Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 63


__ADS_3

"Enggak kok. Aku pulang aja. Lagian kasihan juga supir nunggu di luar. Dia juga pasti capek udah nganterin aku keluar kota beberapa hari ini." ucap Dena.


Bima dan Lily tidak bisa memaksa lagi. Akhirnya setelah makan malam bersama Dena pulang ke rumahnya dengan perasaan yang tidak karuan. Dena bahagia tapi tidak memungkiri kalau dia juga cemburu. Dena menyandarkan dirinya ke sandaran kursi.


"Tolong Mas Bima jangan sampai tahu kemana kita pergi selama ini." lirih Dena yang di jawab anggukan kepala dari sopir di depannya.


***


"Mas, kayaknya Mbak Dena marah deh!" ucap Lily ketika mereka duduk di ruang tengah setelah mengantar kepergian Dena. Tatapan Lily menuju ke arah lain, sedangkan Bima menatap Lily bingung.

__ADS_1


"Maksudnya?"


"Mas sih kenapa juga tadi gak sisiran. Atau rapihin baju gitu? Jangan-jangan mbak Dena ngira kita habis...Aaakkh!" teriak Lily setengah frustasi. Lily takut jika Dena akan marah padanya.


"Kamu juga sama. Rambut berantakan! Jadi jangan cuma salahin aku dong!" bela Bima untuk dirinya sendiri.


"Pokoknya yang salah mas Bima, karena tadi keluar gak bawa hp. Kan jadi aku yang capek lari-lari cari kamu, mas!" Lily berdiri dengan kesal, mengambil gelas dari meja dan membawanya ke dapur.


Lily kembali ke ruang tengah, tapi sudah tidak menemukan Bima disana. Pastilah Bima sudah berada di kamarnya. Jam sudah menunjuk angka sepuluh, tapi Lily masih belum berniat untuk pergi ke kamarnya. Lily menyalakan tv dan menonton apapun agar ia mengantuk.

__ADS_1


Satu jam kemudian.


Lily tertidur dengan bersandar di sofa panjang. Remot tv di tangannya hampir terjatuh ke lantai. Mulutnya sedikit terbuka dengan nafas yang teratur. Layar tv masih menyala menayangkan film action yang sama sekali tidak disukai Lily. Film tentang perang di Timur Tengah, pastilah akan ada suara tembakan dan darah disana.


Bima terdiam melihat Lily yang tertidur pulas. Dia menatap wajah damai Lily. Rasanya kasihan juga kalau Lily dibiarkan tidur dengan posisi seperti itu!


Bima mengangkat tubuh Lily dan memindahkannya ke kamarnya. Badannya lelah, apalagi tadi sempat berlarian saat pulang dari taman, belum lagi naik turun tangga beberapa kali hanya untuk memindahkan semua barang Lily. Dan rasanya ia terlalu malas jika membawa Lily ke kamar atas. Bima menyelimuti tubuh Lily dengan selimut tebalnya lalu menurunkan suhu AC agar tidak terlalu dingin.


Bima mengambil air dingin di dapur, lalu menenggaknya. Ia tertawa kecil mengingat bagaimana paniknya mereka saat itu. Membereskan semua hanya dalam waktu sesingkat mungkin. Ya ampun, tidak pernah terfikirkan oleh Bima dirinya akan hidup dengan penuh drama seperti ini!

__ADS_1


Bima kembali ke kamar setelah sebelumnya ia mematikan tv yang masih menyala. Di lihatnya Lily yang tidur dengan tenang. Lalu tertawa lagi. Dia pun segera berbaring di sebelah Lily tentunya dengan bantal guling di tengah mereka, dan menyelimuti dirinya dengan selimut yang sama. Kemudian menutup mata untuk menjemput mimpinya.


Yang sebenarnya terjadi adalah Dena salah lihat, karena yang ia sangka Bima dan Lily berciuman nyatanya Bima dan Lily hanya merapikan diri masing-masing. Dan Bima saat itu sedang membantu merapikan rambut Lily, dan Lily yang mengancingkan baju Bima. Tapi yang Dena lihat adalah mereka seperti sedang berciuman, kepala mereka bergerak-gerak.


__ADS_2