
Lily dan budhe Nani baru pulang dari pasar, mereka belanja banyak sekali kebutuhan dapur. Bima sedang membantu pakde Yudha membersihkan kolam ikan.
Tak berapa lama anak-anak sudah pulang, menaiki sapi-sapi favorit mereka. Wajah mereka berbinar bahagia. Pengalaman pertama yang mereka dapatkan selama ini.
Setelah ikut ke belakang dan sapi-sapi itu masuk ke dalam kandang, si duo rusuh berlari ke arah kolam dan tanpa komando langsung saja mereka menceburkan diri. Bima dan Pakdhe Yudha terkena cipratan air dari keduanya.
Bima menggeram kesal, bajunya basah. Azkhan dan Arkhan hanya menyengir ria tanpa rasa bersalah. Lalau mereka membantu menggosok kolam dengan menggunakan sikat.
Lily dan Budhe Nani menyiapkan cemilan di dapur lalu membawanya ke teras rumah. Bulan, Yumna dan Syifa ikut bergabung dengan para wanita, sedangkan para lelaki sibuk saling melempar air.
Sore harinya Lily beserta keluarga pergi ke makam kedua orangtuanya. Terakhir dulu Lily kesini pada saat si kembar berusia tiga tahun.
"Ini makam nenek dan kakek. Kalian ingat?" tanya Lily pada ke empat anaknya. Hanya Yumna yang mengangguk sedangkan yang lain masih mengingat-ingat.
"Ayo. Sapa nenek sama kakek!" titah Lily. Ke empatnya membuka suara untuk menyapa. Syifa mengeratkan genggamannya pada tangan Lily. Wajahnya berkeringat.
Setelah beberapa saat lamanya mereka berdoa, Lily meminta Bima membawa ke empat anaknya ke mobil. Tubuh Syifa bergetar hebat sedari tadi. Bima membawa anaknya berlalu dari sana.
Lily berjongkok, air matanya tidak bisa di bendung lagi.
Dia mencurahkan segala rasa di dadanya, kerinduannya pada mereka, rindu kasih sayang dan belaiannya. Meskipun tidak banyak yang Lily ingat, tapi Lily sangat merindukan sosok mereka.
__ADS_1
"Una bahagia bu, pak." ucap Lily kemudian berdiri. Setelah berpamitan Lily menghampiri keluarganya.
Mobil kembali berjalan menuju rumah pakdhe. Pakdhe memang tidak membiarkan mereka tidur di hotel, meskipun Adi punya satu hotel tak jauh dari sana.
Sampai di rumah, setelah membersihkan diri mereka berkumpul bersenda gurau bersama.
Semua orang sudah tertidur, terkecuali Bima. Dia merasa resah setelah mendapatkan kabar dari seseorang tadi sore.
Apa aku harus bilang sama Una? Bagaimana kalau dia syok?
Bima menatap Lily yang sudah tertidur pulas setelah percintaan mereka barusan tentunya. Lily tidur miring membelakanginya.
"Ya ampun, istriku sangat menggemaskan! Kasihan beberapa hari ini harus menahan konser duet." lirihnya lalu mencium bahu Lily.
Lily terbangun karena suaminya tidak ada disana. Lily keluar dari kamar dan mendapati Bima yang sedang menelfon. Terlihat Bima sedang tersenyum dan terkadang tertawa di telfon itu. Lily tidak berani mendekat dia hanya mencuri dengar walaupun terkadang Bima hanya berbisik lalu tertawa.
Sudah beberapa hari ini Bima mendapatkan telfon dari orang asing, dia selalu menghindar saat mendapatkan telfon dari nomor tanpa nama. Lily sempat berfikir yang aneh-aneh tentang Bima. Hati Lily merasa tercubit, entah kenapa.
Mas Bima gak biasanya gitu kalau telfonan. Batin Lily.
Lily segera masuk lagi ke kamar setelah Bima menutup telfonnya.
__ADS_1
Lily pura-pura tidur. Tak lama Bima masuk ke dalam kamar dan berbaring di belakang Lily. Menciumi pundak Lily beberapa kali.
"Gimana aku harus bilang sama Una? pasti dia bakalan ngamuk?" gumam Bima lirih, tapi terdengar jelas di telinga Lily.
Hati Lily mendadak panas.
Apa maksudnya mas Bima?
Tapi Lily diam saja. Dia ingin tahu apa yang akan Bima bicarakan mungkin besok atau lusa.
Anak-anak sudah bangun, setelah mandi dan sarapan mereka betempat pergi entah kemana bersama Umar dan Bulan.
Lily bersama Budhe Nani membereskan dapur. Bima mengobrol ringan dengan pakdhe Yudha di teras sambil menikmati teh hangat.
Setelah selesai dengan urusan dapur Lily kembali ke kamar, maksudnya ingin mengambil baju kotor untuk ia cuci. Lily melihat hp Bima menyala lalu mati. Panggilan dalam mode getar tanpa suara. Dan ada pesan juga. Lily penasaran. Lily mengambil hp Bima dan membuka pesan tersebut. Tanpa nama dengan foto profil seorang wanita cantik.
Hati Lily terasa sakit. Mungkinkah...
Lily membuka pesan tersebut.
<085722....>
__ADS_1
'Aku tunggu di kafe XX.'
Deg.