Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 40


__ADS_3

Bima terpaksa sarapan disana karena percuma juga kalau pulang ke rumah Dena dia akan terlambat masuk ke kantor, apa lagi pagi ini ada meeting penting di luar.


Bima mulai dengan suapan pertamanya. Lily menahan nafas melihat Bima yang sedang mengunyah makanannya. Bima terdiam sebentar, mengerutkan keningnya lalu mulai mengunyah kembali. Lily takut masakannya tidak enak.


Lily masih terdiam hingga ia tersadar saat Bima menyodorkan kembali piringnya.


"Tambah! Pelit sekali kasih makan orang cuma setengah piring!"


Lily masih melongo mendengar Bima.


"Ya ampun. Kamu gak pernah bersihin kuping kamu ya!"


Lily tergagap, lalu berdiri dan mengisi piring Bima kembali. Bima kembali makan dengan lahap.


"Lihat apa kamu! Cepat makan! Kita berangkat sama-sama!"


Lily jadi salah tingkah karena Bima memergokinya sedang memperhatikan Bima.


"Iya." Lily makan dengan cepat hingga keduanya sudah menghabiskan makanannya masing-masing.


"Trimakasih makanannya. Cepat kita berangkat sama-sama!" Bima sudah berdiri.


"What!! Pak Bima ajak aku berangkat bareng?"

__ADS_1


"Cepat jangan pake lama!" Bima mulai kesal karena Lily seperti orang linglung.


"Iya, saya cuci piringnya dulu." ucap Lily segera membawa piring kotor bekas sarapan mereka berdua.


"Ya ampun, baru kali ini aku sarapan bareng sama Pak Bima. Mimpi apa aku semalam ya?"


"Lily!!" teriak Bima dari ruang tamu.


"Iya, ini sudah selesai!"


Lily segera menyimpan piring yang sudah bersih ke rak dan segera mengelap tangannya dengan serbet, lalu mengambil tas yang sudah sedari tadi menunggu di meja. Lily setengah berlari ke arah suara teriakan yang untuk kedua kalinya menggema.


"Iya aku sudah sampai ini!"


"Mana kunci mobil?"


"Kunci mobil!" Lily mengeluarkan kunci mobilnya dan memberikannya pada Bima.


Bima sudah masuk ke dalam mobil, tapi Lily ragu. Bukankah seharusnya Lily tidak boleh bersama dengan sang bos. Apalagi berangkat bareng.


"Hei cepat masuk."


"Tapi..."

__ADS_1


"Cepat. Lihat jam berapa ini!" Teriak Bima. Lily pun menurut.


"Pak, kenapa gak pakai mobil bapak? Bukannya kita gak boleh bareng ke kantor? Nanti gimana kalau karyawan lain curiga? aku gak mau di gosipin aneh-aneh loh, pak. Jadi jangan salahin aku kalau..."


"Berisik!" potong Bima mbuat Lily seketika terdiam.


"Ini sudah siang. Ban mobilku bocor. Dan tolong jangan cerewet!" ketus Bima.


Mobil yang membawa mereka segera melaju ke tempat yang di tuju.


Lily keluar dari dalam mobil dengan perlahan. Mengendap-endap seperti maling yang takut ketahuan. Hal itu tidak luput dari pandangan Bima yang tersenyum melihat kekonyolan Lily.


"Hei. Ngapain kamu?!" Lily segera mendongak melihat Bima yang masih terduduk di kursi pengemudinya, sedangkan Lily sudah membuka pintu dan setengah membungkuk di luar mobil, melihat ke sekitar mereka.


"Sembunyi lah pak!"


"Buat apa?!"


"Biar gak ada yang lihat!"


"Tapi sikap kamu itu malah mencurigakan. Berdiri yang benar!" titah Bima. Lily segera berdiri dan menutup pintu mobilnya lalu berjalan cepat ke arah lobi kantor. Sedangkan Bima turun dari mobil dan menuju lift yang di khususkan untuknya.


Bima Satria.

__ADS_1


"Harusnya aku pulang saja pakai motor satpam semalam. Sial. Masih pagi udah kena timpuk segala. Sakit banget lagi." Gumam Bima sambil melihat lengannya yang berwarna merah. Jas yang tadi ia pakai di sampirkan ke sandaran kursi.


"Tapi masakannya lumayan juga. Lain kali aku akan minta dia masak lagi yang seperti tadi."


__ADS_2