
"Bima!!" Lily menepuk pipi Bima dengan keras membuat pria itu kembali ke alam sadarnya.
"Aku lapar!!!" Seru Lily. "Aku belum makan dari siang. Tadi aku ke kantor mau ajak kamu makan siang, tapi malah lihat kamu lagi mesra-mesraan sama cewek!!" ucap Lily sebal. Lily merengut membuat Bima tersenyum senang.
"Kamu cemburu, hem!" Bima dengan seringaian nya.
"Gak! Tapi aku marah!!" kali ini Lily melipat kedua tangannya di depan dada.
Bima kembali memeluk Lily dan mencium puncak kepala Lily berkali-kali.
"Lepas ih, aku lapar! Atau kamu sengaja gak kasih aku makan supaya aku mati dan kamu bebas cari cewek lain yang lebih cantik dan seksi dari aku. Iya!" celetuk Lily. Bima tertawa pelan dan menjauhkan dirinya dari Lily memandang lamat-lamat wajah manis Lily.
"Enggak lah. Aku gak mungkin cari wanita lain, sedangkan aku udah punya yang lebih dari segalanya." Bima mengambil dagu Lily dan mengangkatnya hingga wajah Lily mendongak dan mereka saling berpandangan.
Bima tersenyum dan mendekatkan wajahnya, Bima rindu dengan rasa bibir Lily yang manis. Tapi belum sampai di bibir Lily...
"Oohhh so sweet!!!" suara seorang wanita terdengar mengganggu acara mereka. Sofie dan Edward baru saja masuk.
Bima dan Lily menjauhkan diri masing-masing dengan wajah merah karena malu.
"I'm sorry honey. Kami ketiduran tadi karena lelah. Hehe." Sofie terkekeh malu.
"Lily? I'm Sofie. Dan ini Edward, suamiku!" Sofie mengulurkan tangannya pada Lily, dan di sambut Lily.
__ADS_1
"Maafkan aku. Karena aku, kalian jadi salah faham. Kami berdua sudah biasa bersikap seperti itu, dan tadi mungkin karena Edward sedang berada di dalam kamar mandi jadi kamu gak lihat dia."
Lily tersenyum senang, ternyata semua ini hanya salah faham.
"Aku janji gak akan berbuat seperti itu lagi. Maaf." ucap Bima lagi.
"Maaf Sof, lain kali jangan lakukan seperti tadi. Aku sudah ada seseorang yang cemburu padaku sekarang!"
"Siapa bilang aku cemburu! Aku cuma marah!" Lily meninju dada Bima keras.
"Aww, itu menyakitkan sayang."
"Lebih sakit aku yang lihat kamu."
"Iya aku minta maaf."
"Haha, maaf. Maaf. Lebih baik aku dan Edward pergi dari sini, dan teruskan acara kalian yang tadi tertunda." ucap Sofie sambil menggerakkan tangannya.
"Umm dan for you Bima. Thank's untuk kamarnya. Kami gak sempat bereskan, karena aunty menelfon tadi!"
"Oke gak masalah, tapi lain kali cari hotel, karena aku gak mau berbagi kamar dengan kalian." Sofie terkekeh, Edward hanya melongo karena bingung dengan apa yang di dengarnya.
"Come on, beib. Kita harus pergi dan biarkan mereka melanjutkan ciuman mereka tadi yang tertunda!" Sofie dengan kekehannya, lalu pergi dengan menggandeng tangan suaminya.
__ADS_1
"Ayo lanjutkan? Udah gak ada yang ganggu kan?"
"Ada!"
"Siapa?"
"Cacing di perut ku!" Bima menepuk jidatnya. Lily tertawa pelan.
Akhirnya Bima memesan makanan menggunakan aplikasi di hpnya. Beberapa menit menunggu, makanan sampai dan Bima menyuapi Lily hingga makanan itu habis.
"Kamu benar!"
"Apa?" tanya Bima bingung.
"Ingatan tentang kamu jelek semua!" Bima terlonjak dari duduknya.
"Kamu udah ingat?"
"Sedikit. Aku tadi ke rumah kita."
"A-apa yang kamu ingat?" Tanya Bima was-was.
Lily hanya menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Ayo kita menikah dan aku akan buat perhitungan sama kamu karena kamu udah jahat sama aku!"
Glekk!!!