Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 166


__ADS_3

Bima Satria.


Aku terbangun dari tidurku. Mimpi itu semakin jelas setiap kali datang. Lily melewatiku dan aku tidak pernah bisa menjangkaunya meski dalam mimpiku sendiri. Anehnya dia bersama seorang anak kecil, entah anak perempuan atau laki-laki tapi jelas matanya sangat mirip denganku.


Keringat membanjiri keningku, padahal AC sudah aku atur dengan suhu yang cukup rendah.


Apa arti dalam mimpiku?


Pekerjaan semakin terbengkalai karena aku kurang fokus, hingga papa akhirnya turun tangan membantu mengurus semuanya. Belum termasuk hotel yang ada di luar pulau Jawa yang sudah lama aku abaikan.


Aku sendiri hampir tidak mengurus diriku dengan baik, hingga nyata setiap kali bercermin aku tidak mengenali wajahku sendiri. Kurus, dengan tulang pipi yang terlihat nyata.


Lily, dimana kamu? Aku rindu kamu. Aku cinta kamu. Maafkan aku Lily.


Semua percuma. Lily juga tidak mendengarnya bukan?


Hatiku sakit. Sangat sakit. Jika boleh aku kembali memutar waktu, aku akan belajar untuk jujur atas perasaanku pada Lily.


Bima pov end.

__ADS_1


***


"Mbak Nila." panggil Lily, Nila masih sibuk dengan pekerjaan di komputernya. "mbak!" panggilnya lagi saat yang di panggil tidak merespon.


"Apa?" Nila tahu aat Lily memanggilnya dengan nada seperti itu. Ada udang di balik bakwan!


"Bakso yuk!"


"Lagi?" Lily mengangguk sambil menampilkan senyumnya. "Ya ampun, masa tiap hari sih? Makan nasi ngapa? Kali-kali makan sayur biar baby kamu sehat!" protes Nila kesal karena setiap makan siang Lily tidak pernah makan nasi, dan itu juga mempengaruhi berat tubuh Nila yang agak melar sekarang.


"Ih mbak Nila mah! Ayo mbak!" Lily merajuk persis seperti anak kecil minta di belikan permen. Tangannya sudah menggoyang-goyangkan lengan Nila.


"Ih mbak, mah." Lily merengut dengan melipat kedua tangannya di dada.


Nila tidak tega juga saat melihat mata Lily yang sudah berkaca-kaca, mungkin sepuluh detik lagi dia akan menangis seperti beberapa bulan yang lalu. Bukankah seharusnya masa ngidam Lily sudah lewat mengingat sekarang usia kehamilannya sudah tujuh bulan?


"Ya udah deh, iya. Ayok!" wajah Lily bersinar. "Tapi kamu harus janji. Mulai sekarang harus di batasin, satu minggu dua kali makan bakso!" Nila mengacungkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Lily. Lily mencebik, tidak terima dengan aturan yang Nila berikan. "Jangan cuma mentingin ego kamu, baby kamu juga butuh asupan yang baik, Ly!" Lily menunduk sadar, tapi ia juga bingung dengan keinginannya. Oke lah mungkin selain bakso Lily akan cari makanan lain. Kalau gak bikin mual sih, oke aja! fikirnya.


"Oke, let's gooo." seru Lily membuat beberapa orang menoleh pada mereka berdua. Lily hanya tersenyum malu sadar akan tatapan dan gelengan kepala dari temannya yang lain.

__ADS_1


*


"Sudah ada yang bayar, mbak" ucap pak Mad saat Nila menyodorkan uang untuk membayar.


"Sama siapa pak?" Pak Mad menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


"Wah bapak juga gak tahu, tapi tadi sekalian bayar punya mbak Nila dan Mbak Lily." Nila dan Lily saling pandang.


"Ya sudah lah untung juga makan gratis, sering-sering aja ada yang traktir."


"Ih mbak Nila nih." Lily menyodok lengan Nila yang memasukan uangnya ke dalam saku kemeja. "Tadi marah-marah di ajak kesini, giliran ada yang traktir aja seneng pengen sering- sering!" cerca Lily, Nila hanya cengegesan memperlihatkan deretan gigi putihnya.


Nila menatap iba pada wanita hamil di sampingnya ini. Kehidupan mereka nyaris sama, bercerai saat tengah berbadan dua, tapi bedanya Lily kuat dengan mempertahankan janinnya. Sedangkan Nila yang memang dari awal tidak menginginkan anak itu, hingga pada akhirnya dia sudah merasa sayang, Tuhan malah mengambilnya. Salahnya jika ia dulu berdoa agar Tuhan mengambil janin dalam perutnya. Hingga penyesalan pun tidak akan membuat anaknya kembali hadir di dalam rahimnya.


"Mbak, ayok!" Lily berseru saat Nila hanya terdiam di tempatnya. Nila tersenyum lalu menghampiri Lily.


"Lihatlah, bahkan di usianya yang masih muda Lily sangat kuat, semoga kebahagiaan akan hadir sebentar lagi dalam kehidupan kalian." batin Nila mendoakan.


(Aamiin 😭😭😭😭.)

__ADS_1


Semangat Lily!! 💪💪💪


__ADS_2