
"Gak ada TAPI!" ya ampun. Lihat. Debat indah para istri yang biasanya berperang, tapi di depanku ini mereka debat karena saling perhatian. Indah sekali. Ehh...?!
"Mbak udah dong! Lily janji lain kali akan selalu bawa jas hujan. Janji. Lagian Lily juga hari ini gak bawa motor kok." ucapnya sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya, bibirnya mengulas senyuman manis. Ih apaan sih!
"Udah lah, Na. Lihat lagian dia juga gak pa-pa." ucapku menengahi debat mereka. "Dari semalam juga Lily udah sehat. Kan, Ly?" tanyaku. Lily mengangguk mantap. Haruskah aku bilang kalau semalam aku ketakutan karena perbuatan Lily. Ah tapi tidak. Nanti Dena pasti akan tertawa kalau aku bilang yang seperti itu!
"Lily semalam gak ngigau kan mas?"
"Ehh?" aku bingung. Entahlah! aku tidak dengar apa-apa semalam, aku juga tidak menunggu Lily di dalam kamar. Dena sudah melotot karena melihat aku yang bingung.
Dari belakang Dena, Lily menggelengkan kepalanya.
"Enggak." ucapku. "Malah dia mimpi sambil ketawa." Dena menoleh pada Lily. Dan Lily hanya mengangkat kedua bahunya, kini dia yang bingung, lalu tersenyum.
"Iya, hehe. Aku mimpi yang lucu semalam."
"Pokoknya kamu gak boleh pakai motor lagi." tunjuknya pada Lily, lalu beralih menatapku dengan tajam. "Dan kamu mas! Kamu harus anter jemput Lily setiap hari! Gak ada protes!!..." Dena terdiam saat Lily memeluknya dari belakang.
"Mbak, udah dong jangan marah-marah!" Tatapan Dena melembut seketika, bahkan jika Dena sedang marah aku sulit meredakannya, tapi dengan Lily, amarahnya langsung mereda. Lihat lah kedua istriku ini. Maksudku Dena dan Lily! Mereka persis seperti adik kakak.
"Kalau mbak marah terus, jelek tahu!" Dena mendengus kesal tapi kemudian tersenyum dan menatap ku. Ya ampun lihatlah keindahan ini. Nikmat mana yang kau dustakan?
__ADS_1
"Mbak. Lily kerja lagi ya."
"Eh. Mbak udah bawain makanan buat kalian. Ayo makan!" titah Dena setelah pelukan Lily terlepas.
"Ini belum jam istirahat mbak."
"Memang kenapa? Si bos juga gak akan marah kan?" Dena mendelik ke arahku. Aku hanya mengangkat kedua bahuku. Terserah. Aku kembali ke kursiku. Dan membuka laptopku, melihat lebih detail berkas yang akan aku siapkan untuk presentasi besok.
"Mas." Panggil Dena. Aku menoleh.
"Ayo makan sama-sama."
Ini masih jam sebelas, sebenarnya aku masih belum terlalu lapar tapi tatapan Dena membuat aku melangkah ke kaki mendekat ke arah mereka yang sudah duduk di sofa. Kami makan, aku dan Lily tepatnya karena Dena bilang baru saja makan sebelum datang kesini.
"Mas lain kali gak usah antar. Aku bisa pakai taksi kan?" ucapnya sebelum turun saat kami sudah sampai di rumah.
"Oke!" ucapku.
"Kalau ada apa-apa kamu bisa telfon aku atau Dena." Lily mengangguk kemudian melambaikan tangannya saat aku akan kembali melajukan mobilku. Aku balas melambai. Ish apa sih?!
Aku segera menurunkan tanganku lalu kembali dengan kemudiku dan melaju meninggalkan Lily yang masih berdiri di depan gerbang.
__ADS_1
Dena I'm come.
Hampir jam tujuh malam aku baru sampai. Rasanya lelah sekali. Dena menyambutku seperti biasanya. Dia membawakan tas dan jasku. Lalu kami masuk ke dalam kamar.
"Aku mandi dulu, ya." pamitku, tapi terhenti karena Dena melingkarkan tangannya ke belakang punggungku.
Aku tersenyum bahagia. Tidak biasanya dia memelukku duluan. Tumben!
"Aku kangen, kamu." ucapku sambil mencium keningnya.
"Aku juga." lirihnya.
"Mas." Dena menjauhkan wajahnya dari dadaku. "Lily di tinggal sendirian?" Ya ampun, tidak bisa kah dia tidak membahas Lily saat aku bersamanya?
"Memangnya kenapa? Ada satpam kok di luar!" Aku sedikit kesal karena Dena sudah merusak sedikit moodku kali ini.
"Lily kan sakit mas."
"Tapi dia udah sembuh."
"Tapi kan...hmmptt." Aku membungkam bibir indahnya dengan bibirku. Mata Dena melotot lalu dua detik kemudian terpejam menikmati hisapan dari bibirku.
__ADS_1
"Sshhh."
Oh ya ampun, desahannya! Aku sudah tidak tahan. Ingat kan dari kemarin aku menahan hasratku pada makhluk indah di depanku ini! Aku menggendong Dena di depanku, tanpa melepas ciuman kami, dan ku bawa dia ke dalam kamar mandi. Dena juga tidak menolak ataupun melawan. Kali ini tidak ada ampun!