Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 270


__ADS_3

Semenjak pulang dari penjara hari itu Lily menjadi murung. Bahkan saat Bima mengajak keluarganya untuk berlibur ke pantai dan sebagainya. Lily lebih sering terlihat lesu dan tidak bersemangat, terlihat sangat bersedih.


Tak hentinya Bima menghibur sang istri. Budhe dan pakdhe juga.


Lily sedang duduk di gazebo di samping rumah. Ikan-ikan di kolam, berenang dengan tenangnya di dalam air.


Bima dan ketiga anaknya serta yang lain sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk acara nanti malam, mereka akan membakar ayam dan jagung. Esok hari mereka akan pulang ke Jakarta saat pagi.


Syifa datang menghampiri sang ibu yang tengah melamun, lalu tanpa permisi Syifa duduk di pangkuan Lily. Lily terkejut lalu memeluk Syifa.


"Mama." panggil Syifa.


"Iya sayang."


Syifa membingkai kedua pipi ibunya dengan kedua tangan mungilnya dan mengecup pipi Lily kanan dan kiri.


"Mama jangan sedih!" ucap Syifa. Lily lupa kalau putrinya yang satu ini sangat perasa. Lily balik mencium putrinya beberapa kali.

__ADS_1


"Sudah siap belum?" tanya Lily sambil melihat ke arah dimana Bima dan Yumna menyimpan kayu bakar untuk membuat api unggun kecil, sedangkan si kembar berlaku seperti bajak laut yang sedang duel memainkan pedang dengan ranting yang mereka dapatkan.


"Sedikit lagi." ucap Syifa lalu bangkit dan menarik tangan Lily mendekat ke arah yang lain berkumpul.


Bima senang karena Lily mau mendekat dan bergabung bersama yang lainnya. Mentari dan suaminya juga datang bersama si kecil selepas magrib. Malam itu mereka menikmati ayam dan jagung bakar yang di buat oleh para lelaki. Sedangkan para wanita sibuk dengan membicarakan banyak hal. Anak-anak jangan di tanya lagi Yumna sampai pusing mengatasi ketiga adiknya, terutama si kembar yang terus mengganggu Syifa.


Pagi harinya mereka berkumpul di depan teras. Barang-barang sudah di masukkan ke dalam mobil. Semua merasa sedih karena Bima sekeluarga akan pulang.


Si kembar cemberut tidak mau pulang. Mereka masih betah ingin menaiki sapi atau menangkap ikan.


Akhirnya dengan penuh drama dan bujukan duo rusuh itu mau ikut pulang.


Anak-anak sudah tidur karena lelah. Lily dan Bima membersihkan diri terlebih dahulu sebelum tidur.


Lily terlihat melamun saat Bima baru keluar dari kamar mandi. Bima mendekat dan langsung memeluk Lily.


"Sudah, jangan di pikirkan. Dia sudah dapatkan balasannya." ucap Bima.

__ADS_1


Lily terisak. Setelah beberapa hari ini menahan tangisannya, akhirnya Lily tidak bisa menahannya lagi. Dia terisak di dada suaminya.


"Trimakasih, mas. Terimakasih." Bima mengelus kepala Lily dengan lembut.


"Maaf, aku sempat mikir yang aneh-aneh sama kamu."


"Itu karena kamu cemburu, sayang! Tapi aku suka, kalau kamu cemburu gitu kamu kelihatan lucu." ucap Bima.


Lily menjauhkan dirinya dari Bima.


"Kamu bilang lucu? Aku hampir jantungan gitu kamu bilang lucu?" Tanya Lily dengan nada tinggi.


Bima semakin gemas melihat sang istri. Di tariknya tengkuk Lily dan di l*m*tnya bibir istrinya. Lily menikmati perlakuan Bima. Bima lalu menarik dirinya membuat Lily kecewa.


"Kamu cape enggak?" tanya Bima.


"Lumayan. Kenapa?" tanya Lily balik.

__ADS_1


"Main yuk!"


"Dasar gak punya capek!" cecar Lily membuat Bima memberengut, Lily berbaring "Ayok." Bima lalu tersenyum senang mendengar nya.


__ADS_2