
Lily dan Adit berada di lantai atas. Mereka sedang duduk di salah satu meja menunggu pesanan mereka.
"Kamu kesini sendirian?" tanya Adit.
"Tadinya janjian, mas. Tapi orangnya gak dateng." ucap Lily.
"Siapa? Pacar?" tanya Adit.
"Em, bukan. Teman. Iya. Teman."
"Perempuan atau laki-laki?" tanya Adit penasaran.
"Emmm..." Lily bingung mau menjawab apa. Beruntung pelayan datang dan mengantarkan pesanan mereka.
__ADS_1
"Mas Adit lapar kan? Aku juga." Lily merasa gugup, tanpa sadar Lily merebut piring dari tangan pelayan yang hendak menyimpannya di meja. Adit hanya tersenyum melihat tingkah Lily.
"Kamu beneran lapar, Ly?" Tanya Adit, lalu menyeruput es jeruk nya.
"Iya mas, aku lapar!" ucap Lily tersenyum malu. Padahal perutnya tidak terlalu lapar karena telah banyak makan popcorn ukuran big size, dan minuman soda tadi di dalam bioskop.
"Ya sudah kamu makan saja dulu. Kita ngobrolnya nanti saja."
Lily merasa lega. Adit tidak bertanya lebih lanjut tentang siapa yang di tunggunya. Mereka pun makan dengan mengobrolkan hal yang lain.
Adit mengajak Lily berputar-putar di mall. Melihat-lihat sekiranya ada yang akan di beli.
Lily hanya pasrah mengikuti kemana Adit membawanya. Tangannya di genggam erat oleh Adit.
__ADS_1
"Mas Adit, lepas dong. Lily bisa jalan sendiri koq!" ucap Lily, Adit hanya cuek dia malah mengapit tangan Lily dengan lengannya dan menempelkan punggung tangan Lily di dadanya.
"Enggak mau. Lihat mall ini rame banget. Nanti gimana kalau kamu nyasar?"
"Ih mas Adit mah! Lily gak bakal nyasar koq. Kan Lily juga bukan cuma sekali ini kesini, mas! Lagian Lily bukan anak kecil juga!" protes Lily sambil memberengut, yang membuat Adit malah semakin gemas melihat gadis di sampingnya.
"Buat aku kamu itu seperti anak kecil, harus selalu di jaga, di awasi, dan di sayangi! Jadi selama kamu jalan sama aku jangan harap aku bakal lepasin kamu!" ucap Adit membuat Lily melotot dan melabuhkan tinju pada lengan Adit dengan tangan kirinya.
"Aww, kamu badan kurus tapi sakit juga ninjunya!" Adit pura-pura kesakitan karena tinjuan Lily sama sekali tidak terasa sakit olehnya. Lily kembali memberengut karena Adit mengatainya kurus. Tapi emang bener sih, Lily emang kurus, tapi dia punya tinggi badan yang membuat para wanita iri. Postur tubuh Lily lebih cocok jika ia jadi model saja.
Adit mengacak rambut Lily dengan gemas, hingga Lily mengeluarkan protes untuk yang kesekian kali. Tapi Adit tidak peduli dia terlalu senang melihat wajah Lily yang kesal. Sangat manis menurutnya!
Hari menjelang sore. Beberapa tas karton mereka jinjing di tangan masing-masing. Lebih banyak di tangan Adit sih, Lily hanya membawa dua karton berisi sepatu olahraga dan satu karton lagi berisi dress berwarna hitam. Sedangkan Adit, dia membeli macam-macam barang keperluannya dan juga beberapa barang untuk wanita.
__ADS_1
Mobil sudah melaju. Kini saatnya mereka untuk pulang setelah Lily menolak permintaan Adit untuk makan malam bersama. Adit pun menurut walau dalam hatinya merasa kecewa karena hari ini waktu bersama Lily terasa sebentar, padahal mereka bertemu dari siang tadi. Rasanya Adit sama sekali belum rela jika harus mengantar Lily pulang.