Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
Extra part. Anak-anak yang luar biasa!


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit Bima dan Lily menjemput ketiga anaknya, plus satu lagi Ameera. Sejak Santi masuk rumah sakit Ameera sementara tinggal di rumah Lily, karena Ridho juga sibuk dengan usaha rumah makan miliknya. Empat pegawainya tidak bisa menangani pelanggan yang kini sedang ramai-ramainya, apalagi di jam makan siang. Barulah setelah jam tiga Ridho bisa ke rumah sakit untuk menemani Santi.


Sejak menikah dengan Santi Ridho tidak lagi menggunakan jasa pengasuh karena permintaan Santi.


Ameera berlari ke lantai atas bersama Syifa. Di ikuti oleh si kembar di belakang mereka.


Si kembar terlihat marah pada Ameera. Baju si kembar basah karena Ameera tadi merebut selang air dari pak Naryo yang sedang mencuci mobil, dan langsung mengarahkannya pada duo rusuh itu.


Lily dan Bima berpandangan melihat mereka berempat, menyerukan untuk berhati-hati pun rasanya percuma saja.


"Untung ya mas, dulu aku gak jadi hamil." ucap Lily lirih.


Bima menatap Lily heran. "Bukannya pengen bayi ya?" tanya Bima lalu berjalan mengikuti istrinya ke arah kamar mereka.


"Gak jadi ah. Ngurus tiga aja capek banget! Yumna sih udah gede, udah ngerti dari dulu." ucap Lily. Bima menutup pintu kamar dan mendekat pada Lily. Memeluk istrinya dengan sayang.


Dulu, ternyata Lily hanya telat mens akibat stress. Mungkin karena Santi pulang kampung dan hanya Lily yang mengurus ketiga anaknya yang masih kecil. Lily menghela nafas lega karena dua hari kemudian dia mendapatkan tamu bulanannya.


"Olahraga yuk!" ajak Bima.

__ADS_1


"Kamu itu harus kembali ke kantor mas!"


"Sebentar aja. Lima menit!" ucap Bima.


"Ah lima menit mah mana enak!" protes Lily. "Aku maunya satu jam." Bima tersenyum kemudian menyambar tubuh Lily dan membawanya ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan memandikan akhirnya keduanya keluar dari kamar. Anak-anak sudah selesai makan. Lily menyiapkan bekal makan siang untuk di bawa Bima ke kantor. Makan siang yang sudah telat di jam dua.


Lily dan anak-anak sedang menonton tv. Awalnya mereka tenang tapi sepuluh menit kemudian... teriakan demi teriakan terdengar jelas menggema didalam ruangan itu. Mereka berlarian kesana kemari, naik ke atas kursi dan melompati meja kaca.


Lily pusing sendiri! Kadang dia ingin suasana yang tenang, tapi jika anak-anak sedang sekolah Lily kangen dengan suara riuh teriakan anak-anaknya. Begitulah sekiranya setiap hari. Tapi Lily senang karena kehadiran Ameera, Syifa menjadi sedikit berani dengan kedua adiknya. Mungkin karena ada yang membela.


"Arkhan!" seru Ameera saat Arkhan mencoretkan spidol hitam tepat di wajah Ameera. Sedangkan Azkhan menahan tangan Ameera di kedua sisi tubuhnya. Ameera tidak bisa berbuat apa-apa berusaha menendang pun kakinya tidak sampai pada tubuh Arkhan. Syifa hanya berteriak di tempatnya meminta Arkhan dan Azkhan melepaskan Ameera. Tapi si duo rusuh itu tidak mendengarkan.


Akhirnya Syifa berlari ke arah dimana sang mama berada dan menarik Lily ke tempat mereka bermain tadi.


"Ya ampunn!!! Anak-anak!!!" suara Lily melengking untuk ke sekian kalinya. Ya, Lily sudah terbiasa berteriak sekarang!


"Apa yang kalian lakukan?" Arkhan dan Azkhan segera melepaskan Ameera. Mereka hanya tersenyum tanpa dosa.

__ADS_1


"Arkhan. Azkhan!"


"Kami cuma mau bikin Ameera jadi cat woman kok ma." ucap Arkhan, Azkhan mengangguki perkataan kakaknya.


Ameera hanya mendengus kesal sambil menghapus gambaran Arkhan di wajahnya. Di hidungnya tergambar bulat, begitu juga dengan salah satu matanya lingkaran besar dan satu mata yang lain lingkaran kecil. Tak lupa tiga garis yang menjadi ciri khas kumis kucing tidak beraturan.


Nafas Ameera memburu, si kembar sudah keterlaluan. Ameera segera mengejar keduanya di bantu oleh Syifa. Lagi! Lily hanya bisa duduk di sofa, memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.


Syifa



Ameera



Duo rusuh!


__ADS_1


__ADS_2