Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 179


__ADS_3

"Mama..."


"Mama gak setuju kamu tunangan sama Lily"


Lily semakin Menundukan pandangannya, sedangkan Yumna tak berhentinya memeluk boneka sapi yang selalu ia bawa. Yumna, meskipun masih kecil tapi ia merasa atmosfer disana sangatlah tidak menyenangkan. Tubuh gadis kecil itu bergerak gelisah.


"Tapi ma.."


"Yang mama mau itu menantu Azka, bukan calon menantu!" seru sang mama, melipatkan kedua tangannya di depan dada. "Kalau hanya tunangan mama gak akan setuju. Lebih baik kalian menikah langsung!"


Seketika wajah-wajah tegang itu berubah. Lily langsung menatap mama Azka di depannya tak percaya dengan pendengarannya


"Jadi mama setuju?" tanya Azka dengan sorot mata yang berbinar. Melati, mama Azka, mengangguki pertanyaan Azka. Azka langsung melepaskan tautan tangannya dari Lily, kemudian berdiri dari duduknya lalu bersimpuh di pangkuan sang bunda.


"Terimakasih ma, Terimakasih." Baru kali ini setelah kejadian pahit di masa lalunya Azka kembali menangis, tapi ini tangis bahagia. Lily pun sama menitikan air mata bahagianya.


"Kemari sayang."Panggil Melati pada Lily, "cucu oma juga." Lily menggendong Yumna dan mendekat ka arah Melati.


"Jadi Yuma punya dua nenek?" tanya Yumna polos. Melati mengangguk.


"Iya sayang, kamu akan punya dua nenek dan satu kakek." Sambung Hadi. Yumna berseru kegirangan. Mereka berpelukan layaknya keluarga besar. Penuh Cinta.


Terimakasih ya Tuhan, Engkau memberikan kebahagiaan untuk kami. Aku akan berusaha untuk menjadi istri yang terbaik untuk Mas Azka. Izinkan hambamu ini memiliki cinta untuknya, batin Lily.


*


Azka tidak mau berlama-lama, hampir tiga tahun penantian dan ia tidak mau lagi menundanya. Tidak berselang lama dari malam itu Azka bersama sang mama dan keluarga besar datang ke rumah Lily untuk melamar Lily secara resmi. Raut kebahagiaan terpancar pada wajah seluruh anggota keluarga.


Mama Puspa menitikkan air mata melihat kebahagiaan putri kesayangannya. Lily berhak bahagia setelah selama ini hanya merasakan penderitaan dan kesedihan.

__ADS_1


Dua bulan lagi, waktu yang di tentukan oleh pihak keluarga Azka. Semua persiapan Azka yang mengurus sedangkan Lily hanya tinggal diam dan menunggu.


*


"Ciee yang mau nikah mah mukanya bahagia gimanaaaa gitu? harusnya diem di rumah aja. Napa masih kerja sih? Calon suami bos juga?!" Nila menyenggol bahu Lily dengan lengannya.


"Lily masih gak percaya mbak!" ucap Lily sambil memegangi kedua pipinya yang terasa panas.


"Selamat ya sayang!" pelukan sayang dari Nila di sambut hangat oleh Lily.


"Makasih mbak." ucap Lily tak bisa berkata apa-apa lagi. "Udah waktunya untuk Lily lupain masa lalu." nada suara Lily berubah. Nila yang tahu semua cerita Lily, mangusap bahu temannya dengan sayang.


"Iya sayang. Lupain semuanya. Sekarang kalian sama-sama bahagia dengan cara kalian sendiri. Udah jangan di sesali oke?" Lily mengangguk lalu mengurai pelukannya.


"Mana cincin tunangan kalian, aku mau lihat?!"


"Woww cantik. Yang pake kalah cantik karena nangis mulu!" Lily mencebik tapi juga menganggukan kepalanya. "Yumna seneng dong Pak Azka jadi papa dia sungguhan." Lily mengangguk lagi.


"Iya mbak, semalam aja gak mau di tinggal, pengen di temenin mas Azka sampe tidur."


"Uhhh,,, jadi..."


"Ih mbak Nila jangan ngeres deh!." protes Lily karena tahu arah tujuan pembicaraan mereka. "Ya kita emang nidurin Yumna barengan. Tapi udah itu mas Azka pulang."


"Haha, lihat muka kamu, kayak tomat busuk! haha." ucap Nila saat Lily dengan pipi merona mengatakannya.


"Ih mbak Nila nih gak lucu!" Nila menghalangi wajahnya yang akan di tabok Lily dengan menggunakan buku yang ada di meja kerjanya.


"Lily!" panggil suara dari belakang. Lily menoleh, Nila menganggukan kepalanya tanda hormat.

__ADS_1


"Iya, pak."


"Nanti sepulang kerja, kita ke butik langganan. Kita pesan baju pengantin." Azka berlalu, Lily hanya melongo mendengar Azka berbicara hal pribadi itu di tempat umum, membuat Lily merasa malu, apalagi ada Nila yang terus menggodanya.


"Cie cieee. Aseeekk!!"


"Ih mbak Nila, nih!"


"Aww, sakit Ly!" Nila mengusap lengannya yang baru saja di tabok Lily dengan buku yang di gulung.


"Ya ampun, harusnya telfon aja atau kirim pesan, gak usah bilang di depan orang banyak." gumam Lily sambil mengedarkan pandangannya dan melihat hampir semua temannya mesem-mesem padanya, ada pula yang mengacungkan dua jempol, membuat Lily merasa malu karena perhatian Azka yang terkadang berlebihan. Hahh berita memang cepat tersebar, dan ini pasti karena Nila juga!


...****************...


Thor kudu siap-siap di bab selanjutnya bakal di komen pedas ini 🤣🤣🤣


trimakasih untuk para readers yang masih mengikuti cerita Bily selama ini. thor punya rencana lain kok, just it's calm oke!


ya walaupun dalam komen banyak yang ngarep Billy cepat ketemu, tenang aja sebentar lagi.


thor selalu baca komen satu persatu sampe mesam mesem sendiri, tapi merasa patah hati juga kalau ada komenan dari para readers yang kecewa. maka dari itu thor mau minta maaf karena thor mah apa atuh da cuma amatiran 😅😅😅 yang Terkadang masih memikirkan ego sendiri. Mau ngubah cerita lain lagi juga gimana ya soalnya thor harus ekstra mikir lagi sedangkan cerita udah hampir kelar ini 😅😅😅.


Dan untuk yang komen bab nya banyak banget tapi belum tamat. Thor bikin 1 bab itu gak panjang sayang, cuma 5rts sampe 7rts kata perbab-nya. Kalau di bikin 2rbu kata takut pegel matanya. Nanti deh dalam cerita lain thor bikin yang super panjang sampe cape sendiri karena gak ganti bab 😅😅. gak ding, canda wkwkwk


👩: thor aku skip!


Bebas sayang thor mah gak mau maksain karena kesukaan orang itu beda-beda!


Oke deh say, pengumuman nya cukup segini aja, jangan lupa jaga kesehatan.

__ADS_1


__ADS_2