Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 113


__ADS_3

Lily masih berkutat dengan selimutnya. Dia merasa malas dan ingin melanjutkan tidurnya sampai siang. Meskipun ia sudah bangun sedang tadi tapi Lily sengaja tetap memejamkan matanya.


Suara pintu di ketuk beberapa kali. Ah ya ampun! Geram. Tapi mau tidak mau Lily bangun juga. Lily berjalan keluar dan membuka pintu masih dengan mata setengah tertutup. Lily menyandarkan tubuhnya di pintu yang ia peluk, matanya masih belum jelas melihat siapa yang datang sepagi ini.


"Hei, baru bangun?" Adit merapikan rambut Lily yang masih berantakan. Sangat berantakan! Dengan wajah polos khas bangun tidur yang Adit sangat suka. Indah menurutnya.


Lily memakai celana pendek sebatas paha, dan tanktop bertali satu. Dengan rambut yang sangat berantakan.


"Ah. Eh. Mas Adit!" Lily tersadar melepas pelukannya pada pintu lalu segera merapikan rambutnya. Adit tersenyum melihat tingkah Lily, tanpa di persilahkan Adit masuk ke dalam rumah, membuat Lily melongo.


Lily menutup pintu.


"Mas Adit ngapain kesini pagi-pagi?" tanya Lily ikut duduk di single sofa.


Adit memicingkan sebelah alisnya. Dia menunjuk jam yang menempel di dinding.


"Pagi dari mana? Lihat?"


Lily melongo melihat jam sudah menunjuk angka sepuluh.


"Kamu baru bangun jam segini?"


Lily menutupi wajahnya yang merah karena malu dengan bantal kecil di sofa.


"Lily tidur lewat tengah malam." ucap Lily.


"Cepat siap-siap." titah Adit.

__ADS_1


"Kemana?"


"Kamu belum belanja kan?" Lily menggeleng masih dengan bantal di pangkuannya. "Bagus! Stok makanan mas Adit juga habis. Ayo belanja sama-sama." Lily mengangguk.


"Lily mandi dulu deh!"


"Iya lah. Bau asem!" canda Adit sambil mengkerutkan hidungnya. Lily merengut melempar bantal ke arah Adit yang dengan sigap ia tangkap. Adit tersenyum dan melihat Lily yang berlalu pergi ke kamar Bima.


Lily dan Adit sudah berada di dalam mobil.


"Kamu tidur di kamar Bima?" tanya Adit. Lily mengangguk, matanya ia fokuskan pada seatbelt yang sedang ia pakai.


"Kalau mas Bima gak ada Lily tidur di bawah. Cape naek turun!" Adit tersenyum dan mengangguk lalu mulai melajukan mobil ke arah jalan raya.


Sepanjang perjalanan mereka isi dengan canda tawa. Hingga tidak terasa mereka sudah sampai di supermarket. Adit membuka pintu mobil menyusul Lily yang sudah terlebih dahulu keluar dari mobil.


Tiba di stand sayuran. Lily mulai memilih sayur segar dari mulai sawi putih, wortel, kentang, dan lain-lain. Di belakangnya menyusul Adit dengan membawakan troli belanjaan. Mereka berbagi keranjang karena Adit bilang tidak akan membeli banyak bahan makanan untuk kulkasnya.


Lalu mereka ke stand daging. Lily mengambil dua bungkus daging sapi segar, dua potong ayam utuh, dan sebungkus sayap ayam. Semua terbungkus rapi di sterofoam dengan plastik wraps. Jangan lupa dengan udang kesukaan Bima.


'Kenapa juga inget mas Bima dia juga gk inget aku!' monolog Lily, tapi tetap menyimpannya juga ke dalam troli.


Lanjut ke stand buah. Lily mengambil beberapa buah jeruk, apel, mangga, dan buah naga, lalu menyimpannya ke dalam troli.


Lily menatap troli yang di dorong Adit hampir semua barang yang ada di sana belanjaan Lily, sedangkan Adit hanya beberapa kotak susu berukuran sedang.


"Katanya mas Adit mau belanja juga. Tapi dari tadi cuma nemenin Lily doang muter-muter." Adit tersenyum melihat wajah Lily yang cemberut.

__ADS_1


"Udah kok. Nanti tinggal beli roti sama selai disana." tunjuk Adit. Bibir Lily membentuk huruf 'o'. "Kemana lagi?" tanya Adit.


"Tisu, sabun, sampo... " Lily menghitung dengan jarinya. "Eh tapi kita beli roti dulu aja deh. Masa dari tadi mas Adit yang nemenin Lily." ucap Lily seraya menarik depan troli ke arah stand roti yang berjajar rapi. Adit mengikuti dengan senyuman, tidak pernah sedetik pun dia melewatkan wajah bahagia Lily, senyumnya membuat Adit bahagia.


"Mas Adit suka yang mana?" tanya Lily sambil menunjuk roti di depannya sambil berfikir.


"Suka kamu!" ucap Adit spontan. Lily menoleh dengan wajah yang di buat kesal.


"Roti mas!!" Adit terkekeh.


"Yang mana aja. Mas Adit suka kok." jawab Adit. Lily mulai memilih roti dengan berbagai merk. Sebelum menyimpan ke dalam troli Lily menunjukannya ke Adit dan setelah mendapat anggukan persetujuan barulah ia simpan ke dalam troli.


Lily memilih roti untuk dirinya sendiri. Lalu memilih selai yang berada tidak jauh dari sana.


"Ini!" Adit menunjuk selai kacang dengan merk terkenal. Lily menggelengkan kepalanya.


"Lily alergi kacang." Adit manggut-manggut mengerti. Mereka melanjutkan perburuan mereka.


Adit berada agak jauh dari Lily karena dia sedang memilih sampo, sedangkan Lily berjinjit hendak meraih tisu di lemari paling atas. Bukan tanpa alasan Lily ingin tisu itu, tapi tisu itu nyaman untuk di pakai dan juga dengan jumlah yang banyak bisa untuk stok tiga bulan ke depan, kira-kira.


Lily terdiam saat tangan kekar meraih tisu itu.


"Kenapa gak minta tolong?" Lily terdiam karena punggungnya menempel dengan dada hangat milik Adit. Lily membalikan tubuhnya dan menerima tisu itu dari tangan Adit. Padahal kan troli ada di samping mereka. Kenapa Adit tidak menyimpannya di troli ya?


"Ada lagi?" tanya Adit. Lily menggeleng.


"Sudah selesai?" Lily mengangguk. "Kita pulang atau..." Adit melihat jam di tangannya. "...makan dulu?"

__ADS_1


"Terserah mas Adit aja." jawab Lily sambil menahan detak jantungnya yang bertalu dengan kencang.


__ADS_2