Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 114


__ADS_3

Mereka berjalan ke arah kasir. Ini hari libur dan supermarket sangat ramai, antrian panjang di kasir tidak membuat mereka bisa lebih cepat untuk segera keluar. Keduanya dengan sabar menunggu antrian mereka.


Tibalah saatnya mereka sampai di depan petugas kasir dengan dandanan rapih. Lily memilah barang belanjaannya dan memisahkan milik Adit yang masih berada di troli. Petugas kasir dengan cekatan menghitung belanjaan Lily hingga selesai, lalu menyebutkan jumlah nominal yang harus di bayar Lily.


"Sekalian sama punya saya." ucap Adit sambil menyerahkan kartu debitnya.


"Gak usah mas. Lily bawa uang kok!" seru Lily menolak.


"Kan mas Adit yang ajak Lily belanja. Jadi mas Adit dong yang bayarin!"


"Gak usah! Mas Adit kenapa nggak ngerti juga. Lily kan udah bilang sama mas Adit ka..." ucapan Lily terpotong saat petugas kasir berdehem.


"Maaf, mbak, mas. Antrian yang lain sudah menunggu." ucapnya sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada dengan senyuman manis yang ia tampilkan. Adit dan Lily menoleh ke arah belakang bersamaan. Masih banyak orang yang menunggu mereka.


"Pakai punya saya!" petugas kasir segera menghitung beberapa belanja milik Adit lalu dengan cepat menggesek kartu debit itu, dan tak lama menyerahkan kartu tersebut kembali beserta secarik kertas kecil bukti belanjaan mereka.

__ADS_1


Kini mereka berada di lantai atas, di restoran makanan korea, menunggu pesanan makanan yang tadi di pesan Adit. Lily memberengut kesal. Kedua tangannya ia lipat di depan dada, menatap Adit tidak suka. Belanjaan mereka simpan di bawah meja.


"Jelek tahu!" ucap Adit. Lily tetap diam dengan ekspresinya. Makanan datang. Adit mengucapkan terimakasih pada pramusaji yang menatapnya penuh minat dengan wajah yang merona.


"Ayo makan." Adit menggeser mangkuk makanan ke depan Lily yang berisi mie dengan saus berwarna merah.


"Gak mau!" ucap Lily. Masih mempertahankan posisi dan ekspresinya.


"Terus maunya Lily apa?" tanya Adit dengan sabar.


"Ya udah deh. Yang tadi biar mas Adit yang bayar, dan gantinya kamu yang bayarin makanan ini, oke?!" ucap Adit pasrah.


"Mas Adit gak mau nerima uang dari Lily. Titik. Pantang bagi mas Adit terima uang dari cewek!" ucap Adit sambil menepuk dadanya.


"Tapi kan ini juga uang mas Bima. Bukan uang hasil gajian Lily!" Adit tersenyum.

__ADS_1


"Sama aja. Ya udah makan. Kalau Lily gak mau makan kita gak akan pulang sampe malam." ucap Adit akhirnya. Lily mengalah karena ia juga sudah sangat lapar dan aroma mie di depannya juga sudah merayunya untuk segera melahap mie tersebut.


Adit tersenyum melihat tingkah Lily, tadi marah gak mau makan, tapi sekarang lihat Lily!



Sepertinya Lily lupa jika ada Adit di depannya. Dia bahkan berselfie sambil mengangkat mie-nya dengan sumpit di depan bibirnya.


Selesai makan mereka pulang di jam dua siang. Adit membantu membawakan belanjaan Lily dan menatanya ke dalam kulkas tanpa Lily minta.


"Biar sama Lily mas." ucap Lily akan mengambil tas belanjaan dari tangan Adit. Adit menolak dan menyuruh Lily untuk duduk. Lily menurut dan duduk diam sambil memperhatikan Adit.


"Gak ada pembantu?" Adit duduk di depan Lily dan meneguk minuman dingin di tangannya.


"Ada sih, tapi tiga hari sekali datangnya. Buat bantu bersih-bersih rumah." Adit mengangguk.

__ADS_1


Sebelum sore Adit pulang ke apartemennya.


__ADS_2