Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
extra part. Arkhan vs Ameera


__ADS_3

"Karena aku cemburu!" ucap Arkhan yang membuat Ameera terdiam syok hingga paperbag di tangannya terjatuh ke lantai basemen.


Ameera terdiam beberapa saat, dia merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


Cemburu? Benarkah apa yang baru saja aku dengar?


Dada Ameera terasa sesak akibat laju jantungnya yang semakin kencang. Wajahnya terasa panas.


"Kamu bilang apa barusan?" lirih Ameera.


"Apa?" tanya Arkhan sambil menjauhkan dirinya dari Ameera mundur satu langkah, wajahnya di palingkan ke samping.


"Kamu tadi...bilang... cemburu?" lirih Ameera lagi.


Tiba-tiba Arkhan tertawa membuat Ameera mendongak ke atas menatap Arkhan dengan bingung, karena tinggi Ameera sebatas bahunya.


"Kamu tadi bilang apa? Aku? Cemburu?" tanya Arkhan balik, masih dengan tertawa. "Kamu salah dengar kali! Hahaha..." Arkhan masih tertawa tidak melihat wajah Ameera yang sudah menunduk memerah karena menahan amarah.


"Gak lucu!" bentak Ameera sambil mendorong keras dada Arkhan lalu berbalik. Ameera berjalan dengan langkah kasar, meninggalkan belanjaannya yang terjatuh di dekat kaki Arkhan tadi.


Dasar laki-laki nyebelin! Kenapa juga aku bisa kenal sama laki-laki tengil kayak dia! Enak aja dia, emang dia kira kupingku udah gak beres apa?! Kupingku masih normal. Mulutnya aja yang sembarangan ngomong. Bikin orang baper. Bikin orang hampir jantungan! Ish dasar Arkhan tengil! Nyebelin! Awas aja kalau besok ketemu di sekolah aku akan balas! Harusnya tadi aku gak kesini buat... Kado ayah?!


Ameera tersadar saat tidak melihat belanjaan di tangannya, lalu dengan cepat dia berbalik.

__ADS_1


Dukk!!!


"Awww!!" Ameera mengelus hidungnya yang sakit akibat tebentur dada bidang Arkhan.


"Arkhan!!! Sakit!!!" teriak Ameera.


"Salah sendiri kenapa berbalik tiba-tiba?!"


"Kamu yang salah, kenapa juga ngikutin aku?!!!" masih dengan mengelus hidungnya.


"Siapa yang ngikutin kamu? Orang aku mau balik ke atas nemuin Azkhan. Kamu mau kemana balik badan, hahh?" tanya Arkhan.


"Bukan urusan kamu. Minggir!!" Karena Arkhan tidak mau menyingkir Ameera mendorong Arkhan dengan tangannya lalu melangkah ke tempat yang tadi.


"Loh belanjaan aku mana?" Ameera bingung karena tidak ada belanjaannya disana.


"Kamu cari apa?" Ameera menoleh dan melihat tas belanjaannya tersampir di belakang punggung Arkhan. Dan segera Ameera mendekat hendak mengambil paper bag itu.


"Kembaliin itu punya gue!" Arkhan menghindar, Ameera terus mengejar Arkhan dengan perasaan marahnya. "Arkhan itu punya gue. Balikin gak?"


"Loh, kan elo tinggal disana berarti udah gak butuh kan? Jadi ini buat gue!" Arkhan mengangkat tinggi-tinggi bagian bawah paperbag itu di tangannya dengan tawa jahil.


"Arkhan, balikin!" Ameera melompat berusaha meraih tas itu.

__ADS_1


"Gak mau!" Arkhan semakin semangat menggoda sahabat kakaknya ini.


"Arkhan!!!" teriak Ameera membuat Arkhan sakit di telinganya. Ameera lagi-lagi melompat, tapi tetap tidak bisa meraih tas itu dari tangan Arkhan.


Ameera memegang pundak Arkhan agar bisa melompat lebih tinggi, tapi Arkhan menahan pinggang Ameera dengan sebelah tangannya membuat mereka lagi-lagi berpelukan. Mereka pun saling menatap dengan intens. Ameera yang tidak pernah sedekat ini dengan seorang pria merasakan jantungnya berlompatan kesana kemari.


"Kalau mau tas ini, cium aku dulu. Aku akan kasih sama kamu!" goda Arkhan membuat wajah Ameera seperti kepiting rebus. Ameera merasa syok saat wajah Arkhan yang tersenyum semakin mendekat, dengan refleks Ameera memundurkan wajahnya hingga posisi Arkhan kini berada di atas Ameera.


"Arkhan..."


"Apa?"


"Lepaskan!" Ameera takut jantungnya copot sebentar lagi.


"Kamu yakin?" Ameera mengangguk.


"Oke. As you wish!" Arkhan tersenyum lalu melepaskan Ameera.


Ameera yang tidak siap di lepaskan oleh Arkhan pun akhirnya terjatuh hingga pantatnya mencium lantai.


"Awww!!" Ameera merasa sakit di bagian belakangnya. "Arkhan. Kamu..!!"


"Kamu yang minta di lepaskan, jangan salahkan aku!" ucap Arkhan sambil menyerahkan belanjaan milik Ameera.

__ADS_1


Lalu pergi begitu saja tanpa menolong Ameera yang masih terduduk di lantai basemen.


"Dasar Arkhan gila!!!"


__ADS_2