkah, tapi terhenti karena Yumna dan Santi sudah berada di tangga. Yumna dengan cepat berlari ke arah kedua orangtuanya. Mereka bertiga memakai batik yang sama. Khusus untuk acara hari ini.
Hari ini adalah hari pernikahan Roman dan Nila. Akan di adakan di sebuah balroom hotel ternama.
"Siap?" taya Bima.
Lily dan Yumna serempak menjawab. "SIAAAPP!!"
Mereka pun segera pergi dengan menggunakan mobil. Yumna terus mengoceh senang karena dirinya akan bertemu dengan sang bunda.
Hampir tiga puluh menit mereka sudah sampai di tempat tujuan. Akad dan resepsi sudah di lakukan di Surabaya tiga hari yang lalu dan hari ini di resepsi ulang di adakan pada siang hari di Jakarta.
Tamu sudah berdatangan sedari tadi. Suasana di sana sangat ramai. Para tamu undangan menatap Bima dan keluarga kecilnya dengan tatapan heran. Pasalnya acara ini bertemakan jas dan gaun malam. Sedangkan Bima dan keluarganya satu-satunya yang memakai baju batik berwarna cerah.
Lily berjalan dengan elegan tidak peduli dengam keadaan perut buncitnya yang sangat kentara. Bima memegangi tangan Lily. Mereka berjalan dengan pelan.
__ADS_1
Yoga datang bersama anak istrinya, dan segera menghampiri ketiga orang itu.
"Hei apa kabar?" Yoga bertos ria dengan Bima, begitu juga dengan Lily dan Wanda. Yumna dan Aldy saling menatap dengan malu-malu kucing.
"Baik. Adit belum dateng?" Yoga mengangkat kedua bahunya tinggi-tinggi.
"Elo yang sepupunya kenapa tanya sama gue?" Ujar Yoga. Bima tersenyum malu.
"Kadang gue lupa kalau dia sepupu gue!" Ucap Bima lalu mendapatkan cubitan keras di perutnya. Bima mengelus perutnya yang terasa panas dan menatap sang istri yang sedang melotot padanya.
"Hehe, ayang. Sakit." keluh Bima.
"Hehe, habisnya punya kakak sepupu ngeselin!" ucap Bima.
Tak lama yang di bicarakan datang. Adit bersama Celia, tanpa baby Alfa. Mereka bersalaman dan berpelukan singkat.
"Anak elo gak di bawa?" tanya Bima pada Adit.
"Enggak, takut gak nyaman di bawa ke tempat rame kayak gini. Lagian kita juga gak akan lama, udah ketemu si Roman pulang lagi."
__ADS_1
Adit melihat Bima dan Lily bergantian, Yumna juga tak luput dari pandangannya. "Gak nyambung banget sih, ini kan resepsi temanya jas sama gaun, napa elo pake batik? Mau kondangan pak RT?" sindir Adit pada Bima. Yoga tersenyum geli. Celia menyikut perut suaminya hingga Adit meringis kesakitan.
"Lily yang pilih, gue mah sih tinggal pake." ucap Bima malu juga karena pakaiannya memang di luar dari tema pesta.
"Maklum Bim, Adit mah gak tau yang namanya ngidam!" ucap Celia sambil melotot pada Adit. Adit hanya menyengir ria.
"Ayo. Kita gak bisa lama disini, takut baby Al nangis di rumah." ucap Celia menarik tangan Adit. Lalu berpamitan pada Bima dan Yoga.
"Ayo kita juga kesana. Nanti keburu rame, kamu cape lagi." Ajak Bima. Lily mengangguk.
Mereka berjalan menuju ke pelaminan bersama-sama.
Roman dan Nila sedang berdiri di atas panggung pelaminan. Roman terlihat gagah dengan setelan jas berwarna krem senada dengan Nila gaun krem cantik yang terlihat pas di tubuhnya. Nila terlihat sangat cantik.
Lily dan Nila berpelukan. Nila terharu melihat Lily dengan perut buncitnya. Tak lupa juga dia memeluk Yumna dan menggendongnya.
"Yumna, sama ayah Roman yuk!" Roman membujuk Yumna dengan wajah yang di buat imut. Yumna menggeleng malah semakin erat memeluk Nila.
"Gak mau. Yuma takut!" Roman lesu mendengarnya. Bima, dan yang lainnya terkekeh mendengar Yumna.
__ADS_1