
Aku kembali fokus ke jalanan. Dengan kecepatan tinggi meninggalkan lawanku yang jauh tertinggal di belakang. Lalu dengan cepat dia menyusul, hingga mobil kami saling mendahului.
Garis finish tidak jauh lagi, tapi kami masih saling berlomba untuk jadi pemenang, tidak ada yang saling mengalah dalam perlombaan kan!
Aku semakin dalam menginjak pedal gas ku dan mobil melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi yang pastinya mematikan jika tidak pintar mengemudi.
Finish. Yess! Aku menang!
Suara riuh di luar dan tepuk tangan terdengar kencang, mereka berteriak menunggu ku untuk keluar dari dalam mobil. Laju mobil ku hentikan jauh dari kerumunan orang-orang, hingga kami tersentak dan hampir saja keningnya mencium dashboard kalau dia tidak menghalanginya dengan punggung tangannya.
"Kamu mau mati?! Itu bahaya!" teriakku. Dia menoleh, dan tidak ku sangka saat mendengar jawabannya.
"Gak masalah!" ucapnya enteng membuat keningku mengkerut.
__ADS_1
"Terserah!" ucap ku kesal. Lalu melajukan mobilku putar balik untuk menemui para penggemarku dan tentunya menerima hadiahku.
Aku keluar dari dalam mobil dan menyapa orang-orang yang menunggu ku. Beberapa gadis mendekat ke arahku dan seperti biasa mereka memujiku. Dua gadis lainnya dengan tanpa permisi memelukku dan menggodaku.
"Hei!" seruku saat merasakan tarikan kuat di tanganku. Kedua gadis yang tadi memelukku menyingkir saat gadis berponi mengusir mereka dan melindungiku di belakang punggungnya. Semua mata menatap ke arah kami dengan tatapan aneh dan heran.
Aku berbalik menarik tangannya ke tepian, ke tempat sepi dimana tidak ada yang memperhatikan kami.
"Mau kamu apa?!" aku setengah berteriak setelah melepaskan pegangan tanganku.
Siapa gadis ini, tiba-tiba datang, tiba-tiba menghilang, dan sekarang tiba-tiba dia datang lagi dan meminta aku berhenti dari hobiku. Dasar wanita apa sih maunya dia!
"Apa peduli kamu? Siapa kamu?!"
__ADS_1
"Aku peduli karena aku sayang sama kamu!" Aku melotot mendengarnya. Berani sekali dia bilang sayang sama aku. Dasar wanita!
Aku tersenyum. Sayang? Jadi benar selama ini dia mengikutiku karena dia suka sama aku?
Aku meraih tubuhnya. Dia terkejut dan berontak saat ada di dalam pelukanku, meminta untuk di lepaskan. Tapi aku menulikan telingaku. Aku juga suka dia, kurasa. Sedetik kemudian tangannya yang sedari tadi memukul dada dan lenganku terhenti saat aku mencium bibirnya. Hangat. Manis. Ya ampun aku belum pernah berciuman dengan seorang wanita, tapi kurasa naluri ku sebagai seorang lelaki membuat aku tahu harus bagaimana saat berciuman. Rasanya menyenangkan sekali. Seperti apa ya? Aku bingung menggambarkannya, tapi aku suka. Aku melesakan lidahku ke dalam mulutnya.
Dia mengerjapkan matanya, lalu kembali memukul dadaku, dan mendorong ku dengan seluruh kekuatannya hingga ciuman kami terlepas. Ku lihat air matanya turun dari mata indahnya. Dia mengelap sudut bibirnya dengan punggung tangannya.
Dia menangis? Why?
Bukankah dia bilang sayang sama aku?!
"Brengsek!!" umpatnya lalu berlari meninggalkan aku yang mematung disana.
__ADS_1
Hei!! Kenapa dia bilang aku brengsek?! Dia bilang sayang sama aku harus nya dia senang kan saat ku cium seperti tadi? Bahkan harusnya dia bangga karena itu ciuman pertamaku! Aiisshh wanita! Aku menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal.
Aku kembali ke arah gerombolan orang-orang yang menungguku. Mereka menyambutku dengan tepukan dan pujian, seperti biasanya.