Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 227


__ADS_3

"Kenapa mas?" tanya Lily dengan senyum menyeringai setengah melotot.


"Ah enggak, kaki aku kayaknya ada semutnya!" ucap Bima sambil meringis pasalnya heels yang Lily pakai runcing dan membuat kakinya sakit.


Para sahabat pun turun dari panggung setelah saling memberi selamat.


"Lily selamat ya, akhirnya kamu bisa bahagia juga dengan orang yang kamu cinta." ucap Nila tanpa sadar membuat Bima menyunggingkan senyum.


"Mbak sama mas Roman kapan menyusul?" Tanya Lily.


"Segera Ly, aku lagi berusaha buat mendapatkan hati calon bapak mertua!" ucap Roman. "Beliau persis kayak Bima. Dingin, tapi babang Roman yakin bisa meluluhkan dinding es batu itu dengan rasa cinta babang Roman yang sangat besar pada Neng Nila!"


"LEBAYYY!!" ucap Nila dan Lily bersamaan.


"Nanti aku kabari lagi. Sekarang mas Roman lagi jalanin misi."


"Misi apa?" tanya Bima.


"Lagi cari Janda Bolong buat bapak."


"Bapak kamu mau nikah lagi?" tanya Bima terkejut.


"Ih mas Bima nih ketinggalan info!" Lily menyikut sang suami tepat di ulu hatinya.

__ADS_1


"Sakit yang, lah itu tadi Janda Bolong?!"


"Itu nama tanaman langka mas!" Dan Bima hanya bisa membentuk bibirnya menjadi huruf 'o'.


Roman menyenggol lengan Nila, Nila menoleh, Roman menunjuk Yumna dengan dagunya.


"Yumna sayang, mau ikut bunda enggak?" tanya Nila sedikit membungkuk pada Yumna. Yumna mengangguk dan memegang tangan Nila yang sudah ia anggap ibu keduanya. Sedari kecil Yumna di biasakan memanggil Nila dengan sebutan Bunda.


"Pinjam Yumna dulu ya!" ucap Roman sambil menatap kepergian Nila dan Yumna.


"Makanya cepetan bikin sendiri! Nyicil dari sekarang!" kelakar Bima dan di hadiahi sodokan sikut Lily di ulu hatinya untuk yang kedua kali.


"Jangan di dengerin, mas! Itu bisikan yang menyesatkan!" ujar Lily sambil mendelik pada suaminya.


Roman menyusul ke tempat istrinya berada, sampai detik ini dia tidak pernah bisa menyita perhatian Yumna. Apa segitu menakutkannya dirinya?


Padahal kan aku kayak Lee Min Ho! monolog Roman dalam hati ketika Yumna lagi-lagi menolak saat akan di pangku olehnya. Nila mengusap lengan Roman lembut di sertai senyuman menenangkan.


"Setelah menikah nanti, kita bikin yang seperti ini. TIGA!!" ucap Roman sembari mengangkat tiga jari tangannya tinggi-tinggi. Nada suaranya terdengar gemas, membuat Nila membulatkan matanya.


Roman memang menyukai anak perempuan, lucu katanya. Tapi nyatanya anak kecil tidak ada yang menyukai Roman. Entah kenapa!


Acara selesai. Hampir tengah malam, tamu terakhir baru saja pulang. Bima menyediakan beberapa kamar untuk para tamu yang ingin menginap di hotelnya.

__ADS_1


Ya memang ini adalah salah satu hotel Bima. Dan khusus di hari bahagianya ini Bima mengizinkan siapapun tamu yang ingin bermalam di hotel miliknya yang juga tempat dimana resepsi di laksanakan, selama masih ada kamar kosong tentunya.


Teruntuk keluarganya, Bima juga menyediakan di lantai paling atas. keluarga pakdhe Yudha juga mendapatkan suite room karena mereka satu keluarga, sedangkan yang lain memilih kamar VVIP sedangkan dirinya dan Lily, di suite room yang memang salah satunya di peruntukan untuk sang pemilik hotel beserta keluarganya.


Suasana suite room itu membuat Lily tercengang. Hiasan kelopak bunga mawar yang membentuk love, indah sekali. Lantai kamar juga di hiasi dengan kelopak bunga mawar yang sengaja di sebarkan. Dinding-dinding kamar sudah di beri hiasan bunga dan segala macam rupa khas kamar pengantin. Juga jangan lupakan pemandangan lampu di luar yang berkelap-kelip di antara gelapnya malam.


Lily memandang iba pada kelopak bunga mawar itu.


Ah sayang sekali, hiasan yang di buat indah ini akan berantakan saat kami sudah naik ke atas ranjang.


Lily tersenyum sendiri.


"Kenapa sayang?" Bima sudah melingkarkan tangannya pada perut rata Lily. Lily menggelengkan kepalanya.


"Sayang ya malam pertama kita..." ucap Bima sambil melabuhkan kepalanya di pundak Lily.


"Bukan malam pertama, mas!" potong Lily. "Tapi malam ketiga!"


Bima terkekeh.


"Enggak! Akan selalu menjadi malam pertama kita. Meskipun nanti pernikahan kita berusia lima puluh tahun pun, aku akan menganggap setiap malam adalah malam pertama kita!"


Uuuhhh. Bima sudah mulai bisa romantis rupanya!!

__ADS_1


__ADS_2