
"SAHHH!!!" serentak semuanya berteriak, membuat Bima melepaskan tangannya dari Pakdhe Yudha refleks berdiri dan mengangkat kedua tangannya ke udara sambil berjingkrak senang.
Lily menahan tawanya, saat melihat pria yang baru saja mengucap janji suci dengannya bertingkah di luar dari biasanya.
Bima tersadar saat semua mata terarah padanya lalu dia kembali duduk, wajahnya merah karena malu yang teramat sangat. Malu tapi juga bahagia.
Bima mengambil cincin yang di sodorkan sang mama, menyematkannya ke jari manis sang istri. Begitu juga sebaliknya, Lily melakukan hal yang sama pada Bima. Dada mereka terasa membuncah senyum dari keduanya tidak pernah menghilang sedari tadi. Menularkan kebahagiaan kepada para tamu yang hadir.
Lily mengulurkan tangan untuk mencium punggung tangan sang suami. Bima memberikan tangannya sembari condong untuk mencium kening sang istri. Mata Bima berkaca-kaca, teringat semua kenangan buruk, pahit dan manis dengan Lily. Dan ia berjanji mulai detik ini dia akan selalu menjadi sumber kebahagiaan Lily dan Yumna.
Selesai acara akad yang berlangsung khidmat dan sakral penuh haru, akhirnya para tamu undur diri dan mempersiapkan diri mereka untuk pesta malam nanti yang akan sangat meriah.
"Kalian istirahat sebelum pesta nanti malam. Biarkan Yumna tidur di kamar mama. Kasihan kalau di pindahkan." ucap Ratih pada kedua pengantin baru. Yumna sudah ditidurkan sedari tadi di kamar bawah.
"Cieee pengantin baru sekarang bisa ehemm ehemmm!!!" Adit dengan jahilnya menggerakkan alisnya ke atas dan ke bawah dengan seringaian nakal di bibirnya.
"Apa sih, Dit!" Lily melotot kesal dan malu.
__ADS_1
"Hahh kamu nih. Kalau yang kayak gitu aja ingat tapi manggil aku 'mas', lupa?!" Adit protes.
"Oh jadi kamu mau di panggil 'mas'?" tanya Lily.
"Iya dong, secara kan aku ini kakak kamu!"
"Huhh Jangankan manggil elo kakak. Manggil gue aja masih pake nama!" sekarang Bima yang protes!
"Itu kan elo. Nah kalo gue kan kakaknya.!"
Dan kedua pria itu saling berdebat. Membuat Lily dan Celia sama-sama memutar bola mata malas.
Lily pamit pada yang lainnya yang sedang berada di meja dapur. Bersama Celia melangkahkan kaki ke lantai atas. Celia juga akan istirahat di salah satu kamar di atas.
"Eh yang, kok aku di tinggal!" protes Adit saat melihat sang istri naik tangga.
"Una, mas Bimbim napa di tinggal sayang?!" Bima ikut protes! Mereka pun berebut untuk lebih dulu sampai pada istri mereka masing-masing, memunculkan gelak tawa dari semua yang melihat kelakuan mereka. Persis anak kecil yang berlomba untuk mendapatkan lolipop. Lily dan Celia terkikik melihat tingkah suami mereka.
__ADS_1
"Ya ampun Ly, di kantor aja sikap mereka cuek berwibawa, ternyata di rumah persis Yumna!"
"Memang! hihi." jawab Lily sambil menutup mulutnya dengan satu tangan.
Lily dan Celia masuk ke dalam kamar masing-masing.
Tidak ada hiasan kamar pengantin di rumah itu, karena Bima sudah mempersiapkannya di hotel nanti malam.
Lily sedang duduk di depan cermin membuka satu persatu hiasan rambutnya di bantu oleh sang make up artis.
Bima masuk ke kamar.
"Biar saya yang bantu. Kamu turun saja, ikut gabung dengan yang lainnya di meja makan. Lalu lanjut ke hotel dan istirahat."
"Baik pak." ucap wanita yang usianya tidak jauh dari Lily itu.
Pintu kembali di tutup.
__ADS_1
Bima mendekat ke arah Lily dan membantu melepas semuanya. (Hiasan kepala loh ya😅).