Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 52


__ADS_3

Lily masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan kesal.


'Yang salah disini kan dia! Kenapa dia yang marah! Harusnya kan aku! Dasar laki-laki gak punya perasaan!'


(Tapi gak punya perasaan kamu juga cinta kan Ly? 😅) author.


'iya sih, tapi thor jengkelin banget sih si Bima di bikin kayak es tuh hatinya. Beku! Bikin lebih hangat kek biar punya perasaan sedikit! Jangan lupa angetnya campur teh sama gula biar manis, gak pait kayak es kopi gak pake gula. Dasar Thor juga gak punya perasaan!'


(Wuidiihhh si eneng marah-marah aja. Sabar neng ngapa? ntar jerawatan loh)


'Bodo amat!!'


Lily merebahkan dirinya dengan kasar setelah perang batin di dalam hatinya mereda. Dia memandang ke sekeliling kamarnya yang berantakan karna ulahnya sendiri. Bantal yang berserakan di lantai dan seprai yang sudah tidak berbentuk lagi. Rasanya masih kurang puas, pengennya sih muka Bima tuh yang dia acak-acak, tapi kasihan juga. Lily juga gak mau di sebut istri durhaka!

__ADS_1


Lily mencoba untuk tidur tapi perutnya terasa lapar. Dia menyesal kenapa tadi tidak menerima tawaran Adit saja untuk makan malam. Untuk pergi ke dapur rasanya sangat malas. Malas jika bertemu dengan Bima.


Jam sepuluh malam. Lily merasa tidak kuat lagi, perutnya meronta minta diisi. Jadilah dia terpaksa turun ke bawah. Lagipula Bima juga pasti udah tidur kan?!


Lily membuka kulkasnya dan menatap bahan makanan. 'Ah tapi rasanya malas juga kalau harus memotong sayur dan bawang. Mie instan aja deh!' ucap Lily dalam hati lalu mulai mengambil satu bungkus mie instan kuah dan telur untuk di masak.


Tak berapa lama makanan Lily sudah matang, Lily memindahkannya pada mangkuk kaca. Dengan hati-hati dia membawa mangkuk itu, pandangan Lily terfokus pada mie instan di tangannya, tanpa memperhatikan sekitar. Baru saja satu langkah Lily berjalan dia terkejut karena Bima tiba-tiba ada di depannya dengan sebotol air mineral di tangannya. Rasa terkejutnya membuat mangkuk ditangan Lily terlepas dan akhirnya pecah menghantam lantai.


"Hati-hati dong!" ucap Bima wajahnya terlihat khawatir. Dia segera memapah Lily ke kursi yang ada di dekat sana lalu mendudukan Lily di atasnya.


"Bisa gak sih kalau kerja hati-hati?" tanya Bima kesal.


"Lagian mas Bima ngagetin, aku kira hantu!" ucap Lily membuat Bima seketika melotot.

__ADS_1


"Emang ada hantu yang ganteng kayak aku?" tanya Bima kemudian melihat kaki Lily yang mulai memerah.


"Ahh sakit, mas." ringis Lily saat Bima mengusap kaki Lily yang basah dengan tangannya.


"Diam disini aku ambilkan salep!" ucap Bima tanpa di bantah sedikitpun oleh Lily.


Lily terdiam saat Bima dengan perlahan membersihkan dan mengoles salep luka bakar padanya. Meniupnya dengan perlahan hingga membuat kaki Lily merasa baikan. Beberapa kali Bima meniup kaki Lily yang ia pangku di atas pahanya.


'Sebenernya kamu itu kenapa sih mas? Kamu bilang aku gak boleh cinta sama kamu, tapi perlakuan kamu akhir-akhir ini bikin aku semakin cinta.' bathin Lily. Ya tuhan, rasanya Lily tidak tahan ingin sekali ia memeluk pria di depannya ini.


"Sudah." ucap Bima sambil menurunkan kaki Lily dari pangkuannya dengan hati-hati.


"Ayo, aku antar kamu ke kamar." tawar Bima sambil mengulurkan tangan. Lily menggeleng, membuat kening Bina mengkerut.

__ADS_1


__ADS_2