Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 197


__ADS_3

Celia keluar dari kamar rawat Lily. Wajahnya sendu, tapi hatinya sangat lega. Melepaskan memang tidak mudah, tapi nyatanya dia bahagia. Entah kenapa dia sendiri juga tidak tahu!


"Aku gak tau ya, kamu pasti rencanain sesuatu kan di balik semua ini?" Celia terkejut ketika mendapati Adit berdiri bersandar di dekat pintu. Celia terlalu fokus menata hatinya kembali hingga tidak sadar dengan keadaan sekitar.


"Adit." Celia menegakkan tubuhnya, "Gue gak rencanain apa-apa." ucap Celia lalu berjalan meninggalkan Adit berjalan melewati lorong rumah sakit.


Adit mendengar semua pembicaraan mereka berdua tadi, tidak sengaja saat ia akan masuk ke dalam dan mendengar keduanya bicara. Adit urung masuk dan hanya menunggu di luar.


Adit mengikuti langkah Celia."Gak percaya. Elo cewek manja dan penuh obsesi. Dengan gampangnya lepasin Bima? Hahh..."Adit mendecih.


"Emangnya kenapa? salah kalau gue lepasin dia buat mereka?" Celia sudah tidak bertenaga lagi untuk berdebat dengan Adit.


"Biasanya kalau elo lepasin sesuatu, elo akan kejar yang lebih kan?!" Adit sudah sangat tahu sifat Celia. Celia hanya tersenyum.


"Emang." ucapnya, lalu lebih cepat berjalan meninggalkan Adit, dengan tersenyum.

__ADS_1


Adit berhenti, dia menatap tembok yang ada di sampingnya, membuang nafasnya kasar.


"ADIT!" teriak Celia dia sudah berada sepuluh meter di depan Adit. Adit yang merasa dipanggil menoleh menatap Celia yang sudah berbalik padanya, kedua tangan Celia ada di kedua sisi mulutnya.


"Gue tahu elo selama ini suka sama gue kan? Kalau emang bener elo suka sama gue, gue tunggu besok di pelaminan!!!!" Adit terperangah mendengar teriakan Celia. Belum juga Adit tersadar Celia sudah lebih dulu berbalik dan lari menjauh dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Mas!" Adit tersadar saat seseorang menepuk pundaknya. "Yang gentle dong, masa yang ngelamar ceweknya?!" ucap seorang pengunjung rumah sakit. Sedangkan pengunjung lainnya mesam-mesem melihat Adit yang memerah wajahnya.


"Saya tadi gak salah denger kan, mas?" tanya Adit pada pria di depannya. Pria itu menggelengkan kepalanya. Adit segera berlari untuk mengejar Celia, wajahnya semakin memerah karena malu dan bahagia.


Bisa di bilang setiap pertemuan Adit dengan Celia tidak pernah menyenangkan. Celia gadis muda yang menyebalkan, posesif, penuh obsesi, manja, seenaknya sendiri. Tidak jarang mereka sering berdebat di setiap pertemuan mereka. tapi entahlah. Adit sendiri tidak tahu sejak kapan hatinya beralih. Apalagi saat tadi mendengar Celia berteriak padannya. Adit merasa hatinya berbunga-bunga.


"Kenapa sih Yo?" tanya sang mama bingung.


"Adit akan menikah besok ma!"

__ADS_1


"Ha!" Mama Puspa melepaskan diri dari pelukan sang anak.


"KAMU HAMILIN ANAK ORANG?!!" teriak mama Puspa suaranya melengking di dalam ruangan, hingga Yumna yang sedang anteng dengan mainannya menoleh pada kedua orang dewasa di depannya.


"Anak siapa hahh. Dasar anak kurang ajar! Berani-beraninya kamu buntingin anak orang!!!" Mama Puspa sudah mengambil sandalnya dan mulai memukul lengan anaknya dengan sandal rumah. Adit meringis.


"Engak ma, ampun."


"Anak siapa, hahh? Mulai besok kamu harus tinggal sama mama, jangan tinggal sama papa kamu lagi!!"


"Enggak ma, Adit gak hamilin anak orang. Malah Adit yang baru aja di lamar lansung ama ceweknya." Adit menahan tangan mamanya yang akan melayangkan sendal kembali tepat pada wajahnya.


"Bener kamu gak lakuin itu?" tanya mama Puspa nafasnya terengah karena emosi.


"Ih mama, nanti kalau wajah Adit ternoda gak ganteng lagi dong. Apalagi besok hari pernikahan Adit."

__ADS_1


Entah harus senang atau marah karena Adit memberikan kabar mengejutkan ini. Mama Puspa mendudukan dirinya di atas sofa.


Ini semua terlalu mendadak!


__ADS_2