Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 224


__ADS_3

Ini sudah hampir sepuluh menit dan Lily belum juga keluar dari kamar mandi! Apa dia sakit perut?


Aku bejalan menuju kamar mandi dan mengetuk pintu. Lily membuka pintu dan menjulurkan kepalanya sedikit. Aahhh, aku tahu, dasar wanita penggoda! Apa dia ingin bermain di bawah kucuran air?! Uuuhhh, nakal. Eerrrhh!


"Eh mas mau apa?!" tanya Lily terlihat panik saat aku akan masuk. Dia menghalangi daun pintu dengan tubuhnya dari dalam.


"Kenapa gak bilang kalau mau main di dalam sini? Kamu tega buat aku nunggu!"


"Eh, eh mas jangan masuk."


"Kenapa?"


"Aku malu!"


"Kenapa malu? kamu tadi udah lihat kan? Lagian kamu juga pernah lihat dulu, kenapa mesti malu hem?!"


"Bukan itu!" ucapnya lalu menggigit bibir bawahnya. Ohhh ya Lord berikan bibir itu padaku!


"Umm anu..." sepertinya dia ragu.


"Apa sayang?" Aku berusaha masuk dan dia masih menahan pintunya.


"Tolong..."


"Aku tidak akan melakukannya dengan kasar aku janji!" ucapku tidak sabar.


"Ih mas, jangan di potong dong! Bukan itu!"


"Terus apa?"


"Hehe, tolong ambilkan roti."


Ya ampun! Kenapa dia lapar tapi lari ke kamar mandi? Harusnya kan ke dapur! Dan kenapa lapar disaat seperti ini, tadi sepertinya sudah makan cukup banyak!

__ADS_1


"Kamu lapar lagi?"


"Bukan ih!" ucapnya gemas.


"Itu. Umm anu...Roti di lemari! Roti jepang!"


Roti Jepang, memang Lily punya roti Jepang? kapan dia pesan roti dari Jepang? Kok aku gak tahu! Dan kenapa di simpan di lemari? Apa roti Jepang itu sangat enak sampai dia menyimpannya di dalam lemari? Apa dorayaki yang di pesan khusus?


"Ih mas, kok malah ngelamun sih! Cepetan!!"


"Eh, Oke. Tapi kamu keluar dong masa mau makan roti Jepang di kamar mandi!" ucapku sambil berlalu.


Dasar! Ternyata efek amnesia meninggalkan sifat Lily yang menjadi aneh sekarang! Aku harus protes pada dokter besok. Umm... setelah bulan madu saja deh!


Aku berjalan ke arah lemari, tanpa mengenakan apapun di tubuhku. Membuka lemari satu persatu. Mencari roti yang di maksud Lily.


"Di lemari yang ada kacanya mas. Di dalam laci!" seru Lily dari dalam kamar mandi. Tapi aku tidak bisa menemukan roti Jepang, dorayaki atau apapun itu. Hanya bungkusan berawarna biru, dan bukan makanan!


"Gak ada sayang! Yang ada cuma pembalut!" seruku sambil terus mengorek isi laci, dan memang tidak ada makanan.


"Iya itu mas!"


"Apa?"


"Itu!"


"Ini?" Aku mengacungkan bungkusan biru itu. Lily mengangguk di balik celah pintu kamar mandi.


"Iya, itu, Bawa sini cepet!" aku melongo. Pembalut! Itu berarti...


"Mas kok malah bengong! Bawa sini cepet!!" Aku tersadar dan kembali ke arah kamar mandi, baru sampai di depan kamar mandi Lily merebut bungkusan biru itu dan menutup pintu dengan cepat. Dua detik kemudian pintu kembali terbuka sedikit.


"Bisa tolong ambilkan aku handuk dan celana dalam baru?" Lily dengan cengiran khasnya!

__ADS_1


Aku duduk di atas kasur, menunggu Lily selesai dari kamar mandi. Sedikit mengerucutkan bibirku, kesal, marah, tapi juga tidak berdaya. Aaaarghh!!! PUASA LAGI!!!!


Lily keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya yang basah.


"Mas kenapa?" tanyanya. Oh ya ampun! Tubuh basahnya terlihat seksi! Aromanya...Dan rambut basahnya membuat penampilannya perfect! So sexy!! Oh no!!! Boy, sabar boy!Seandainya saja...


"Mas..." dia menggoyang bahuku.


"Aku harus puasa lagi?" tanyaku. Dahi Lily mengernyit.


"Puasa?"


"Ini!" tunjukku pada si boy. Mata Lily membola melihat milikku yang masih tegak berdiri.


"Ih, tutupin dong." ucap Lily sambil membuang mukanya ke samping, dan menghalangi pandangannya dengan kedua tangan. wajahnya berubah merah. Dia buru-buru mengambil celana bokser milikku di lantai.


"Pake celana mas. Nanti masuk angin lagi."


"Gak mau tanggung jawab?"


"Enggak!" ucapnya sambil menyerahkan celana itu padaku.


"Sayang! Kamu tega?" ucapku memelas.


"Hehe, solo karir ya!" ucapnya menyimpan paksa bokser itu di pangkuanku dan pergi ke arah lemari.


Tidak bisa begini! Lily harus bertanggung jawab atas perbuatannya!


Aku setengah berlari dan menggendong paksa Lily ala bridal.


"Akhh mas! Kamu mau ngapain?!" Tanya Lily takut.


"Kamu harus tanggung jawab!!"

__ADS_1


__ADS_2