Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
extra part. Arkhan cemburu


__ADS_3

"Kenapa Ra?" tanya Syifa yang bingung dengan gumaman sahabatnya.


"Eh enggak!" Ameera mengalihkan pandangannya dan menarik Syifa berjalan lebih cepat dan masuk ke dalam kelasnya.


"Kenapa sekarang gak pernah nginep lagi sih? Aku sepi di rumah gak ada kak Yumna!" Syifa memberengut. "Nginep dong Meera. Besok kan malam minggu, ya. Please!" ajak Syifa.


"Lain kali deh ya. Sibuk belajar soalnya." sesal Ameera.


"Aku kangen ibu Santi..." ucap Syifa dengan tatapan mata sendu. "..Ayah Ridho, dan Rama. Aku kangen mereka. Ah kalau aja adikku seperti Rama, baik, penurut..! Mereka sangat menyebalkan, si kembar itu gak pernah mau diam selalu saja jahil!" ucap Syifa kesal. Ameera tertawa kecil mendengar kekesalan sahabatnya.


Tak lama pelajaran pun di mulai. Semua murid mengikuti pelajaran dengan baik.


Saat istirahat tiba Syifa dan Ameera duduk bersama di kantin. Syifa menatap ke arah lain dimana ada dua orang yang sama. Dan di sebelah mereka ada seseorang yang sangat Syifa suka. Tapi Syifa hanya menyukai pemuda itu dalam diam saja.


Ameera tersenyum melihat Syifa yang terus menatap tanpa berkedip.


"Kalau suka bilang aja!" Goda Ameera mencubit pipi Syifa.


"Ih apa sih? Syifa tuh cuma mengagumi!" Syifa mengelus pipinya yang terasa sakit dengan bibirnya yang cemberut. Wajah putih Syifa sudah merona merah. Membuat Ameera tertawa kecil melihat wajah sahabatnya yang seperti tomat busuk.


Ameera terdiam saat mengikuti arah tatapan Syifa, Arkhan dan Azkhan yang sedang di kerubungi tiga cewek dengan wajah di buat centil, membuatnya geram.


"Dasar! Duo tengil!" dengus Ameera pelan! Lagi-lagi dia merasa kesal jika melihat pemandangan sepeti itu, Lalu dengan sengaja dia mengambil sambal dan memasukannya ke dalam mangkuk bakso miliknya.


"Meera! Kamu ngapain?" Syifa panik melihat begitu banyaknya sambal di mangkok milik sahabatnya itu.


"Gak pa-pa." ucap Ameera lalu mengaduk isi mangkoknya dan melahapnya. Tatapannya tak ia lepaskan dari dua kakak beradik dengan wajah sama itu, sedang tersenyum manis pada tiga cewek centil di depan mereka.


Selesai dari kantin keduanya kembali ke kelas.


"Nanti pulang sekolah, bisa gak temenin aku ke mall? Aku mau cari sesuatu buat kado ultah ayah." tanya Ameera.


Mata Syifa berbinar saat mendengar kata mall. Dengan senyum lebar segera ia menganggukan kepalanya tanda setuju.


"Ayok. Udah lama gak ngemall bareng kita. Aku juga lagi pengen cari-cari yang gak niat di cari, hehe!" cengiran Syifa.


"Ish dasar. Pengen bilang cuci mata mah bilang aja gak usah berbelit, cari yang gak niat di cari." Ameera menepuk kening Syifa pelan.


Sepulang sekolah mereka pun pulang kerumah masing-masing terlebih dahulu untuk berganti baju dan meminta izin.


"Syifa, makan dulu baru pergi!" Lily mengingatkan. Syifa yang sudah akan keluar dari rumah kembali ke arah dapur, dan mengambil sebungkus roti.


"Syifa makan di mobil aja! Dah mama!" seru Syifa mencium pipi Lily kemudian pergi.

__ADS_1


"Dasar anak itu!" gumam Lily menatap punggung putri keduanya.


Si kembar mendekat ke arah Lily dan duduk di meja makan.


"Syifa kemana ma?" tanya Arkhan saat mendengar mobil menyala dan mulai menjauh.


"Mau ke mall sama Ameera." terang Lily. Dan mengambilkan kedua putranya makan siang.


Arkhan dan Azkhan saling menatap. Mereka saling melempar senyum dengan penuh arti.


"Mama tahu apa yang kalian fikirkan! Jangan coba-coba ganggu kakak kalian!" Lily menaikkan nada suaranya. Membuat duo tengil itu menghentikan senyumannya.


"Siapa yang mau ganggu, kita kan cuma nanya aja!" Arkhan lalu mulai melahap makanannya.


Selesai makan Arkhan dan Azkhan pamit pada Lily untuk pergi. Mereka mau ke bengkel.


Arkhan dan Azkhan memang punya bengkel motor sendiri. Berawal dari modal yang mereka pinjam pada sang papa dan akhirnya setelah satu tahun ini berjalan, bengkel itu berjalan dengan lancar. Uang modal masih menyicil di kembalikan pada sang papa. Bima dan Lily bangga di usianya yang masih muda si kembar itu sudah memiliki usaha sendiri.


