Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 26


__ADS_3

"Mas, maaf. hikss." ingin aku berbicara banyak, tapi rasanya suaraku tidak bisa keluar. Bibirku juga tidak bisa di gerakkan. Ada apa ini? Selama ini aku ingin berbicara banyak jika bertemu dengan dia, tapi kenapa sekarang aku sama sekali tidak bisa mengeluarkan suaraku. Bahkan bibir ini...! Aku merutuki bibirku yang tetap tidak mau terbuka.


Dia tersenyum, dan kemudian tubuhnya menjadi transparan hingga aku bisa melihat pepohonan yang ada di belakangnya. Ada apa ini?


Semakin lama tubuh itu semakin samar lalu menghilang bersamaan dengan air mataku yang mengalir semakin deras.


"Tolong jangan tinggalkan aku! Tolong!" tapi percuma, dia sudah tidak terlihat lagi! Hanya pepohonan dan langit biru cerah yang bisa aku lihat di sana.


Ku dengar seseorang berteriak memintaku untuk bangun."Lily, wake up, please!" . Aku masih enggan membuka mata, aku hanya berharap dia datang kembali kepadaku. Aku akan menunggu!


Aku akan menunggu!


Seperti yang sudah-sudah. Meskipun sekarang aku sudah melanggar janjiku, tapi aku akan menunggu untuk bisa menjelaskan semua yang terjadi.


Tapi sangat menyebalkan, suara itu kembali terdengar, bahkan sekarang aku melihat seorang pria dewasa mengambilku dan memelukku erat. Aku ingin marah sekarang! Dia sudah mengganggu mimpi ku! Dia memaksaku untuk membuka mataku!

__ADS_1


Kedua mataku terbuka sempurna. Aku terkejut karena aku kira aku tadi hanya mimpi! Aku berteriak karena pelukannya membuat aku tidak bisa mengembalikan dia lagi padaku. Harapanku pupus sudah untuk bertahan dalam mimpi dan terus menunggunya. Aku sungguh takut.


"Lily ini aku. Bima"


Bima?


"Hei, ini aku!"


Aku tersadar ketika merasakan guncangan di tubuhku.


Bima! Ya. Bosku. Suamiku!


Kembali teringat kejadian saat di restoran tadi, aku menangis semakin keras. Tiba-tiba aku merasa jijik dengan diriku sendiri.


"Aku...kotor!" lirih ku.

__ADS_1


"B*jing*n itu..." aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku. Terlalu sakit saat mengingatnya kembali. Rasanya sesak sekali dada ini hingga aku tidak bisa bernafas untuk mengeluarkan terusan dari kalimatku.


"Tenang saja Ly. B*jing*an itu akan aku bereskan besok."


"Aku...kotor...pak! Dia...sudah...hikss."


Dia merenggangkan pelukan kami. Aku kecewa, rasa nyaman yang tadi sempat aku rasakan tidak bisa ku rasakan lagi. Aku menundukan kepala. Aku juga tidak berani menatap ke arahnya. Aku takut dia merasa jijik dekat denganku yang sudah di jamah pria lain.


"Tadi dia cium kamu?"


"Aku kotor...hiks. Aku kotor..." air mataku kembali berderai bahkan semakin deras jatuh ke pangkuanku.


"Kamu gak kotor Ly. Aku akan membersihkannya." Aku tersentak ke belakang saat tangan kanannya melingkar di punggungku.


Rasanya ini seperti mimpi. Benarkan ini?

__ADS_1


Aku menutup mataku. Merasakan hal lain di bibirku. Lembut. Manis. Hangat. Ini ciuman pertamaku. Bukan! Ciuman keduaku setelah pria br*ngs*k itu memaksa menciumku tadi! Dasar b*jing*n!!


Aku meremas lengan jas pria di depanku ini saat lidahnya ******* bibirku. Seakan benar apa yang di katakannya jika dia ingin membersihkan semua yang terjadi padaku atas perlakuan kotor pria br*ngs*k itu. Dia semakin erat merengkuhku bahkan mengangkat tubuh mungilku hingga aku tidak sadar sekarang aku sudah berada di pangkuannya.


__ADS_2