Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 244


__ADS_3

Bima merasa gelisah. Dia sangat takut dan bingung sekali. Kemarin dia mendapatkan telfon dari Surabaya, dari mama Melati yang mengabarkan bahwa pelaku tabrak lari kecelakaan Lily dan Azka sudah tertangkap.


Bima bingung jika memberi tahu Lily, dia takut Lily akan syok, dan stress, itu akan mengganggu kehamilannya.


"Sayang, nanti siang aku harus ke Surabaya." Lily memberikan piring berisi makanan pada Bima.


"Berapa hari?"


"Besok juga sudah pulang." terang Bima.


"Sekalian kamu mampir ke rumah mama Puspa dan mama Melati ya, tolong lihat keadaan mama." Bima mengangguk.


Mereka sarapan dengan diam.


Menjelang sore di Surabaya.


Bima dan Melati berada di suatu tempat.


Seorang wanita cantik dengan pakaian sama seperti yang lainnya, rambutnya kusut, wajahnya juga lusuh tidak terawat. Dia sedang duduk di sebuah bangku taman memeluk lututnya sendiri, badannya bergerak ke depan dan ke belakang dengan pelan, bibirnya tidak berhenti mengoceh menyebutkan sebuah nama. Terkadang menangis, tertawa, sedih, membuat siapapun miris mendengarnya.


"Dia mantan Azka. Pergi meninggalkan Azka, beberapa hari sebelum pernikahan mereka, undangan sudah di sebar." Mama Melati mulai bercerita.


"Sasha memilih pergi dan menikah dengan pria yang lebih kaya, tapi pernikahan mereka tak bertahan lama. Hanya dua tahun."

__ADS_1


Melati menyusut air mata di wajahnya.


Setelah kecelakaan itu hampir satu tahun pencarian Sasha di temukan di kota Semarang. Keadaannya tak jauh berbeda dari sekarang.


Sedikit cerita saat kecelakaan.


Sasha tidak sengaja melihat mobil Azka di depannya. Dia juga melihat seseorang bersama Azka, Lily. Seketika Sasha merasa panas hatinya. Dia baru sadar kalau selama ini yang dia butuhkan adalah Azka. Sasha memang bodoh dia hanya memikirkan harta dan kesenangan saja. Meninggalkan Azka yang jelas-jelas selalu melindunginya.


Suami Sasha ternyata punya temperamen yang buruk, setelah menikah barulah dia sadar bahwa suaminya bukanlah orang yang baik, suka mabuk, suka bermain wanita dan juga suka berbuat kasar, hingga akhirnya dintahun kedua pernikahan meteka Sasha menggugat cerai suaminya.


Sasha memutuskan untuk menemui Azka, tapi Azka sudah bersama orang lain, Lily. Sasha merasa marah dan ingin merebut Azka kembali, tapi ternyata Azka sudah tidak bisa di rayu lagi dan menikahi Lily.


Sasha gelap mata saat melihat mereka berdua di dalam mobil. Rasa sakit hati atas penolakan Azka membuat dia tidak bisa berfikir dengan benar.


Sasha tidak menyangka tadinya dia hanya ingin melampiaskan kekesalannya saja, tapi perbuatannya malah menyebabkan kecelakaan parah seperti itu.


Dia merasa takut saat menyadari di lokasi kejadian terdapat CCTV. Cepat atau lambat dirinya pasti akan di jemput pihak berwajib. Maka dari itu sebelum ada yang datang dia sudah lari untuk bersembunyi.


Diam-diam dia juga memantau keadaan Azka dan Lily di rumah sakit. Bahkan saat Azka meninggal pun dia ada tidak jauh dari sana, dengan memakai jaket dan masker serta kaca mata.


Sasha takut saat melihat polisi berada di dekat ruangan Azka, dan dia pun memutuskan untuk melarikan diri sejauh mungkin.


Sasha masih bisa berfikir dengan waras, dia menggunakan seluruh uang tabungannya untuk menjalani hidup. Dia hanya sebatang kara di dunia ini. Tidak ada keluarga sama sekali. Menghubungi mantan suaminya juga sudah tidak ada respon malah dirinya di hina dan di tertawakan.

__ADS_1


Beberapa bulan hidup hanya mengandalkan uang tabungan dan akhirnya habis, di usir dari kontrakan dan kemudian menjadi gelandangan.


Perlahan kewarasannya menghilang, apalagi bayangan Azka terus mengikutinya kemanapun dia pergi. Hingga Sasha pun menjadi stress dan sering meracau sendiri.


Sasha terjaring oleh satpol pp dan akhirnya setelah beberapa bulan ada yang menjemputnya dan kembali di bawa ke Surabaya.


*


"Sebenarnya dia orang yang baik hanya saja di butakan oleh harta dan kesenangan. Padahal Azka sangat sayang sama dia." ucap Melati kembali menyusut air matanya.


Bima tertegun mendengar cerita Melati. Benar cinta memang bisa membuat seseorang nekat, dan menjadi tidak waras. Bima juga pernah merasakan hal sepeti itu.


"Lalu bagaimana dengan kelanjutan kasusnya?" Melati menggelengkan kepalanya.


"Mama ingin sekali dia di hukum, tapi hukum tidak berlaku untuk orang yang hilang kewarasannya. Setidaknya dia di hukum dengan terkurung disini!" Bima mengangguk.


"Bagaimana kabar Lily dan cucu mama?"


"Baik ma. Semua baik!" ucap Bima.


"Kalian harus saling menjaga. Jangan buat Lily sedih lagi."


"Iya ma. Aku gak akan buat Lily sedih lagi. Aku akan buat dia dan Yumna bahagia."

__ADS_1


"Kita pulang?" tanya Bima. Melati mengangguk. Orangtua Bima kembali ke rumahnya, sedangkan Bima mengunjungi mama Puspa sebelum akan pulang ke Jakarta besok pagi.


__ADS_2