Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 211


__ADS_3

Sangat berat bagi Bima tidak bertemu dengan Lily. Tapi jika bertemu, ia takut akan bertindak lebih dari kemarin. Salah Bima karena terlalu bernafsu, Bima terlalu rindu dengan Lily. Memang tidak boleh hanya berduaan antara pria dan wanita, karena kalian tahu kan yang ketiga siapa?


"Aku kangen kamu." ucap Bima yang sedang menelfon Lily. Bima menggulingkan dirinya di atas kasur dengan bantal guling yang ia dekap erat dengan sebelah tangan dan kedua kakinya.


<'Aku juga. Kangen!'>


"Kalau aku ke rumah mama sekarang, mama pasti usir aku!" terdengar suara tawa Lily dari seberang sana.


Mereka melanjutkan percakapan mereka, sesekali Bima tertawa dan merengut. Menggulingkan dirinya ke kanan dan ke kiri. Mengelus bantal guling itu seakan mengelus pipi Lily.


Ya ampun Bima! Tidak menyangka rindu akan membuat Bima seperti orang gila untuk kedua kalinya. Ah tidak! Tapi tiga kali.


Rindu Una kecil.


Rindu Lily saat Lily menghilang.


Dan kini rindu karena Lily tidak bisa di temui.

__ADS_1


Dan itu karena sang mama! Tidak baik katanya kalau calon pengantin sering bertemu. Emang iya?


"Ya udah, kamu tidur dulu. Jangan lupa mimpikan aku ya." ucap Bima lalu terdengar kekehan saat Lily mencibirnya.


Telfon di tutup. Sedikit kecewa sebenarnya, tapi tidak baik juga kalau Lily sampai begadang karena menemaninya bertelfon ria.


"Ah Una! Cinta ini, membunuhkuuu!!!" teriak Bima menyanyikan satu bait nyanyian yang entah judul dan penyanyinya siapa, Bima lupa. Dan Bima hanya hapal dengan kata-kata yang itu saja. Ish dasar Bima!


"Hei, awas aja kalau udah nikah nanti jangan harap kamu akan aku lepas! Aku akan kurung kamu seharian di kamar! Akan aku buat kamu gak tahan dan minta lagi-minta lagi." ucap Bima pada bantal guling yang sudah di tempeli foto wajah Lily. Menciuminya dan membelai pipinya.


"Dasar!! Kenapa jatuh cinta bikin gue gila???"


"Sabar 'boy' sebentar lagi kamu akan punya sarang!" Bima pun mencoba menutup matanya.


***


Hari-hari Bima lalui seperti biasanya. Bekerja dan bekerja. Waktu bertemu Lily juga tidak terlalu sering dan tidak bisa lama. Minimal hanya dua jam, seminggu dua kali. Lebih dari itu Bima akan di usir mama Ratih.

__ADS_1


Kadang Bima bertanya-tanya apa mungkin dirinya anak pungut? sampai-sampai mama dan papanya mengusir dia dari rumah orangtuanya sendiri? Miris!!


Bima mengeluarkan hpnya dari dalam laci, melihat di dalam galeri miliknya foto kebersamaan dengan Lily dan Yumna. Keluarga kecil bahagia dan sebentar lagi akan segera terwujud.


Bima tersenyum sendiri.


Aahh kalau saja aku gak melakukan kesalahan tentu kami lebih bahagia dari sekarang! batin Bima.


Lagi. Bima merutuki kebodohannya sendiri di masa lalu.


***


Hari ini Bima, Lily dan Yumna akan menemui seorang desainer kenalannya, salah satu teman baik Dena. Bima akan menggunakan desain milik Dena. Sebelum Dena meninggal, Dena bilang ingin membuatkan gaun pernikaha untuk Lily tapi hanya bisa terealisasikan dalam sebuah kertas sampai akhirnya Dena tiada.


Sebenarnya Dena ingin Bima dan Lily mengadakan resepsi pernikahan, sekalian memperkenalkan Lily ke publik sebagai istri Bima.


Lily pun tidak keberatan dengan permintaan Bima.

__ADS_1


Allea menatap gambar di tangannya dengan takjub, matanya berair. Ingat bagaimana perjuangan Dena hingga mencapai kesuksesan.


Beberapa asisten membantu mengukur tubuh Lily dan mencatatnya. Begitu juga dengan Yumna.


__ADS_2