Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 199


__ADS_3

Seperti yang ia khawatirkan, Lily juga tidak mengenali Yumna.


"Elo sabar Bim. Lily pasti akan sembuh!" Bima mengangguk. Menatap Lily yang sedang tertidur pulas.


"Gue udah lama banget cari dia bahkan dari dulu. Salah gue karena gak kenalin dia. Dia yang udah bikin gue hampir gila. Bahkan Dena juga gak mampu buat hilangin dia dari dalam fikiran gue!" Adit tidak mengerti dengan yang di bicarakan Bima.


"Dia cinta pertama gue, Dit. Dia yang udah bikin gue sering ketemu Rio."


"Gue gak ngerti!?!"


"Dia Una temen gue sewaktu kecil. Gue pisah sama dia karena keluarga gue pindah dari Jogja ke Surabaya..." dan mengalirlah cerita tentang Bimbim dan Una. Adit terperangah karena ternyata selama ini foto anak tambun yang ia lihat di kamar Lily adalah Bima! Dan gelang itu, ah ya ampun!


"Ternyata hidup gue gak jauh dari kisah kalian!" Decih Adit tertawa garing.


"Memang elo jodoh Lily." usap Adit pada bahu Bima.

__ADS_1


"Dan jangan lupa. Panggil gue kakak! Elo harus hormat sama gue meskipun umur gue satu tahun di bawah elo!"


"Cihh dasar! Gila hormat lo?" cerca Bima.


"Lily sangat sayang sama elo Bim, dan dia juga tentunya gak bisa lupain Bimbim. Mungkin karena kalian orang yang sama, maka Lily gak bisa lepasin salah satunya."


"Mungkin Tuhan mau bikin balasan buat gue karena gue udah nyakitin hati Lily." Adit kembali mengusap lembut pundak Bima.


"Iya, elo pantes dapet balasan! Sekarang tugas elo bahagiain Lily."


"Tapi gimana kalau Lily gak inget gue selamanya?"


***


Setiap hari Bima menemani Lily, menjalani terapi dan sebagainya untuk mengembalikan fungsi tubuhnya.

__ADS_1


Dengan sabar dan telaten Bima mengurus keperluan Lily, dia juga membagi waktunya untuk bertemu dengan Yumna, agar Yumna sama sekali tidak kehilangan perhatian darinya.


***


Hari-hari berlalu. Kini Lily sudah tidak sekurus dulu lagi, perlahan tubuhnya sudah mulai terisi kembali, wajahnya sudah cerah tidak lagi pucat. Bima bahagiabmelihat perkembangan Lily.


Satu yang membuat Bima khawatir adalah Yumna. Tapi Bima sangat bersyukur meskipun Lily tidak ingat dengan Yumna, dia bisa membuat Yumna senang. Yumna juga mengerti kalau mamanya sedang sakit, maka dia tidak rewel. Malah membuat Lily sering tersenyum dan tertawa melihat tingkah Yumna yang menggemaskan


Bima senang akan hal itu.


Kabar baik dari Melati. Dia juga akan melepaskan Lily. Lily juga terlihat sangat bahagia meskipun dia masih amnesia. Tapi perasaan memang tidak bisa di bohongi bukan? Melati sering terisak jika melihat Lily, Bima dan Yumna. Harusnya dia melihat Azka yang ada di posisi Bima.


"Azka bukan jodoh Lily, tapi Lily jodoh Azka hingga di akhir hayatnya." Hadi merangkul pundak istrinya, Melati melabuhkan kepalanya di dada sang suami lalu terisak.


"Papa senang anak cucu kita mendapatkan kebahagiaan." Melati mengangguki ucapan sang suami.

__ADS_1


Melati sudah mengurusi segala keperluan Lily, surat yang menyatakan status baru untuk Lily. Janda untuk kedua kali. Lily tidak perlu masa iddah karena menurut agama jika belum bercampur dengan suami maka tidak ada masa iddah dalam perceraian. Melati tahu itu karena sebelum kecelakaan Azka curhat tentang hal itu. Anak kesayangan!


Bima memutuskan untuk membawa Lily ke Jakarta setelah dirasa Lily kuat nanti, mungkin seminggu lagi. Itupun jika dokter mengizinkan.


__ADS_2