Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 207


__ADS_3

(Note: yang jomblo harap jangan iri!🤭🤭🤭)


"Kamu tuh ya, ini kan bahaya. Kenapa bisa ninggalin kue didalam oven?" tanya Lily sambil membereskan kekacauan yang Bima buat.


"Ketiduran." ucap Bima polos. Saat tadi menunggu kue di oven matang Bima menyandarkan tubuhnya di meja sambil mendengarkan musik.


"Kok bisa ketiduran?"


"Semalam kamu ngambek, aku gak bisa tidur!" terang Bima dengan jujur.


"Trus ngapain coba di dapur. Bikin berantakan aja!"


"Tadinya mau bikin kue coklat trus aku bikin tulisan di atasnya, aku pengin minta maaf sama kamu!"


Lily jadi merasa iba melihat wajah Bima yang memelas, setidaknya Bima berusaha yang terbaik bukan?


Bima memainkan ujung kakinya, tangannya terlipat ke belakang, wajahnya ia tundukkan, pandangannya fokus pada jari-jari kakinya yang mencumbu lantai.

__ADS_1


Sekilas Lily ingin tertawa, ternyata salah satu sifat sang anak menurun persis dari Bima kalau sedang merasa bersalah. Persis seperti itu!


"Ya sudah. Bikin kue sama-sama, mau?" Bima mendongak saat mendengar penawaran Lily. Dia langsung mengangguk dengan senangnya. Wajahnya seketika berubah cerah. Bima segera membantu membereskan meja.


"Bahannya ada?"


"Ada di lemari." Tunjuk Bima ke arah kitchen set yang menempel di dinding.


Lily membuka pintu lemari yang di tunjuk Bima. Bahan-bahan seperti terigu dan gula sudah ia dapatkan telur masih ada di atas meja. Lily melihat mentega di atas sana. Sedikit berjinjit untuk meraih mentega yang berada di tingkatan kedua. Namun nihil. Susah payah dan Lily tidak bisa menggapainya.


Dasar Bima pencuri!


Dada Lily berdetak tidak karuan, tapi Lily bisa mengatur detak jantungnya dengan baik. Lily tersenyum senang, lalu dengan sengaja membalikan tubuhnya. Lily di antara meja kompor dan Bima.


Bima yang terkejut karena mendapati Lily yang berbalik secara tiba-tiba, tidak sengaja menjatuhkan mentega di tangannya ke lantai. Bima terpaku saat melihat manik mata Lily yang besar. Manik mata yang sudah lama tidak ia tatap. Yang selalu membuat Bima tidak tahan dan terhipnotis ingin melahap Lily saat itu juga.


Mata Lily sangat bersinar. Indah. Bima tidak bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


Cantik! gumam Bima tanpa suara.


Wajah Lily sangat cantik meskipun tidak memakai riasan sama sekali.


Entah berapa lama mereka dalam posisi seperti itu. Lily memegangi dadanya sendiri yang sedang berdisko ria. Bahkan hatinya yang biasanya diisi oleh satu orang kini mendadak menjadi banyak seakan orang itu Naruto dengan jurus seribu bayangannya. Semua orang dengan wajah yang sama.


Bima semakin mendekatkan wajahnya pada Lily. Biar saja jika Lily mengatakan dirinya brengsek, salah Lily karena menggodanya seperti itu!


Bima meraih kedua pipi Lily dengan telapak tangannya. Menariknya hingga Lily berjinjit karena ulah Bima. Dada Bima berdetak tidak karuan. Sudah sangat lama sekali dia tidak merasakan bibir manis milik Lily. Bima senang dan menutup kedua matanya saat Lily tidak menolak.


Cup.


Tidak hangat, tidak kenyal. Tapi datar dan dingin. Aromanya seperti...


'Pantat panci? Sial!' umpat Bima dalam hati saat melihat apa yang menempel di bibirnya, kesal luar biasa. Sedangkan Lily tersenyum jahil.


"Jadi bikin kue gak?" tanya Lily tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


__ADS_2