Syifa dan Ameera sudah sampai di mall terbesar di kota ini. Mereka langsung berjalan di lantai dasar. Melihat ke kanan dan ke kiri, tapi tidak ada yang membuat mereka tertarik.


Lanjut ke lantai atas, mereka masih berputar-putar tidak jelas, masuk keluar toko hanya melihat tanpa membeli. Syifa memberengut karna kakinya capek sudah dua jam ini Ameera belum juga menemukan apa yang cocok untuk di buat hadiah.


"Aku bingung!" ujar Ameera.


"Makanya sering olah raga biar sehat." cecar Ameera masih memilah dan memilih baju di tangannya


Syifa memang tidak suka berolahraga berbeda dengan Ameera yang sangat hobi sekali dengan olahraga.


Ameera mengambil sebuah kemeja. "Tidak cocok!" Ameera menatap Syifa yang sedari tadi memperhatikan. "Itu mana cocok buat ayah Ridho!" seru Syifa dari tempat duduknya. Ameera sedang memegang sebuah kemeja dengan warna hijau tosca


"iya juga." gumam Ameera lalu mengembalikan kemeja itu ke tempatnya.


Setelah mendapatkan kemeja yang cocok dan tentunya mendapat jempol dari Syifa akhirnya Ameera membayar kemeja itu.


Mereka memutuskan untuk nonton terlebih dahulu, sebelum makan dan pulang nanti.


Syifa dan Ameera kembali berjalan dengan masing-masing paperbag di tangannya. Mereka sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama.


"Permisi, nona." Syifa dan Ameera pun menoleh, mereka terpana saat melihat dua pria muda berdiri dibelakang mereka.


Tampan! Syifa.


Cool! Ameera

__ADS_1


"Kami perhatikan kalian cuma berdua? Perkenalkan aku Ardi." pria muda itu mengulurkan tangannya pada Syifa.


"Aku Niki." mengulurkan tangan pada Ameera.


Mereka berdua menyambut uluran tangan keduanya.


"Boleh kita jalan bareng?"


Ameera tersenyum sedangkan Syifa merasa malu.


"Bo..." kalimat yang akan Ameera katakan terputus saat seseorang menyela.


"Tidak boleh! Maaf bro, dia pacar gue!" Dua orang pemuda dengan muka sama berdiri di belakang Syifa dan Ameera, dengan tatapan tajam, tangannya terlipat di depan dada.


Seketika Syifa dan Ameera menoleh arah belakang. Syifa memberengut sebal, lagi-lagi kedua adik kembarnya mengganggu, dan Ameera sempat terpana dengan yang di lihatnya. Arkhan terlihat semakin cool, meskipun Azkhan juga, tapi Arkhan terlihat berbeda.


"Ayo!" Arkhan menarik tangan Ameera, pdahal yang tadi di depannya adalah Syifa. Sedangkan Azkhan merangkul pundak Syifa dengan posesif, berbalik masih terus menatap tajam pada kedua pemuda itu yang berdiri dengan diam.


Azkhan dan Syifa mengikuti kemana langka Arkhan. Azkhan tersenyum melihat perilaku kakaknya. Sudah dia duga, Arkhan menyukai Ameera, tapi dia terlalu gengsi untuk jujur pada hatinya. Di balik pertengkaran-pertengkaran yang selama ini terjadi tumbuh rasa di dalam hati Arkhan.


"Eh, kita mau kemana?" tanya Syifa yang di bawa Azkhan berbelok ke tempat lain.


"Beli makan, aku lapar kak!" ucap Azkhan.


"Tapi Ameera...itu..."


"Udah lah jangan di ganggu mereka." Azkhan membawa Syifa ke lantai atas dimana foodcourt makanan berada.


Setelah menjauh dari sana Ameera lalu tersadar, tidak ada Syifa di belakangnya. Dia menarik tangannya paksa.


"Lepasin Arkhan!"


"Enggak!" Arkhan terus menarik Ameera ke arah tempat parkir.


"Arkhan stop. Tangan aku sakit!" barulah Arkhan melepaskan tangan Ameera karena mendengar kata sakit.


Arkhan hanya terdiam, tapi di wajahnya tergambar jelas dia sedang emosi.


"Kamu itu kenapa? Kamu selalu saja ganggu aku dan Syifa dari dulu. Denger ya Ar! Aku gak suka kamu selalu seperti itu. Gak di sekolah, gak di luar kalian itu terlalu overprotectif! kamu siapa aku hahh?" teriak Ameera sambil mendorong dada Arkhan hingga Arkhan mundur satu langkah ke belakang. Ameera terlalu emosi.


Arkhan yang sedari tadi mendengarkan dengan sama emosi mengepalkan tangannya. Tiba-tiba saja dia memeluk Ameera. Ameera terkejut atas perlakuan Arkhan yang tidak terduga.


"Karena aku cemburu!" ucap Arkhan yang membuat Ameera terdiam syok.

__ADS_1


__ADS_2