Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 68


__ADS_3

"Mas Adit bisa aja. Banyak gadis yang lebih baik di luar sana mas. Pasti lebih cocok buat mas Adit."


Iya benar itu. Lily gak pantes sama orang brengsek kayak kamu!


"Tapi mas Adit maunya sama yayang Lily seorang!"


Cihh. Menjijikan!!


Aku bangkit dari duduk ku. Rasanya sungguh sangat menjengkelkan melihat interaksi dua orang di depanku ini.


"Lebih baik aku pulang ke kantor." ucapku. Makanan di piringku belum habis tapi aku benar-benar tidak ingin melanjutkan makanku lagi karena kehadiran si kampret ini.


"Kamu mau ikut saya atau pulang ke kantor bareng dia?!" tanyaku.


"Eh iya." ucapnya lalu mengambil tas tangan yang ada di atas mejanya, dan segera berdiri namun di tahan Adit. Jauhin tangan elo Dit!!

__ADS_1


"Lily pulang bareng gue!"


Aku terdiam menunggu keputusan Lily. Dan dia terlihat masih bingung.


"Ya sudahlah. Antar Lily balik ke kantor dengan selamat. Awas kalau dia lecet, gue gak akan kasih ampun elo!" ancamku.


"Uuh si bos marah. Kayak Lily milik elo yang berharga aja." ejek Adit. Ehh? Kok aku jadi ngancem ya?


Aku salah tingkah tapi berusaha tetap tenang.


Bima pov end.


***


Lily dan Adit keluar dari dalam restoran dengan senyum di bibir masing-masing. Mereka terlihat sangat akrab sekali. Apalagi tangan Adit yang memegang tangan Lily. Dan apa Lily tidak bisa menolak itu?

__ADS_1


Semuanya terlihat jelas di mata Bima hingga ia mengeratkan pegangannya pada kemudi mobil, hingga buku-buku tangannya memutih. Rasanya sedikit tidak rela karena tadi dia yang datang dengan Lily, tapi sekarang yang membawa pulang Lily adalah Adit! Ya Bima merasa tidak tenang saat meninggalkan Lily tadi, jadilah ia disini, di parkiran memantau keadaan Lily.


Ada apa dengan Bima sebenarnya?


Bima mengikuti kemana mobil Adit melaju. Syukurlah, karena ternyata Adit mengantarkan Lily ke kantor. Bima berhenti agak jauh dari mobil milik Adit, tapi masih duduk di kemudinya saat Adit mengikuti Lily keluar dari dalam mobil. Rasanya Bima ingin marah dan menjauhkan Adit dari Lily saat melihat Adit dengan leluasa mengacak rambut Lily. Dan Lily hanya pasrah dan tersenyum dengan perlakuan sahabatnya.


Lily masuk ke dalam gedung setelah itu Adit pergi dengan mobilnya, dan Bima mulai memasukan mobilnya ke dalam basemen.


Lily sudah berada di mejanya. Dia duduk dengan masih dalam keadaan terdiam karena mengingat ekspresi tidak suka Bima tadi saat di restoran. Sebenarnya Lily ingin pulang bersama dengan Bima. Hanya saja kenapa Bima tidak memaksanya untuk pulang barengan? Kalau saja Bima tidak langsung mengizinkan Adit, tentu Lily akan pulang dengan sang bos tercinta.


Bima berjalan melewati meja kerja Lily. Tanpa menoleh, dan tanpa ekspresi seperti biasanya. Tapi kenapa Lily merasa sikap Bima berbeda?


Lily melajukan motornya di keramaian. Jam pulang kantor membuat jalanan macet parah, apalagi saat lampu merah, rasanya menjengkelkan sekali menunggu, padahal hanya beberapa menit saja. Asap kendaraan saling mengepul dari masing-masing knalpot. Beberapa ojol mengangkut penumpangnya masing-masing. Dan anak jalanan juga sedang menyumbangkan suaranya di depan sana. Suara klakson dari pengemudi yang tidak sabaran saling bersahutan saat lampu mulai berubah kuning ke hijau membuat telinga rasanya sakit. Belum lagi motor saling menyalip dengan serampangan. saat kendaraan mulai melaju.


Tolong berikan Lily pintu ajaib Doraemon, supaya dia bisa dengan gampang hanya membuka pintu dan sampai di dalam kamarnya!

__ADS_1


Lily sangat lelah sekarang!


__ADS_2