
Aku menghempaskan diriku di kursi kebesaran milikku. Rasanya aneh sekali. Aneh karena aku seperti sudah mengenal Lily jauh sebelum ini. Ah mungkin hanya perasaanku saja sih! Selama ini hanya tiga wanita yang sangat dekat dengan ku selama dalam hidupku. Di tambah Lily jadi empat. Tapi apakah Lily akan ku masukan dalam daftar wanita yang dekat denganku? Entahlah. Sementara aja deh. Wanita yang sementara dekat denganku.
Perutku rasanya lapar. Sedikit menyesal karena menolak makanan enak yang di buat Lily di rumah.
Aahh perut. Bertahanlah sebentar lagi. ku usap perut ku yang mulai menyanyi, lalu menekan interkom.
Dua puluh menit kemudian makanan yang aku pesan sudah datang, diantarkan salah satu OB di kantorku. Memang hanya nasi uduk dengan lauk ikan gurami goreng dan sambal serta tahu goreng, tapi cukup lah untuk membuat perut ku kenyang. Walaupun rasanya masih menyesal karena mengabaikan nasi goreng udang buatan Lily. Maafkan aku nasi goreng udang! Kapan lagi kita akan bertemu?!
Meeting hari ini berjalan dengan lancar. Tentunya karena bantuan Lily juga.
Sebelum kembali ke kantor, aku dan Lily makan di luar karena sebentar lagi jam makan siang. Kami makan dengan saling diam. Dan ku lihat Lily juga tidak terlalu banyak bicara padaku siang ini. Apa mungkin Lily marah karena aku tidak sarapan tadi? Ah sudahlah! Akan lebih baik jika Lily mulai benci padaku! Tapi kenapa rasanya semakin aneh ya?
"Hei kebetulan kita ketemu!" suara seseorang tepat di belakang ku. Lily tersenyum dengan ramah dan... manis?
Tanpa basa-basi orang itu duduk di bangku di sebelah Lily. Aku mendengus dengan kesal kenapa harus bertemu dengan dia disini.
"Nagpain elo disini, Dit?" tanyaku sebal.
__ADS_1
"Lunch dong!" ucapnya santai. Lalu mengalihkan pandangannya ke arah Lily yang duduk di sebelahnya.
"Hai, Ly. Apa kabar?" tanyanya dengan nada lembut.
"Baik mas." ku dengar Lily menjawab dengan lirih.
"Semalam aku telfon tapi kamu gak jawab." Adit dengan muka di buat memelas.
What!! Apa hubungan mereka semakin dekat sekarang?
"Ah ya, maaf mas Adit. Semalam Lily sibuk, jadi gak sempet pegang hp. Maaf ya!" Seru Lily dengan wajah manisnya. Oh My God!
Adit beralih menatapku dengan tatapan dingin. "Elo bikin Lily lembur semalam?"
Eh?
"Dasar lo bos killer. Jangan kasih calon istri gue lembur sampe gak bisa angkat telfon dari gue!" sarkas Adit.
__ADS_1
What?!! Calon istri?
Lily sama kagetnya denganku.
"Bukan mas, aku gak kerja lembur kok. Semalam aku memang lagi sibuk beresin kamar aku. Iya. Kamar aku rasanya bosenin jadi aku ubah sedikit sampe lupa waktu." ucap Lily.
"Oh. Lain kali telfon mas Adit aja. Mas pasti akan bantu kamu beres-beres!"
Iuuuhhhh... Dasar MODUS!!
"Hehe. Makasih atas perhatian mas Adit."
"Iya dong harus perhatian buat calon istri aku sendiri."
Aku melotot mendengar penuturan Adit. Sedangkan Lily tersipu malu dan menundukan kepalanya. Kalau si Adit tahu bahwa Lily adalah istriku apa dia masih mau menggoda Lily seperti ini?!
"Mas Adit bisa aja. Banyak gadis yang lebih baik di luar sana mas. Pasti lebih cocok buat mas Adit."
__ADS_1