Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 225


__ADS_3

Bima membawa Lily paksa ke arah kamar mandi. Dia sudah sangat tidak tahan! Salah Lily karena menggodanya tadi kan? Bukan tapi menantangnya!


"Mas turunin aku!" Lily berontak, kakinya bergerak-gerak, kedua tangannya memukul dada dan tangan Bima. Bima hanya menyeringai.


"Mas, gak boleh ih, aku sedang ada tamu!"


"Gak peduli! Salah sendiri udah bangunin macan tidur!"


Bima menurunkan Lily dan memojokannya di dinding kamar mandi. Lily merasa ketakutan. Suaminya ini benar-benar tidak bisa menahan hasratnya lagi.


"Mas, sadar. Mas! Gak boleh. Pamali!"


Bima menyeringai, lalu mengambil kedua tangan Lily dan menguncinya di atas kepala Lily dengan satu tangan sedangkan tangan yang lain menarik simpul handuk di dada Lily. Handuk pun melorot dan membuat seluruh tubuh Lily terekspose kecuali area sensitif yang lebih besar di bawah sana karena terganjal roti jepang! Dada Lily menggantung dengan indahnya.


"Mas!" Lily mencoba menyadarkan Bima. Wajahnya ketakutan.


Cup.

__ADS_1


Satu kecupan singkat di bibir Lily.


"Diam sayang, aku akan bermain solo, dan kamu harus bantu pelepasannya."


Tanpa menunggu reaksi dari Lily, Bima melancarkan aksinya. Menciumi seluruh wajah Lily dengan ganas, turun ke leher memberikan begitu banyak kissmark disana. Bima melepaskan kuncian tangannya dan m*r*m*s bagian depan Lily. Membuat Lily m*lenguh menikmati permainan tangan Bima di sana. Menggoda lingkaran coklat itu hingga menegang untuk ke sekian kalinya.


"Bimaaa ahh.."


"Ya sebut namaku sayang.." Bima kembali mengecup bibir Lily singkat lalu turun kembali ke bawah leher istrinya dan semakin ke bawah. Tanpa sadar Lily menekan kepala Bima lebih dalam lagi pada dua benda kenyal miliknya.


"Ah ya!" ucap Bima lalu mengarahkan satu tangan Lily pada si boy. Lily terkejut mendapati benda keras berotot milik suaminya.


"Lakukan sayang. Please!" mohon Bima dengan wajah memelas. Lily melakukannya, ini pertama kali untuknya. Bima menuntun tangan Lily untuk bergerak perlahan. Wajah Lily merah, antara malu dan berhasrat. Kalau saja tidak ada tamu bulanan tentu dia akan bersenang-senang sekarang!


"Ahh yaa! ouhhh." racau Bima tidak jelas di antara permainan lidahnya. Bahkan Bima juga menggerakkan pinggulnya. Semakin lama semakin cepat temponya. Bersama dengan racauan tidak jelas dari keduanya. Lily menikmati permainan lidah Bima dan Bima menikmati perlakuan istrinya.


Bima mengambil alih tangan Lily dan melakukannya sendiri. Semakin cepat hingga...

__ADS_1


"Ahh Unaaa...!" Bima menyebut nama istrinya bersamaan dengan cairan lengket dan panas yang membasahi area paha Lily. Lily terkejut, tapi dia senang saat melihat wajah bahagia suaminya.


Cup.


Bima mencium singkat bibir istrinya.


"Trimakasih."


"Trimakasih sayang!" lalu di susul dengan ciuman-ciuman lainnya. Dan berhenti saat dia merasakan miliknya yang kembali berdenyut dan sebelum kejadian tadi akan menjadi terulang kembali.


"Ayo aku akan mandikan kamu! Paha kamu jadi kotor!" ucap Bima.


"Kamu mandi duluan saja. Aku akan bawa ganti!" ucap Lily lalu keluar dari kamar mandi.


Kalau gak di ganti, bisa gawat! Baru pake udah penuh aja! batin Lily.


Tak berapa lama Bima keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang baru di berikan Lily, dan sekarang gantian Lily harus mandi lagi. Badannya sangat lengket karena berkeringat, apalagi area pahanya.

__ADS_1


__ADS_2