
"Kamu mau menengok Yumna?" tanya Bima yang kini duduk masih berdua dengan Lily di ruang makan. Sementara anak-anak sudah ke kamar masing-masing.
"Enggak. Yumna bilang kita jangan kesana. Kamu tahu sendiri bagaimana Yumna, mas. Yumna tidak mau konsentrasinya terpecah karena kedatangan kita." ucap Lily sendu.
"Dia itu mirip denganku saat aku masih sekolah. Dulu aku juga tidak mau di ganggu saat belajar."
"Kenapa sifat seperti itu yang di turunkan? Aku kan jadi tidak bebas mau mengunjungi dia?" kesal Lily lalu beranjak meninggalkan Bima sendirian di ruang makan. Bima hanya memandang punggung Lily yang mulai menjauh.
Salah ya? Bima menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
...---...
Syifa dan kedua adiknya bersiap ke sekolah. Hari ini Bima yang mengantarkan mereka karena Lily akan pergi ke toko kue nya di antar Pak Naryo.
"Ingat! Jangan buat masalah!" Bima menunjuk bergantian pada kedua putranya. Setelah mencium tangan Bima ketiganya pun turun dan masuk ke gerbang sekolah yang sudah mulai ramai.
"Syifa!!" teriak Ameera. Ameera berbalik dan melambaikan tangannya pada sahabatnya itu. Ameera berlari mendekat, tapi belum dia sampai Arkhan sudah menarik Syifa menjauh dari Ameera.
"Ih Arkhan! Lepas!" teriak Syifa melepaskan diri dari tangan adiknya. Lalu mendekat ke arah Ameera yang kesal dengan salah satu duo rusuh itu.
"Meera!" Azkhan menyapa.
"Hai!" Ameera bertos ria, lalu kemudian menatap Arkhan yang menjauh.
__ADS_1
Dasar manusia kutub! Dadi dulu gak pernah berubah! batin Ameera kesal.
Cihh dasar! Pagi gini udah melotot aja! Arkhan berujar dalam hatinya.
Entah kenapa dari dulu dia sangat kesal karena Ameera bisa membuat kedua adiknya melupakan dirinya.
Arkhan berjalan menuju kelas di belakangnya mengikuti Azkhan yang setengah berlari dan lalu melingkarkan tanganya di pundak saudara kembarnya.
"Napa sih, tiap lihat Ameera selalu aja gitu!" Tanya Azkhan yang sebenarnya dia juga tahu apa alasannya.
Arkhan hanya diam tidak bicara.
"Kak Arkhan!" panggil seorang gadis yang berlari kecil mendekat ke arah mereka berdua.
"Kak Arkhan...t-tolong terima ini." ucap gadis itu terbata dan mengulurkan sebungkus coklat pada Azkhan, wajahnya merah tertunduk karena malu.
"Yang kamu kasih itu siapa?" tanya Azkhan mencoba menggoda gadis itu. Gadis dengan kacamata itu mendongak melihat ke arah keduanya. Mereka tersenyum sangat manis. Dia semakin bingung untuk membedakan mana Arkhan dan mana Azkhan. Keduanya sama!
"Coba lihat yang baik mana Arkhan?" tanya Arkhan. Gadis berkaca mata itu kembali bingung, dia menggeserkan tangannya ke arah Arkhan.
"Kamu yakin gak salah orang?" tanya Azkhan membuat gadis itu semakin bingung. Dan dia kembali menggeserkan tangannya ke arah Azkhan.
"Kalau kamu sudah tahu yang mana Arkhan kamu boleh balik lagi dan kasih coklat itu." ucap Arkhan dengan senyuman yang membuat hati gadis itu meleleh. Lalu mereka pergi dan melambaikan tangannya tanpa melihat lagi ke arah belakang. Meninggalkan gadis berkaca mata itu yang masih kebingungan melihat keduanya berlalu.
__ADS_1
Fiuhhh... bingung. Yang mana ya? batinnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Arkhan dan Azkhan tertawa mengingat wajah bingung siswi tadi. Lalu Arkhan mengangkat telapak tangannya di sambut tos oleh adiknya.
"Terima aja napa sih? Kasihan dia. Lihat dia tadi berkeringat."
"Elu juga sama aja!" cecar Arkhan. Azkhan hanya menyengir ria.
"Tapi nanti kalau dia datang lagi, gue terima aja lah. Kasihan sih!"
"Huhh dasar kenapa gak tadi aja di terima. Lumayan kan bisa makan coklat gratis gue!" kesal Azkhan sambil menoyor kepala kakaknya.
"Yang sopan dikit woy sama yang lebih tua!" teriak Arkhan tidak terima, balik menoyor adiknya lebih keras.
"Ya elaahh!!! Beda lima menit je!" ujar Azkhan menirukan gaya ipin dalam serial kartun.
Keduanya kembali tertawa. Bukan sekali ini mereka menjahili seperti tadi.
Kelakuan mereka tak luput dari penglihatan seseorang.
"Dasar, sok jual mahal!" gumam Ameera yang kesal melihat ke arah si duo yang sudah menjauh.
Ameera.
__ADS_1