Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
Extra part. kangen


__ADS_3

"Ampun Ma!" ucap keduanya serempak dan mengembalikan gelas itu pada tangan sang mama lalu berlari menuju lantai atas, mereka kabur sebelum Lily mulai dengan omelannya.


Lily naik ke lantai atas, di lihatnya Syifa yang sedang duduk dengan memeluk bantal guling miliknya. Wajahnya cemberut.


"Syifa!" panggil Lily. Syifa menoleh.


"Mama..." Syifa mengangkat kedua tangannya. Lily memeluk Syifa.


"Kamu itu udah gede tapi manja banget!" Lily mencubit hidung Syifa setelah melepas pelukan mereka.


"Azkhan sama Arkhan ma. Mereka jahil banget. Masa aku gak boleh sih deket sama cowok lain. Syifa kan malu ma, terus di ejek teman karena Arkhan sama Azkhan terus ngikutin waktu jam istirahat sekolah." Syifa mengadu pada sang mama. Kembali memeluk Lily.


Lily hanya tersenyum. Di usap nya rambut Syifa dengan sayang.


"Itu karena mereka sayang kamu." ucap Lily.


"Sayang apanya, Syifa sebel kalau mereka udah ngatur ini, ngatur itu! Dan mereka itu jahil banget ma. Peke ngancam-ngancam segala lagi!" sungut Syifa.


"Mama akan bicarakan ini sama mereka. Makan malam yuk?" tanya Lily.


"Aku sedang diet." cicit Syifa. Lily menjauhkan wajahnya.


"Diet?" Syifa mengangguk dengan cemberut.

__ADS_1


"Si kembar bilang aku gendut, dan jelek!"


Kamu itu bukan gendut sayang, tapi chubby!" ujar Lily sambil mencubit kedua pipi Syifa. "Anak mama kalau kurus gak cantik!"


"Ih mama, sakit!" Syifa menjauhkan tangan Lily dari pipinya lalu mengusapnya dengan bibir di majukan.


"Ya sudah, mau makan tidak? Mama buatkan nasi goreng?" seketika wajah Syifa berbinar mendengar makanan kesukaannya.


"Pake udang!" seru Syifa.


"Oke!" Lily membentuk huruf O dengan tangannya. Segera Syifa ikut turun bersama Lily.


"Yeeee katanya mau diet!" Arkhan baru saja duduk di kursinya, sudah menarik piring milik Syifa dan Azkhan yang pertama menyendok nasgor itu dan melahapnya dengan santai.


Lily kembali masuk ke area dapur hanya bisa menggeleng melihat kelakuan putra kembarnya.


"Kalian ini...!" Lily menarik satu telinga kedua putranya.


"...bisa gak sih sehari saja kalian tidak membuat onar hahh???"


"Awww sakit maa.." Azkhan.


"Ampun ma!" Arkhan.

__ADS_1


"Kalian mau bikin mama cepat tua hah???!!!" Lily mulai meradang. Sementara Syifa sudah menarik kembali piringnya, dan melahapnya dengan senyum penuh kemenangan.


"Ada apa ini? Suara kalian terdengar sampai luar!" Bima baru saja datang melihat apa yang di lakukan istrinya.


"Kalian selalu saja membuat mama kalian marah!" ucap Bima lalu mendudukan dirinya di samping Syifa. Melihat makanan kesukaannya Bima menjadi lapar. Dia pun mengambil sendok dari piring Syifa dan melahap satu sendok penuh nasi goreng itu.


"Ihhh papaa!!! Sama saja!!!" teriak Syifa, Bima hanya terkekeh.


"Papa lapar!" Lalu kembali mengambil nasi dan menyuapi putrinya. Lily tersenyum melihat Bima yang begitu sayang dengan Syifa.


"Ma." panggil Azkhan.


"Iya?"


"Bisa tidak mama lepaskan kami?" ucap si kembar bersamaan dengan nada memelas.


"Eh iya..." Lily melepaskan tangannya dari telinga keduanya.


"Mama nih, betah banget jewer kita!" Arkhan dan Azkhan mengusap telinganya yang sakit.


"Makanya kalau kalian gak mau di jewer jangan buat mama kesal!" ucap Lily lalu mendudukan dirinya di dekat Bima.


Lily segera mengambilkan nasi untuk suami dan kedua anaknya yang lain. Setelah selesai barulah dia mengambil nasi untuknya sendiri. Sebelum memulai makan Lily menatap kursi kosong yang sudah beberapa bulan ini kehilangan pemiliknya. Yumna.

__ADS_1


Bima yang melihat diamnya Lily memegang tangan Lily. Lily menoleh pada suaminya yang tengah tersenyum ke arahnya.


__ADS_2