Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 36


__ADS_3

Bima kembali naik menggunakan lift menuju ke tempat foodcourt berada. Dia sudah hapal tempat favorit istrinya. Tak berapa lama Bima menemukan mereka. Dena dan Lily sudah duduk disana dengan pesanan masing-masing, tidak lupa pula memesankan makanan untuk Bima.


"Mas, adil dong!" ucap Dena saat dirinya duduk tepat di samping Dena. Bima yang tidak mengerti menaikan satu alisnya.


"Mas, duduk di tengah!" jelas Dena saat Bima tidak juga beranjak. Bima yang mengerti langsung bangun dan duduk di tengah-tengah antara mereka.


Mereka bertiga menikmati makanan, Dena banyak bicara hari ini, Bima akui dekat dengan Lily membuat Dena lebih cerewet ternyata. Bima tersenyum tipis melihat istrinya tertawa lepas. Kedua istrinya tepatnya. Walaupun Bima lebih banyak memperhatikan Dena.


"Gimana malam pertama kalian?" ucap Dena tiba-tiba yang membuat Lily tersedak.


"Uhukk...!"


Dengan sigap Bima menyerahkan gelas air mineral miliknya pada Lily, dan langsung di sambar oleh Lily dengan rakusnya, sedangkan Dena hanya tersenyum melihat perlakuan suaminya pada istri mudanya.


"Eh maaf pak, air bapak habis." ucap Lily malu. "Aku akan belikan yang baru!" Lily hendak beranjak, tapi di cegah oleh Bima. Lily kembali duduk di tempatnya.

__ADS_1


"Ly kenapa sih masih panggil bapak sama suami sendiri. Panggil 'mas' sama kayak aku!" titah Dena. Lily tersenyum malu memandang Bima yang masih saja berwajah datar.


"Tapi..."


"Gak ada tapi-tapian. Manggil bapak ke suami sendiri, kan umur kalian cuma beda empat tahun!" protes Dena sambil tertawa terkikik.


"Iya mbak. Kebiasaan kalau di kantor!" Lily menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku Ly!"


"Yang mana?"


Lily jadi serba salah sendiri, dia gelisah dalam duduknya. Bingung dengan jawaban yang akan di berikan kepada Dena.


"Mbak, jangan disini juga dong. Aku malu."

__ADS_1


"Loh memangnya kenapa? Gak usah malu Ly."


Lily menatap Dena lalu beralih pada Bima seakan meminta bantuan jawaban darinya.


Percuma. Bima hanya diam tanpa ekspresi sambil terus memakan kentang goreng di tangannya.


"Hahaha. Muka kamu Ly. Kayak udang rebus!" gelak tawa Dena terdengar indah di telinga Bima membuat Bima tersenyum senang. Sedangkan Lily menunduk malu.


Mobil berhenti di pelataran rumah mewah milik Bima bersama Dena. Lily turun dari dalam mobil dan membantu Dena membawakan barang belanjaan mereka tadi. Karena letak rumah Lily lebih jauh maka di putuskan untuk mengantar Dena terlebih dahulu.


Bima naik ke atas untuk mengganti bajunya, sedangkan kedua istrinya di dapur sedang menata belanjaan ke dalam lemari pendingin.


"Mas Bima itu paling suka ikan mas goreng." ucapnya seraya memasukan plastik berisi ikan ke dalam kulkas. "Jangan lupa pakai sambal dan lalapan selada juga kacang panjang dan wortel yang di rebus." terang Dena Lily hanya manggut-mangut mendengarkan.


"Trus kalau tumis, mas Bima sangat suka tumis kangkung pakai udang." dan banyak lagi yang Dena terangkan. Lily jadi tahu makanan kesukaan Bima sekarang.

__ADS_1


Bima turun dari kamarnya, dia sudah mengganti pakaian dengan celana pendek dan kaos berwarna biru muda. Dilihatnya Dena dan Lily masih asyik di dapur.


Setelah hampir satu jam Lily pamit dari rumah Dena. Di banding rumah miliknya, rumah yang di tempati Dena sangat besar, beberapa kali lipat dari rumah yang sekarang di tinggalinya. Dengan beberapa asisten dan tukang kebun serta dua penjaga di depan gerbang rumahnya.


__ADS_2