
Akhirnya mereka pun pulang. Karena Syifa tidak sanggup lagi berjalan maka Azkhan menggendong Syifa di punggungnya.
"Berat banget sih, kak!" protes Azkhan yang sudah lelah.
"Ya elah kurus gini di bilang berat. Berat badan gue cuma empat tujuh, belum tujuh empat!" sungut Syifa kesal mencubit pundak adiknya.
"Aww sakit. Jangan KDHAK dong!" teriak Azkhan.
"Apa tuh KDA apa tadi? Kayak kontes dangdut di tv aja." tanya Syifa.
"Itu KDI! KDAHK. Kekerasan Dalam Hubungan Adik dan Kakak!" sungut Azkhan. Lalu berhenti sebentar untuk menaikkan Syifa yang sudah melorot. "Elu tuh berat tahu!
"Ah Dasar Lu mah lelaki letoy. Masak gendong kakak sendiri gak kuat. Kalau elu gendong pacar aja pasti gak akan komplain meski pacar elo gendut!"
"Gak mungkin! Calon pacar gue lebih ramping dari pada elu!" ujar Azkhan mengingatkan dia pada suatu hal.
"Buktiin deh jangan banyak bac*t!" ujar Syifa kesal masih saja di bilang gendut. Ya secara tidak langsung begitu kan?!
__ADS_1
"Idih, gue gak nyangka elu kalem tapi mulut elo JAHADD!!" Ucap Azkhan sambil terus melangkah.
"Biarin!!" ucap Syifa cuek.
Arkhan dan Ameera sudah jauh di depan mereka meninggalkan Azkhan yang masih menggendong Syifa.
Itu juga punya kakak satu gak ada akhlaq, gak pengertian banget! Mentang-mentang udah akur sama aybeb nya gue di cuekin. Mana berat lagi...Tahu gini tadi gak ikut kesini! sungut Azkhan dalam hati.
Rencana ingin main game seharian batal karena Arkhan menariknya paksa dengan ikut ke taman bersama Syifa, dengan dalih ingin melindungi kakaknya dari tatapan pemuda nackal! Padahal...
Dasar bucin! Azkhan menatap kesal pada punggung kakaknya yang sudah menjauh.
"Sabar napa sih! Masih mending gendong anak tuyul gak berat!" sungut Azkhan.
"Ish, kayak yang pernah gendong tuyul aja!"
"Lah ini emaknya yang gede berat kalau anak tuyul kan kecil gak berat!"
__ADS_1
"AZKHAAAANNNN!!!!" teriak Syifa kesal karena di samakan dengan emak tuyul.
Azkhan refleks memegangi telinganya yang terasa berdengung, hingga tanpa sadar membuat Syifa terjengkang ke belakang dan pantatnya mencium tanah.
"Aawww. AZKHAANNNN!!!" teriak Syifa lagi, membuat beberapa orang menoleh pada mereka. Sebagian dari mereka menahan tawa melihat Syifa yang terduduk di bawah. Begitu juga dengan gadis yang tidak jauh dari mereka. Dia menahan tawa melihat kelakuan kakak adik di depannya ini.
Azkhan berbalik dan mengulurkan tangannya pada Syifa, tapi pandangannya menangkap seseorang yang tengah menutupi mulutnya dengan sebelah tangan, dan sebelah tangan lagi masih memegang kacamata yang patah.
"Azkhan!" panggil Syifa yang masih duduk di bawah. "Kamu gak mau narik aku?!" Syifa menggeram dengan gigi yang menempel.
Azkhan tersadar dengan tangan kakaknya yang sedari tadi sudah menggenggam tangannya langsung menarik Syifa. Syifa dengan segera menghentakkan kakinya dan berjalan menjauhi Azkhan. Tidak peduli dengan rasa pegal yang sangat di kakinya.
"Gue gendong lagi kak?" tanya Azkhan masih berdiri di tempatnya.
"Ogah!" ucap Syifa ketus sambil terus melangkah menuju Ameera dan Arkhan.
Azkhan menatap kembali pada gadis itu yang masih berdiri disana. Lalu mereka saling tersenyum tanpa tahu arti dari senyumannya.
__ADS_1
"AZKHAAANNNN BURUAANNNN!!!" teriak Syifa dari kejauhan. Mobil jemputan mereka sudah sampai.
Tanpa sadar Azkhan mengangkat tangannya dan melambaikan tangan pada gadis itu. Sadar lambaian tangannya tidak di balas, Azkhan pun menurunkan tangannya dan berbalik lalu berlari dengan wajah malu.