
Lily sedang berada di kamarnya. Seharian tadi dia bersama Bima dan Yumna sudah mencari keperluan baby dari siang hingga sore hari. Lily sangat bahagia sekali di kehamilan kali ini Bima selalu mendampinginya. Bahkan Bima sangat antusias sekali, Bima yang lebih banyak memilih pakaian dan keperlun untuk bayi mereka.
Bima datang menghampiri Lily yang sedang menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang. Di samping Lily ada Yumna yang tengah tertidur pulas.
Perut Lily yang semakin besar membuat dia cepat kelelahan. Aneh, padahal waktu hamil Yumna dia sangat bersemangat sekali bahkan masih bisa bekerja, tapi di kehamilan ini dia sangat mudah lelah dan lapar.
Bima duduk di tepi ranjang, menyerahkan segelas susu pada Lily.
"Terimakasih." Lily menerima gelas itu lalu meminumnya.
"Capek ya."
"Lumayan." Lily menyimpan gelas yang sudah kosong di atas nakas.
"Tadi kan aku udah bilang kamu gak usah ikut. Biar aku sama mama."
Lily mengerucutkan bibirnya. "Aku juga mau belanja keperluan baby mas."
"Iya, tapi sekarang, kamu capek kan?!" Bima menaikan kedua kakinya ke atas ranjang duduk bersila, dan mengambil kedua kaki Lily yang bengkak ke atas pangkuannya. Dipijitnya kaki itu perlahan. Lily tersenyum senang.
Matanya berkaca- kaca. Lily sangat bahagia. Lily menghapus air matanya sebelum Bima melihat.
Bima terus mengoceh mengenai rasa bahagianya dengan kehamilan ini. Lily tertawa melihat Bima yang terkadang memasang wajah gemas.
"Sudah, mas. Udah enakan kaki nya."
"Yakin?" Lily mengangguk.
"Tapi aku lapar."
__ADS_1
"Oke, mau makan apa?"
"Roti saja."
"Tunggu disini!" Bima menurunkan kedua kaki Lily dengan hati-hati lalu menuju dapur. Tidak lama kemudian di kembali dengan tiga bungkus roti yang sudah di beli tadi. Roti dengan coklat, seres, dan banyak keju. Padahal sebelumnya Lily tidak suka keju!
Lily makan dengan lahap.
Pintu di ketuk dari luar.
"Masuk." seru Bima.
Pintu di buka sedikit dan terlihatlah Santi yang membuka pintu.
"Maaf pak, mbak. Ada yang ngirim keperluan baby dari toko mau di simpen dimana?" tanya Santi masih dari ambang pintu.
Bima keluar dari kamar. Dua mobil box sudah terparkir rapi di depan teras rumahnya.
"Santi, bawa semua ke ruangan di sebelah kamar saya."
"Baik, pak." Santi segera berjalan terlebih dahulu di ikuti oleh di orang dari toko yang mengangkut barang.
Bima memperhatikan dari tempatnya, berdiri bersandarkan pilar, kedua tangannya di lipat di depan dada.
Lily keluar dari dalam rumah mendekat ke arah Bima.
"Mas. Ini... kenapa jadi banyak sekali?" tanya Lily heran.
"Apanya?" tanya Bima santai, masih memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang.
__ADS_1
"Perasaan kita tadi gak beli itu deh!" tunjuk Lily pada troli berwarna biru yang sedang di bawa oleh salah satu kurir.
"Itu..." Lalu pada boks berikutnya. Alat untuk bayi saat belajar berjalan.
Lily semakin heran karena semua barang yang di turunkan bukan yang mereka beli tadi.
"Mas!!" seru Lily lagi. Bima hanya terkekeh.
"Itu, aku yang beli tadi."
"Kapan?" tanya Lily.
"Waktu aku kembali dari toilet. Aku lihat di toko lain ada yang lucu" jawab Bima santai.
"Ya ampun mas, tapi itu terlalu banyak, dan juga gak bakal semua kepake!" Lily mulai pusing dengan tingkah Bima. Pasalnya Bima selalu mengambil yang dia mau, untuk baby katanya. Tadi juga di baby shop pun sama. Kalau Lily tidak banyak bicara tentu Bima akan memindahkan semua isi toko ke rumah.
Semua barang sudah di masukan ke dalam ruangan yang awalnya ruang kerja Bima. Untuk memudahkan mereka memantau baby. Kantor Bima di pindah ke ruangan lain.
Kurir sudah kembali lagi ke toko.
Lily menatap ke dalam ruangan yang kini sudah penuh sesak dengan keperluan bayi. Sedangkan Bima tersenyum senang dan puas dengan barang yang sudah di belinya untuk calon anak kedua mereka.
Lily memijit pelipisnya.
"Pusing aku, mas!" ucap Lily lalu beranjak kembali ke kamarnya.
"Kamu pusing? Kita ke dokter! Ayo!" Bima khawatir dan merengkuh pinggang Lily takut Lily pingsan.
"Aku bukan pusing sakit kepala, mas. Tapi pusing karena kelakuan kamu!" cerca Lily sambil menepis kedua tangan Bima dari pinggangnya dan berjalan dengan cepat meninggalkan Bima.
__ADS_1